Ini Pengumuman Lomba Cipta Puisi Nasional Ke-10

Beberapa hari lalu, saya diberi kabar oleh sahabat literasi di AISEI, Dahlia Lidia Silitonga, tentang lomba cipta puisi ke-10 dari Badan Sastra. Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Sastra itu mengangkat tema “Puisi Ironi”. Saya tidak pandai membuat puisi, namun berkat dorongan rekan saya tersebut, saya mencoba membuat puisi dengan tema ironi sebagaimana ketentuan panitia.
Hari ini, 10 Maret 2021, hasil lomba tersebut diumumkan. Saya tidak menyangka 150 puisi terbaik bakal dibukukan dan mendapat sertifikat. Setelah saya cari, teman saya mendapat peringkat 75 sedangkan saya baru bisa menempati urutan 110 dari 300-an lebih peserta lomba.
Puisi saya sederhana saja. Diksinya pun seadanya. Puisi sederhana ini tentang ironi pandemi yang saat ini marak terjadi.
Ironi Pandemi
Susanto
Tertegun
Tanpa sepatah kata terucap
Menatap kursi berjajar rapat
Di bawah rindang tiang besi
Berhias melati
Satu-satu tetamu
Mencuci tangan
Bermasker
Berkedok protokol kesehatan
Di kanan kiri dinding berkain
Tertempel tulisan
DILARANG MENGAMBIL FOTO,
MENYOTING, dan
MEMVIRALKAN
Sementara benda tipis berlapis kaca
Tergenggam
Di kiri kanan tangan undangan
Siap mengabadikan
Aku termangu
Terbayang puluhan bangku
Kosong
Enam ruang sunyi
beraroma karbol wangi
Wangi melati pelaminan
Di antara dentum kendang
Menyisakan keluh
Kelas kami kehilangan riuh
Musi Rawas, Sumatera Selatan
2 Maret 2021
Salam blogger sehat,
PakDSus
Blogger Guru Musi Rawas
https://blogsusanto.com/
Aril, anakku kelas 6 (2021), apa iya? Makasih, ya!
Wah pak Santo hebat banget
Terima kasih.
Selamat pak
Sama – sama pak
Khoirul Anam, anakku kelas 6 (2021). Terima kasih komentarnya.
Ya Pak, sama – sama
Wah puisinya keren sekali pak. joss!.. hehehe dan saya ucapkan selamat atas
Keberhasilannya
Mas Rohman, anakku kelas enam (2021), terima kasih.
Selamat Pak atas keberhasilan nya
Hebat pak Susanto
Puisi ironi pas dengan kehidupan sekarang