artikel

Coaching Clinic Seleksi Calon Guru Penggerak

Gambar Tangkapan Layar: https://bgpsumsel.kemdikbud.go.id/dashboard-pgp/

Data yang dirilis Balai Guru Penggerak (BGP) Sumatera Selatan per 9 Januari 2023 tentang progress pendaftar CGP (Calon Guru Pengerak) Angkatan 9 dan 10 cukup memprihatinkan. Batas waktu pengiriman berkas dan esai sebagai tahap pertama seleksi belum mencapai angka 10% dari seluruh pendaftar yang menjadi kandidat. Oleh karena itu, BGP Sumatera Selatan memandang perlu mendesak untuk melakukan coaching clinic bagi para kandidat agar bersemangat dan segera men-submit berkas dan esai pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak. Satu di antara upaya untuk meningkatkan minat dan menggelorakan semangat para pendaftar CGP adalah dengan menggelar Coaching Clinic secara daring maupun luring.

Melalui surat bernomor 0065/B7.11/GT.00.08/2022 tanggal 6 Januari 2022 saya bersama 22 orang dimintakan izin oleh BGP untuk menjadi Pendamping Coaching Clinic Calon Guru Penggerak PGP Angkatan 9 dan 10. Permohonan izin itu diajukan kepada kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan beberapa Dinas Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan. Surat tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dengan menerbitkan Surat Tugas untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana termaktub pada surat dari BGP tersebut.

Surat Tugas (Dok. Pribadi)

Perjalanan ke Musi Rawas Utara

Musi Rawas Utara adalah kabupaten pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas. Ibukota Kabupaten Musi Rawas Utara (disingkat Muratara) adalah kota Rupit. Tahun 1993 hingga 2006, saya bertugas sebagai guru di sana. Saat ini, jarak dari rumah ke kota Rupit setidaknya sembilan puluhan kilometer. Cukup jauh. Dibutuhkan waktu satu setengah hingga dua jam perjalanan. Akan tetapi, saya merasa senang. Adanya ikatan historis, saya berharap akan bertemu dengan beberapa kolega yang dahulu pernah bersama. Jangan-jangan ada teman guru yang menggantikan saya bertugas di SDN 1 Batu Kucing ikut menjadi peserta.

Sesuai surat tugas, saya harus sampai di lokasi pada pukul 08.00. Gedung pertemuan yang menjadi tujuan adalah aula BPKAD (Badan Pengeloalaan Keuangan dan Aset Daerah). Gedung ini bersebelahan dengan Kantor Bupati Musi rawas Utara. Bersama rekan CGP Angkatan 5, Farida Lisanti, kami pun sampai ke lokasi pukul 08.06. Saat itu masih berlangsung apel pagi.

Sebelumnya, kami tidak tahu di mana gedung BPKAD. Menurut Google Map, kami harus berjalan lurus ke arah Jambi, lalu belok kiri pada jalan menuju SMPN 2 Muara Rupit. Kami pun mengikuti petunjuk suara Wanita pada Google Maps. Apa yang terjadi? Haaa …? Jalan sempit seperti jalan menuju ke kebun karet. Suami rekan saya yang menjadi sopir pun memutar mobil dan berhenti di depan SMPN 2 Muara Rupit. Saya turun dan bertanya kepada seorang ibu muda.

“Gedungnya berseblahan dengan Kantor Bupati tempat orang ramai sedang apel, Pak,” jelasnya.

“Ups, kita salah jalan. Huh, Google Map menyesatkan!” saya pun spontan mengumpat.

Akhirnya, kami pun menunggu dan memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Menyambung deretan puluhan mobil yang juga parkir di kiri jalan lintas Sumatera. Beruntung bertemu Bu Desthi. Ternyata, beliau adalah putri salah satu pembina saya yang sudah pensiun, Bapak H. Sumardiyono. Suami beliau pun ternyata adik sahabat saya, Pak Yahmin. Pak Yahmin adalah Kepala sekolah di SDN Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir.

Pukul 9, kami memasuki halaman dan memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang disediakan. Kami segera masuk ke ruangan. Beberapa peserta pun memasuki ruangan. Kursi yang disediakan tidak penuh terisi. Masih tersisa beberapa baris pada bagian belakang. Namun, waktu menunjukkan pukul 10 maka acara pun segera dimulai. Asisten III Pemkab Muratara, Bapak Adbul Rahman, M.Pd. memasuki ruangan. Acara seremonial pembukaan kegiatan pun dimulai.

Asisten III (Dok. Pri)

Pada sambutannya, Asisten III yang pernah menjabat sebagai kepala SMKN 3 Lubuklinggau ini, memberikan semangat kepada para peserta. Beliau setuju dengan Program Guru Penggerak. Lelaki berwibawa ini memberikan motivasi agar para guru khususnya yang mendaftar dan mengikuti PGP dapat lolos dan menjadi para agen perubahan.

“Jangan takut keluar dari zona nyaman. Jangan takut salah karena berbuat melakukan sesuatu,” imbuhnya.

Dengan mengucapkan lafaz basmallah, Bupati Muratara yang diwakili oleh Asisten III resmi membuka kegiatan Coaching Clinic Guru Penggerak Angkatan 9 dan 10. Diiringi tepuk tangan para peserta, Asisten III turun dari podium dan selanjutnya melakukan foto bersama.

Materi Pertama, Kiat Menulis Esai

Bapak Afdel dari Balai Guru Penggerak memberikan materi pertama pada acara Coaching Clinic. Beliau memaparkan update data terakhir pergerakan pendaftar CGP Angkatan 9 dan 10. Kemajuan belum signifikan, sementara batas waktu tinggal satu hari (10 Januari 2023). Oleh karena itu, beliau memberikan motivasi agar CV dan esai segera diunggah.

Bersama Asisten III Pemkab Muratara (Dok. Pribadi)

“Apakah sudah membuat esai?” tanya Pak Afdel.

Peserta pun menjawab, “Sudah!”

“Tetapi, masih ragu,” kata para peserta lainnya.

Tampaknya, esai menjadi hal yang meragukan para kandidat untuk men-submit ke portal sebagai tanda bahwa yang bersangkutan resmi mengikuti seleksi calon guru penggerak.

Akhirnya, saya mendapat giliran untuk memberikan penguatan sekaligus memberikan tips dan trik dalam mengisi esai seperti yang pernah saya lakukan.

Esai merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan pada portal pendaftaran Calon Guru Penggerak. Pertanyaan itu harus dijawab dengan jumlah kata tertentu. Jumlah kata minimal yang harus terpenuhi itu sesungguhnya cerita tentang pandangan, alasan, atau kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pendaftar. Jadi, tidak mungkin ada kesamaan. Jika terdapat kesamaan, mungkin pada kegiatan yang dilakukan karena dua atau lebih pendaftar berasal dari komunitas yang sama. Namun demikian, esai akan bersifat unik pada setiap pendaftar.

Bagaimana membuat esai yang baik dan memiliki peluang besar untuk lolos?

Seperti sudah dijelaskan, esai mengandung jawaban berupa ide dan pengalaman pribadi. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, pahami soal. Gunakan rumus 5W 1H atau Adik Simba (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana). Memahami dengan jelas topik yang ditanyakan. Analisis unsur Adik Simba tersebut.

Kedua, struktur esai yang baik biasanya terdiri dari pengenalan, uraian, dan kesimpulan. Pengenalan harus menarik dan menjelaskan topik esai, uraian harus menyajikan ide-ide Anda dan mendukungnya dengan contoh dan argumentasi yang kuat, dan kesimpulan harus menyimpulkan ide-ide Anda dan memberikan kesan yang kuat pada pembaca.

Ketiga, menggunakan bahasa yang baik. Bahasa yang sesuai dengan topik dan tujuan esai Anda. Jangan menggunakan bahasa yang tidak formal atau terlalu santai. Hindari penyingkatan. Ingat, esai bukan SMS pada hape jadul yang sangat terbatas jumlah karakternya sehingga ada beberapa kata yang harus disingkat.

Keempat, jika Anda menggunakan kutipan atau mengutip dari sumber lain, pastikan Anda mencantumkan sumbernya dengan benar.

Kelima, revisi dan editing sebelum mengunggahnya. Cek atau periksa kembali ejaan, tanda baca, dan tata bahasa agar esai Anda benar-benar sempurna. Pastikan teks disalin (dicopy) dan disimpan pada aplikasi pengolah kata, misalnya Ms. Word sebelum diunggah pada aplikasi. Hal ini penting agar Anda memiliki “rekaman” dokumen. Jika Anda lolos dan masuk pada seleksi wawancara, kebetulan sang asesor menanyakan hal yang sama, Anda akan lancar menjawabnya.

Jika Lolos Tahap Satu, Mengikuti Tahap Wawancara dan Simulasi Mengajar

Berdasarkan surat rekrutmen di atas, seleksi Simulasi Mengajar dan Wawancara akan dilaksanakan secara bertahap (dijadwalkan secara sendiri sendiri) dan dilaksanakan secara daring. Simulasi Mengajar akan dilaksanakan terlebih dahulu. Durasinya maksimal 15 menit. Sepuluh menit untuk simulasi mengajar dan lima menit untuk tanya jawab. Setelah itu, para paserta akan menerima jadwal wawancara pada hari lain.

Siapkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) pada tempat yang mudah diakses. Jika asesor meminta Anda menunjukkannya, dengan segera Anda dapat menunjukkan. Dengan demikian tidak memakan waktu. Karena dilaksanakan secara daring, pastikan cahaya cukup. Listrik pada perangkat yang digunakan cukup dan internet tersedia. Aplikasi rapat yang digunakan adalag Google Meet. Oleh karena itu, pastikan mikrofon maupun pengeras suara pada gawai dapat digunakan dengan baik. Peralatan yang diperlukan mampu menampilkan gambar dan suara kandidat dengan baik.

Khusus untuk praktik mengajar, peserta diharapkan berfokus pada tahap pembuka dan inti pelatihan. Hindari share screen. Siapkan peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam mengajar. Agar praktik berjalan lancar, pastikan topik yang dipilih adalah topik yang sangat Anda kuasai dengan bahan dan alat peraga yang mudah disiapkan.

Pikirkan Bagaimana Menyiapkan CV (Curriculum Vitae), Esai, dan RPP untuk Diunggah Jangan Memikirkan Kelulusan

Bahan administrasi, Esai, dan RPP siapkan dan pikirkan baik-baik. Jika dirasa lengkap, segera kirimkan. Unggah bahan-bahn yang diminta, lalu kirimkan. Pikirkan prosesnya. Setelah dikirimkan, hasilnya, serahkan kepada Panitia Seleksi disertai doa kepada Tuhan. Semoga berkas yang diajukan diterima, lalu ikut pada seleksi tahap berikutnya.

Untuk ini, saya selalu teringat pada Cak Lontong. Lihat video berikut ini!

Tonton menit ke 7:45 – 8:00

Setelah menonton video tersebut, tentu para kandidiat seyogyanya berkata:

    Saya ikut Seleksi Calon Guru Penggerak, berhasil atau tidak, lolos atau tidak, TIDAK PERNAH SAYA PIKIRKAN. Karena yang mikir kan Panitia. 

    Semoga usaha yang Anda lakukan, para kandidat CGP Angkatan 9 dan 10, membuahkan hasil sehingga Anda lolos dan akhirnya mengikuti pendidikan selama lebih kurang 6 bulan. Aamiin.

    Musi Rawas, 11 Januari 2023
    PakDSus

    Susanto

    Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

    2 thoughts on “Coaching Clinic Seleksi Calon Guru Penggerak

    Comments are closed.