
Kok Keluar Kayak Gitu?
Grup kelas 8 sedang riuh. Banyak anak mengeluh. Beragam komentar pun keluar di kolom chat grup WA Kelas 8.1, kelas Atik dan kawan-kawan. Penyebabnya adalah Ulangan IPS hari itu dari Bu Pipit, soal yang keluar tidak sesuai dengan yang mereka pelajari.
“Assalaamualaikum!” sapa Atik ketika ia melakukan video call dengan Bijay.
“Wa’alaikum salaam! Tumben, Tik, vicall aku,” jawab Bijay lengkap dengan senyum manisnya.
“Yey, itu karena aku vicall yang lain pada nggak aktif,” tukas Atik sambil meraba kerudungnya seolah ada helai rambut yang menyembul keluar.
“Kamu, ngerasa nggak sih? Soal dari Bu Pipit pagi tadi kok keluar soal kayak gitu, isinya bukan pembelajaran yang diberikan Bu Pipit?” dengan nada protes Atik mengungkapkan kegalauannya.
“Ya, sama. Di grup juga udah ramai, ‘kan?” Bijay balik bertanya sambil mengacak-acak rambutnya dan menyisirnya kembali dengan jemari.
“Harus gimana, dong. Apa kita bikin protes ke Bu Pipit?” ajak Atik. Gadis manis berkacamata itu tampak tidak sabar. Sebenarnya, ia merasa mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan Bu Pipit melalui Google Form itu. Namun, ia masih merasa bahwa soal ulangan IPS itu bukan soal ulangan pelajaran yang mereka pelajari.
“Kok, bengong? Jawab, dong!” kata Atik gusar. Ia melihat Bijay pada layar ponselnya seolah santai saja dan merasa tidak ada masalah perihal ulangan itu. Bijay hanya cengar-cengir saja melihat kegusaran Atik.
“Wajah kamu kayak susah gitu deh, Tik!” bukannya menjawab pertanyaan Atik, Bijay malah menanyakan hal lain.
“Memang aku lagi susah. Kamu aja yang kelihatan santai kayak nggak ada masalah,” jawab Atik.
“Bukan begitu, wajah kamu susah dilupakan! Ha ha ha …,” timpal Bijay sambil tertawa terbahak-bahak. Karuan saja Atik pun mendelik.
“Maaf, Tik. Bercanda. Gini aja. Bagaimana kalau kita kirim WA ke Bu Pipit, bahwa ulangan yang barusan beliau berikan itu bukan pelajaran yang ditugaskan. Kita kan masih belajar tentang ASEAN. Ini kok soalnya udah ke benua-benua di dunia? Kalau aku sih, nyerah, nggak berani bikin kata-katanya. Bagaimana kalau kita diskusikan di grup? Lalu, minta si Momo yang jago bahasa bikin kata-kata protesnya. Pasti Bu Pipit bisa mengerti,” kata Bijay panjang lebar.
“Nah! Gitu dong, Boss!” puji Atik sebelum mereka mengakhiri video call, sore itu.
Setelah anak-anak kelas 8.1 berdiskusi, mereka pun sepakat untuk “protes” kepada Bu Pipit. Momo yang dberi tugas membuat surat protesnya pun segera mengirimkan suratnya ke grup untuk diminta persetujuan. Setelah anggota grup kelas setuju, surat itu pun dikirimkan ke nomor WA Bu Pipit.
“Anak-anakku kelas 8.1 yang ibu sayangi. Ibu mohon maaf. Link soal yang Ibu kirimkan kepada kalian kemarin Ibu akui keliru. Seharusnya bukan soal itu untuk ulangan kali ini. Namun, … sebelum Ibu mengirimkan soal itu, Siska, anak Ibu jatuh sakit. Ia mual dan muntah, suhu badannya sangat tinggi. Namun, karena Ibu sudah berjanji memberi soal ulangan, Ibu terburu-buru. Maafkan Ibu ya, Nak! Sekarang Ibu masih di rumah sakit. Siska kena demam berdarah. Mohon doanya ya, Anak-anak yang baik. Terima kasih sudah mengingatkan. Ibu bangga punya murid seperti kalian.”
Pesan yang dikirim Bu Pipit kontan membuat para siswa kelas 8.1 menjadi tertegun.
“Maafkan Atik, Bu. Semoga Siska segera sehat kembali,” gumam Atik sambil mendekap ponsel di dadanya.


#MerdekaBelajar
#KamisMenulis
Belajar dari Bu Atik
Jadi, ternyata salah soal! Untungnya sudah diperbaiki, soalnya bikin bingung murid, haha…
Guru bisa juga salah kok.
Cerita yang menarik, dibumbui dengan rasa penasaran.
Cerpen nya mengalir indah pak Bagaimana pak susanto cara membuat cerpen buat pemula?saya sulit sekali merangkai kata2nya
Ibu guru Pipit sangat inspiratif. Selalu memandang para siswanya positip. Mantap cerpennya Pak D.
Wah memang jagonya buat cerpen ini mah, dari tema kok keluar bisa menjadi cerita yang menarik.
Hehe..bisa aja ya Pak D.. Bikin cerpennya… . Memang saat anak kita sakit..terkadang kita ga fokus dengan tugas kita. Hati ibu mana yang ga sedih liat anaknya sakit…
Semoga tak terulang lagi untuk Bu Pipit yaa.. Mengirim soal sebelum di cek.
Terima kasih.
Keren…Teacher is a real man..bisa salah dan ketika salah ya minta maaf..kelak akan menginfluence murid2nya