Lokakarya Kedua Pendidikan Guru Penggerak
Setelah lima hingga enam hari (sesuai jumlah Calon Guru Penggerak) Pengajar Praktik melakukan Pendampingan Individu kedua, digelar kegiatan Lokakarya. Lokakarya kedua Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 yang saya ikuti beberapa kali mengalami perubahan jadwal. Yang pertama, akibat perubahan nomenklatur lembaga satuan kerja penyelenggara PGP (Pendidikan Guru Penggerak).
Sebagaimana diketahui, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah atau LP2KS bertransformasi menjadi Balai Besar Guru Penggerak. Kedua satuan kerja penyelenggara Pendidikan Guru Penggerak itu berubah menjadi BBGP (Balai Besar Guru Penggerak) berdasarkan Peraturan Mendikbudristek RI Nomor 14 tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Guru Penggerak dan Balai Guru Penggerak.
Menurut Permendikbudristek nomor 14/2022, Balai Besar Guru Penggerak yang selanjutnya disingkat BBGP adalah unit pelaksana teknis setingkat eselon II.b. Bidang yang ditangani adalah pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah. Sedangkan Balai Guru Penggerak adalah unit pelaksana teknis setingkat eselon III.a dan IV.a. Bidang yang ditangani meliputi pengembangan dan pemberdayaan guru, pendidik lainnya, tenaga kependidikan, calon kepala sekolah, kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan pengawas sekolah.
Alasan kedua berubahnya jadwal pelaksanaan adalah jadwal Lokakarya bulan September tidak bisa dilaksanakan, karena sesuatu hal sehingga diterbitkan jadwal yang baru.
Lokakarya 2 Dilaksanakan Setelah Pendampingan Individu (PI) 2
Pendampingan Individu dilaksanakan oleh Pengajar Praktik di lembaga pendidikan (sekolah) tempat CGP (Calon Guru Penggerak) bertugas. Pendampingan Individu, selanjutnya disingkat PI, dilaksanakan selama 4 jam pelajaran atau 4 x 45 menit. Selama tiga jam, Pengajar Praktik mendampingi Calon Guru Penggerak sesuai rambu-rambu yang sudah ditetapkan.
Materi PI 2 PGP Angkatan 5 adalah tentang “Perubahan Paradigma Pemimpin Pembelajaran”. Fokus Pendampingan adalah diskusi refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah, diskusi refleksi perubahan diri setelah mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3, diskusi rencana merintis komunitas praktisi di sekolah, berdasarkan hasil pemetaan di lokakarya 1, dan mengkomunikasikan visi dan prakarsa perubahan ke KS dan warga sekolah dengan dimoderasi oleh PP.
Sepuluh menit pertama, PP menyapa dan menjelaskan fokus pendampingan. Selanjutnya, CGP menjelaskan tentang dukungan Kepala Sekolah/ Rekan Sejawat terhadap pendidikan guru penggerak yang ia alami. Bentuk dukungan, tantangan, dan cara menyiasati jika menghadapi tantangan.
Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi terkait perubahan apa saja yang dirasakan setelah mempelajari modul 1.1, 1.2, dan 1.3. Menjelaskan refleksi dan hal-hal yang perlu diperbaiki. Selanjutnya CGP menjelaskan tentang komunitas praktisi yang sudah atau akan dirintis.
Pada bagian berikutnya, CGP bersama Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat, membahas dan menganalisis visi sekolah. Hal yang didiskusikan meliputi:
Apakahi visi sekolah sudah berpihak kepada murid? Jika visi sudah berpihak kepada murid, lakukan identifikasi dan pengembangan program yang bisa dilakukan oleh warga sekolah. Jika visi belum berpihak kepada murid, ajak warga sekolah merumuskan visi yang berpihak kepada murid. Setelah visi dirumuskan, CGP mengajak warga sekolah melakukan identifikasi dan mengembangkan program yang bisa dilakukan oleh warga sekolah.
Selama lebih kurang 2 jam, CGP memandu diskusi. Pengajar Praktik menjadi moderator dan memberikan penguatan pada bagian akhir diskusi.




Pelaksanaan Lokakarya 2
Sesuai jadwal, Lokakarya dilaksanakan pada hari Sabtu. Tanggal 8 Oktober 2022 adalah hari libur nasional, namun kami gunakan untuk melaksanakan lokakrya. Sebelum digelar, Penanggung Jawab kegiatan beserta staf BGP Sumatera Selatan mengajak PP untuk menyamakan persepsi dan melakukan persiapan pelaksanaan Lokakarya. Penyamaan persepsi dilaksanakan pada hari Jumat siang hingga petang. Lokasi lokakarya adalah Sanggar Kegiatan Belajar yang berlokasi di desa G1. Mataram, Kecamatan Tugumulyo.
Tidak di hotel? Tidak. SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) sudah dua kali digunakan sebagai tempat lokakarya. Lokakarya 0 atau lokakarya orientasi dan Lokakarya Pertama dilaksanakan di sini. SKB memiliki ruang-ruang kelas yang cukup memadai. Juga memiliki aula yang cukup luas. Tempat parkir sepeda motor cukup luas, sedangkan parkir mobil berada di halaman depan. Jika tidak mencukupi, mobil-mobil berparkir di jalan kampung di samping SKB.
Tema utama Lokakarya 2 adalah Visi untuk Perubahan Lingkungan Belajar. Tujuan lokakarya kedua ini adalah: 1) Peserta dapat menjelaskan perkembangan/kemajuan prakarsa perubahan level diri (Aksi Nyata modul 1.3) serta memperbaharui rencana berdasarkan umpan balik Calon Guru Penggerak lain, 2) menjelaskan rencana penyampaian disiplin positif di kelas dan strategi penerapan di sekolah (Aksi Nyata modul 1.4) serta memperbaharui rencana berdasarkan umpan balik Calon Guru Penggerak lain, 3) menunjukkan kemampuan mempraktikkan Segitiga Restitusi dalam penerapan disiplin positif, dan 4) menunjukkan kemampuan dalam memandu pembuatan Keyakinan Kelas.
Pleno dan Kerja Kelompok
Lokakarya 2 dilaksanakan secara pleno (klaisikal) dan kerja kelompok. Kelas saya terdiri dari 3 Pengajar Praktik. Pak Timbul bertugas memandu pembukaan, acara inti didampingi semua Pengajar Praktik, sedangkan penutup dilaksanakan oleh pak Asyari Pupanosa (Pak Ari).
Ketika peserta terlihat mulai jenuh, PP maupun perwakilan CGP memberikan ice breaking.


Apa saja yang dilakukan Calon Guru Penggerak? Pada sesi pertama, CGP mempresentasikan progress ataupun perkembangan prakarsa perubahan diri (Aksi Nyata) yang sudah kita lakukan pada modul 1.3. Mereka mengeluarkan visi serta rancangan prakarsa perubahan (daftar pertanyaan) yang sudah dilakukan dan presentasikan. Rekan-rekan CGP lainnya memberikan tanggapan.
Selanjutnya, CGP membuat rencana penyampaian disiplin positif dengan menuliskan strategi dan alasan pemilihan strategi yang dipilih, kemudian ditempel di dinding dan diberi komentar oleh peserta lainnya.
Setelah istirahat selama satu jam, peserta lokakarya melanjutkan kegiatan. Kali ini mereka praktik pembentukan keyakinan kelas. Sebelumnya mereka memahami melalui tanya jawab bahwa keyakinan kelas beda dengan peraturan kelas. Keyakinan kelas berlandaskan nilai-nilai kebajikan dan universal.
Urutan langkah-langkah membuat keyakinan kelas adalah: 1) memunculkan peraturan, 2) mengubah peraturan menjadi kalimat yang lebih positif, 3) menyarikan peraturan menjadi keyakinan, 4) mendiskusikan gambaran perilaku yang mencerminkan keyakinan kelas, 5) mendiskusikan mengenai peran seluruh warga kelas, dan 6) meninjau ulang keyakinan yang sudah dibuat dari waktu ke waktu.
Kegiatan terakhir sebelum lokakarya ditutup adalah mempraktikkan penyelesaian kasusu dengan segitiga restitusi. Ada 3 tahapan dalam melakukan restitusi, yaitu: 1) menstabilkan identitas, 2) validasi tindakan yang salah, dan 3) menanyakan keyakinan. Pengajar Praktik memberikan beberapa kasusu, CGP berperan menjadi guru, murid, dan pengamat.
Penutup
Pada bagian penutup, CGP dan PP melakukan refleksi. Para CGP diminta menuliskan hal baik apa yang sudah dilakukan di hari ini, hal yang bisa ditingkatkan ke depannya, dan hal yang dipelajari hari ini.

Musi Rawas, 12 Oktober 2022
PakDSus