artikel

Hadiah untuk Ibumu

Elisabet Novia Asni Utami, Inovator Sumatera Selatan Kategori A

Hari Selasa, sekitar pukul 12.30, di grup WA saya melihat sepucuk surat. Kepala surat tertulis “Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Sekretariat Daerah”. Oh, surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam surat itu, pemerintah provinsi memberitahukan bahwa Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan seleksi Penerima Penghargaan Inovator Sumatera Selatan Tahun 2022 terhadap 17 kategori karya inovatif. Tim juri telah berhasil menjaring 93 inovator yang akan diberi penghragaan oleh Bapak Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru.

Yang membahagiakan adalah lampiran 2 Surat bernomor 005/1022/Litbang.IV/2022 tanggal 2 Desember 2022 tersebut adalah dicantumkannya nama teman saya sebagai nominator pemenang lomba inovator kategori A. Kategori A adalah pemenang lomba inovator yang berasal dari unsur Guru SD/SLTP Inovatif dan ASN Sumatera Selatan. Nama teman saya tersebut adalah Elisabet Novia Asni Utami, S.Pd.SD, guru SDN Ngestiboga II Kabupaten Musi Rawas. Teman-teman biasa memanggil Bu Tami, Bu Utami, atau Bu Elisabet. Karena sepotong namanya sama dengan nama anak saya, Rahmasiwi Utami, kadang ia memanggil saya babe. Di hape, ia saya beri nama Elisabeth Biyunge Kembar.

Elisabet Novia Asni Utami adalah kolega di Forum KKG Kabupaten. Ia pun tercatat sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 5 Kabupaten Musi Rawas. Saya mengenal Bu Utami ketika bersama-sama mengikuti lomba media pembelajaran di kabupaten, sekitar tahun 2018. Kenal pada pandangan pertama, saya terkean dan insting saya berbicara bahwa ibu guru yang satu ini adalah orang yang kreatif. Selanjutnya kami sering bertemu dan berkolaborasi dalam beberapa kegiatan. Hal itu menambah keakraban. Satu di antara bukti keakraban, meskipun tempat tinggalnya sangat jauh dari tempat tinggal saya, saya sering bertemu dengan suaminya ketika mengantar Bu Tami berkegiatan. Dari obrolan pun akhirnya diketahui bahwa ia memiliki dua anak lelaki kembar, Celvan dan Celvin. Di belakang nama mereka ada kata Septwino. Pembaca tahu ‘kan? Twins itu apa? Nah untuk membedakan dengan nama teman saya juga bernama Elisabet, namanya saya simpan seperti saya ceritakan di atas.

Bertabur Ucapan Selamat

Bentuk dukungan dari rekan adalah ucapan selamat. Tidak hanya di GWA Forum KKG, tetapi juga di Grup PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 5 Musi Rawas.

Ucapan demi ucapan terlontar melalui kolom chat. Stiker pun demikian juga. Semua bernada memuji. Sejauh itu, saya masih menahan diri untuk tidak menuliskan apa-apa. Saya ingin memberikan sesuatu yang tidak biasa.

Setelah memejamkan mata beberapa saat, ada bayang berkelebat. Anak-anak Bu Tami yang kembar. Saya belum pernah bertemu mereka. Namun saya membayangkan bertemu dan berdialog dengan mereka sebagai ungkapan selamat dan bentuk apresiasi kepada sahabat yang berprestasi ini. Mengapa tidak saya tulis dalam bentuk dialog imajiner?

Akhirnya coretan di aplikasi Catatan pada hape, saya mulai menulis.

Dialog Imajiner Mbah Sus dengan Si Kembar

“Mbar, ibumu lo dapat juara!”

“Nggak heran, Mbah!”

“Kok, begitu?”

“Ya, karena memang ibu layak dapat itu.”

“Eh, dari mana kamu tahu ibumu layak dapat itu?”

“Dia itu, belum tidur kalau kami belum tidur. Kami sering ditemani, tapi dia juga sibuk di depan laptop. Kadang membuka hape. E, ternyata dia sering nonton YouTube, Mbah!”

“Bikin video juga, Mbar?”

“Nah, itu dia. Dia sering bikin video juga. Aku lho, sering juga disuruh mbantu.”

“Hmmm, bagus itu. O ya, ibumu kan dapat hadiah dari dia menang. Kalian mau minta apa?”

“Tidak minta apa-apa. Menyayangi dan memperhatikan kami di sela-sela kesibukannya, kami sudah senang. Apalagi melihat murid-muridnya menghormatinya, kami bangga.”

“Bukan main. Apa pesan untuk ibu kalian?”

“Apa, ya? Tetap rendah hati dan menyayangi murid-muridnya. Apa Mbah istilah untuk guru yang membuat orang lain tergerak hatinya untuk berbuat baik dan melakukan hal baik?”

“O, itu. Menjadi guru yang menginspirasi!”

“Nah, iya. Itu yang mau aku omongkan. Susah bener, ha ha ha!”

“Anak cerdas. Sampaikan salam dan rasa bangga untuk ibumu. Simbah nggak bisa ngasih ucapan selamat. Di grup WA-nya sudah bertabur ucapan.”

“Jadi, kalau nggak ngasih ucapan selamat, memangnya Mbah mau ngasih sesuatu?”

“Ha ha ha, cerdas sekali kamu!” Oke, berikan ini untuk ibumu!”

“Buku, Mbah?”

“Iya, bukan buku karangan sendiri, sih melainkan antologi. Isinya motivasi menulis. Satunya lagi tentang rasa bangga kepada guru. Suruh ibumu baca.”

“Aku boleh baca juga, Mbah?”

“O, boleh. Tapi, kayaknya kamu lebih suka menggambar, deh!”

“Ih, Mbah ini …! Membaca juga aku suka, Mbah!”

“Anak pintar! Sudah sana, kalau ibumu sampai ke rumah berikan ini, ya! Kamu yang ini, dan kamu yang ini. O, ya. Sampaikan juga salam untuk ayahmu, kalau pas nganter ibumu Mbah sering ketemu!”

Dua buah buku antologi, hadiah untuk ibu si Kembar (Dok. Pribadi)

Musi Rawas, 9 Desember 2022
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

11 thoughts on “Hadiah untuk Ibumu

  • Terima kasih, salam kenal kembali.

  • cahyati muchson

    Selamat dan sukses Pak Sus. Tetap semangat dan salam kenal

  • Selamat untuk Pak Dsus dan Ibu si kembar…semangat berkarya yang luar biasa…Semoga sukses selalu…

  • LUAR BIASA KEREN CARA KEMASNYA. JOSS
    SELAMAT YA BU UTAMI.

    SELAMAT JUGA UTK PAK D

  • Hadiah istimewa ini. Saya suka tulisan Pak De Sus. Runtut dan jelas. Enak dibaca dengan tata bahasa yang bagus. Terima kasih sharingnya Pak De Sus

  • Merangkai kata yg mengalir adalah potensi babeku. Kejutan dan apresiasi yg kreatif dan terdigitalkan dengan apik.. Ini adalah ucapan yg wow banget.. Terima kasih banget, Be atas tulisan ini. Imajinasi ngobrol dengan van vin. Terima kasih juga bonus dan hadiah bukunya. Besok saya tagih ya di Lokakarya 6.

  • Keren…berbagi cerita. Selamat untuk para juara. Semoga tambah sukses

Comments are closed.