bahasa

KataMutiaraku: Maaf

 

Maaf itu berkonotasi ketulusan. Oleh karena itu, jika Anda meminta maaf itu karena ada ketulusan hati dan niat baik untuk tidak melakukan hal yang membuat Anda perlu meminta maaf. Pun sebaliknya, jika Anda memberi maaf tentu tdak akan disertai harapan adanya “imbalan” tertentu.

Meminta dan memberi maaf tidak ada momen khusus, atau harus dilakukan pada hari-hari tertentu. Meskipun Lebaran, misalnya, adalah momen yang tepat untuk saling bermaafan, itu karena tradisi. Momen yang tepat untuk meminta atau memberi maaf adalah ketika ada ketulusan hati.

Permintaan maaf yang disertai dengan menuliskan kata maaf apalagi disertai meterai sepuluh ribu itu hanya masalah teknis hukum agar penegak hukum yakin tidak akan mengulangi. Namun jika tidak disertai ketulusan, siapa bisa menjamin tidak akan melakukan kesalahan kembali?

 

#AISEIWritingClub, #Day5MayChallenge, KataMutiaraku

 

 

 

 

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

9 thoughts on “KataMutiaraku: Maaf

  • Mantap pak D

  • Ada yang sering mengucapkannya, ada juga yang sulit mengucapkan. Itulah “maaf “, meski tak mengatakan tetapi berperilaku memaafkan atau melakukan permintaan maaf; menjadi kebaikan bagi nya

  • Ada yang sering mengucapkannya, ada juga yang sulit mengucapkan. Itulah “maaf “, meski tak mengatakan tetapi berperilaku memaafkan atau melakukan permintaan maaf; menjadi kebaikan bagi nya

  • Tidak bisa nol, mungkin angkanya diperkecil, Pak.

  • Maaf itu mudah diucapkan namun sulit untuk benar-benar ikhlas

  • Maaf adlh iklas,tulus tanpa disertai embel-embel yang kita harapkan…

Comments are closed.