Kok, Bisa Kenal, di Mana?

“Pak, hari ini saya bertemu Pak Fajar.”
Pesan WA bu Umi Kulsum, guru SD Negeri 2 Logandu Kecamatan Karangayam, Kebumen, aku baca di sela-sela pekerjaan di depan laptop.
“Terus gimana, Bu?” balasku di kolom chat.
“Tanya Pak Susanto,” tulisnya pendek. Mungkin maksudnya, Pak Fajar menanyakanku. Aku pun penasaran, lalu kami mengobrol melalui tulisan.
“Apa njenengan kenal sama pak Susanto? Kenal di mana?”
Kira-kira seperti itu ibu guru bernama Umi Kulsum ini ditanya oleh sang Pengawas Pembinanya. Ada nada aneh dan heran. Aku yang tinggal di Musi Rawas, bertemu dengan Pak Fajar yang notabene teman sekampus saja jarang, ini bisa kenal dan bertemu dengan guru yang sekolah tempatnya mengajar menjadi sasaran binaan.
Aku tersenyum sambil membayangkan keheranan lelaki dengan jenggot lebat layaknya para ustaz.
“Bilang saja kenal di internet, terus ketemuan di Bandung, ha ha ha,” tulisku di kolom percakapan WA.
“Iya, saya bilang gitu.” Jawaban bu Umi. Lalu guru yang terbilang masih muda itu pun, katanya menceritakan awal mula kenal denganku.
“Dia seneng, Pak,” tulisnya.
“Pak Fajar berkelakar kalau siang Susanto, malam Susanti,” imbuhnya.
Fajar Sugiharto, Teman Kuliah yang Sukses menjadi Pengawas Satuan Pendidikan
Orang yang diceritakan Bu Umi kepadaku adalah Mas Fajar. Teman satu angkatan di Program Diploma Dua Pendidikan Guru Sekolah Dasar (D2 PGSD) FKIP UNS UPP Kebumen, 1990-1992.
Setelah tamat dan ditempatkan di daerah penempatan kami jarang bertemu. Aku ingat pertemuan pertama setelah lulus di hotel Syahid Jaya, Jakarta, tahun 2008. Itu pun tanpa sengaja.
Di dalam lift dan lorong di antara kamar-kamar mewah hotel berbintang itu kami sempat berbincang. Namun, tidak lama karena kami diburu kepentingan masing-masing.
Fajar berurusan dengan kegiatan lomba yang diikuti anak didiknya, mungkin juga malah anak kandungnya. Sedangkan aku sendiri sedang berurusan dengan kegiatan lomba yang aku ikuti bersama guru SLB, TK, SMP, dan SMA, serta Kepala TK, SD, SMP, dan SMA perwakilan provinsi Sumatera Selatan.
Umi Kulsum Peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara Angkatan 31
Aku tidak kenal dengan Umi Kulsum, guru SDN 2 Logandu Kecamatan Karangayam. Bahkan aku lebih dahulu kenal secara maya dengan rekannya, bu Ari guru di kecamatan Suweng.
Mereka berdua adalah peserta kelas belajar menulis PGRI, disingkat KBMN (Kelas Belajar Menulis Nusantara) Gelombang 31.

Pada pertemuan ke-13, aku diminta Tim Solid Omjay untuk menjadi narasumber dengan topik Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan. Berkolaborasi dengan Bung Edmu, kami menyampaikan materi secara tertulis melalui WA.
Setelah materi disampaikan secara tulis, dilanjutkan tanya jawab dengan menuliskan pertanyaan di kolom percakapan difasilitasi moderator karena grup dikunci.
Setelah membaca biodata itulah akhirnya kami membuka komunikasi. Lalu, saling kirim kabar bahwa bulan Juni 2024 akan menghadiri Kodar Ke-3 KBMN di Bandung. Kebetulan, di bulan Juni itu aku dan istri ada jadwal menemui cucung dan kunjungan pertama sejak mereka pindah rumah dari Cicurug, Sukabumi.
Allah Maha Besar, akhirnya kami bisa bertemu dan berkenalan secara langsung dengan dua guru hebat binaan Pengawas Sekolah Luar Biasa, Bu Umi bersama Pak Fajar Sugiharto dan Bu Ari bersama Ibu Suryani. Keduanya, adalah sahabat-sahabat terbaikku.

Musi Rawas, 23 Juli 2024
Salam dan Bahagia
PakDSus

Puji syukur, terima kasih blog saya sudah dikunjungi dan berkenan berkomentar.
Terima kasih banyak pak, saya salut.
Senang banget bisa bertemu orang hebat
Alhamdulillah, ikut bangga punya teman hebat Pak Dhe Sus, salam hangat semoga sukses selalu. Aamiin.
Alhamdulillah, ikut bangga punya teman hebat Pak Dhe Sus, salam hangat semoga sukses selalu.
Keren