artikel

Gadis Calon Menantu

Gadis Calon Menantu

#Pentigraf

Usia Manto sudah melampaui usia bapaknya ketika menikah dulu. Seusianya, kedua orang tuanya sudah mengajaknya berjalan-jalan bahkan berlari-lari dengan riang. Tidak heran emaknya mulai gelisah. Setiap melakukan panggilan video, emaknya selalu menanyakan ‘makan apa hari ini, masak sendiri atau beli’. Jika Manto menjawab masak sendiri, emaknya selalu ‘menyindir’ dengan kalimat: makanya cari “tukang masak”. Biasanya, Manto hanya tersipu dan menjawab, nanti dulu.

Manto memiliki teman kuliah, seorang gadis. Wajahnya tidak hanya cantik, tetapi juga anggun. Gadis itu ia unggah dan pajang pada status WA-nya. Ami, nama gadis itu, tidak keberatan. Ia memahami perasaan Manto. Perempuan seusianya itu pun mengizinkan Manto beberapa kali mengunggah fotonya. Terakhir, Manto memajang foto Ami disertai caption “Semoga abadi, sakinah, mawaddah, warahmah”, Amiin.

Hari ini,  Manto gelisah. Mukanya pucat. Irama degub jantungnya terasa semakin kerap. Kabar di WA yang ia baca, emaknya akan datang. Ia ingin bertemu dengan gadis calon menantunya yang ada dalam status WA-nya. Dipandanginya foto gadis yang kini ada pada lembar undangan pernikahan. Emaknya mengira gadis itu calon istrinya. Ia segera menyambar telepon di atas meja dan mencari nomor emaknya.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Gadis Calon Menantu

  • Keren pak….twistnya lebih terasa nggih. Salam. Pentigrafnya semakin berisi jempol dua saja adanya di tangan ini

Comments are closed.