artikel

Menjadi Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Musi Rawas Angkatan 9 (Bagian 2)

Gambar Tangkap Layar Fasilitator PGP Angkatan 5 Musi Rawas Kelas 09.31.BGPSUMSEL (Sumber GB Rani Nawang Sari)

Selamat sore pak Susanto. Salam kenal. Saya Rani Nawang Sari. Fasilitator Angkatan 9. Ditugaskan untuk menjadi fasil dari CGP yang bapak dampingi

Datang pesan pada WA sapaan santun dari Bu Rani, Fasilitator PGP Angkatan 9. Saya pun membalas.

Selamat sore Ibu Rani, salam kenal. Terima kasih informasinya. Semoga tidak ada perubahan CGP yang didampingi.

Saya membalas demikian karena tidak tahu bahwa ‘peng-kelas-an’ CGP sudah fix. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari teman-teman PP, BGP, maupun pihak Dinas Pendidikan.

Saya meyakini bahwa pembagian CGP yang didampingi oleh PP pasti tidak serta merta. Tidak ujug-ujug, ada proses di dalamnya. Proses yang terjadi adalah pengelompokan CGP dan PP mempertimbangkan jarak yang bisa diterka melalui aplikasi Google Map.

Akan tetapi, dalam kenyataannya, bisa saja CGP yang mestinya lebih dekat dengan PP A malah didampingi oleh PP B. Sebaliknya CGP yang lokasinya berada relatif lebih dekat dengan PPB, malah didampingi oleh PP A.

Namun, apa boleh buat. Sebagai abdi negara, kami siap menerima tugas yang diberikan. Meskipun, jika merunut ke belakang, ketika P4TK Matematika menjadi satker kami, beliau memberikan kepada 10 orang PP untuk menentukan kelompok dan segera dilaporkan untuk ditetapkan.

Ah, masa lalu yang indah memang tidak selalu terulang. Namun, masa yang indah tetaplah indah untuk dikenang.

Ketika obrolan di WA selesai, sebagai orang beradab, saya mengucapkan terima kasih.

Tidak dinyana, datang balasan ucapan, “Njih, Pak.”

Percakapan yang seharusnya saya akhiri, menjadi berlanjut gegara (istilah slank anak muda untuk kata ‘gara-gara’) dua kata itu.

Lha kok njih, Senada caknyo nih 1)

Balasan WA saya pun bersambut.

Caknyo iyo 2)

Balasan pendek membuat saya menyimpulkan bahwa ada ikatan emosi etnis. Belakangan dugaan saya benar bahwa bahwa bu Fasil Rani memiliki darah Jogja dan Solo.

Saya mendapat kabar bahwa rekan-rekan CGP (Calon Guru Penggerak) saya sudah tergabung di grup. Sementara, saya sendiri belum. Oleh karena itu, saya pun menghubungi bu Fasil Rani.

Siyap digabungkan ke grup CGP, Bu. Biar Ibu bisa ingatkan saya untuk ikut semua tahapan belajar CGP,” tulis saya di kolom chat.

Satu menit kemudian, saya mendapat balasan: Siap!

Setelah pulang dari sekolah, saya sudah digabungkan oleh bu Fasil. Ibu Fasilitator yang menurut saya sangat peduli dengan CGP. Hingga di grup beliau pun mengingatkan agar segera melaksanakan pretes.

Berikut bukti perhatian beliau kepada para CGP.

Rani Nawang Sari Fasilitator: Assalamu’alaikum wr wbr. Selamat Malam Bapak Ibu hebat semua…
📣Sekedar menginfokan bahwa hari ini tanggal 16 sampai 18 Agustus 2023, Bapak Ibu CGP akan melaksanakan Pretes Modul 1.1
Waktu pengerjaan satu jam.

📝Saran saya…
✅ Jangan mengambil waktu di jam mengajar karena merugikan anak
✅ Siapkan Jaringan Stabil (bisa sehabis jam pelajaran di sekolah , warnet atau tempat lain)
✅ Kerjakan dengan santai dan teliti tidak perlu terburu
✅ Jika pengerjaan terputus jangan panik segera hubungi kami.
✅ Untuk memperlancar kegiatan selanjutnya silahkan lakukan SIMULASI dulu di LMS belajar cara memberi komentar dan menggunggah tugas
✅ Setelah melaksanakan pre test, Modul 1.1 akan terbuka.
✅ Tanggal 21 Agustus 2023, silahkan Bapak Ibu CGP mencermati dan mengerjakan room Mulai dari diri, jangan membuka modul lain secara acak agar tidak terbebani, nantinya kita akan bahas Bersama satu persatu melalui ALUR MERDEKA
✅ Tanggal 22 Agustus 2023, kita akan bertemu daring untuk room Eksplorasi Konsep

Selamat Beraktivitas bapak ibu, semoga kita semua diberi kesehatan dan sampai ketemu di ruang virtual. 🫶🫰
Wa’alaikumussalam wr. wbr.

Fasilitator Rani Nawang Sari
BGP SUMATRA SELATAN

Setelah memberikan petunjuk, bu Fasil kemudian mengirimkan sebauah tautan. Tautan formulir Google yang disematkan berisi kolom-kolom tentang data diri dan akun media sosial yang dimiliki. Tampaknya, ini semacam tes diagnostik atau tes formatif awal nonkognitif demi kelancaran kegiatan pembelajaran selanjutnya.

Demi mengenal lebih jauh, meskipun PP, saya pun mengisi form yang beliau siapkan. Loh, siapa tahu tidak berguna? Belum tentu tidak berguna, ‘kan. Maksudnya meskipun sedikit, bakal ada gunanya.

Gambar profil di awal tulisan ini adalah gambar profil FB sang Fasilitator. Mohon maaf jika laman FB-nya saya tangkap gambar layarnya, Bu Fasil. Keberanian saya muncul karena berasumsi, meskipun untuk bisa melihat lebih jauh profil seseorang di FB mereka harus berteman. Akan tetapi, jika kolom pencarian digunakan lalu keluar gambar profilnya, berarti yang bersangkutan tidak keberatan jika gambarnya terpampang di jagad maya. Dia sendiri, mengunggahnya.

Sekali gambar atau apa pun terunggah di jagad maya maka ia berisiko tidak kembali lagi atau hilang, meskipun pengunggah menghapusnya.

Ternyata, Bu Rani Nawang Sari amat populer. Temannya sudah mencapai 5000 atau 5K. Itu, jika semua temannya datang ke rumah dan disuguh Es Dawet Ayu seharga lima ribu rupiah, Bu Rani bakal mengeluarkan kocek sebesar 25.000.000. Itu baru es saja, belum lainnya.

Sebaliknya, jika sang Fasilitator berjualan online, barang dagangannya dibeli semua oleh teman netizennya, bisa dibayangkan cuan yang bakal diterima oleh Bu Rani. Betul, nggak. Anggap saja betul, yah!

Namun, teman netizen tetaplah teman maya. Teman yag hanya terhubung jika ada paket data. Maka, saya bahagia sekali diberi kesempatan tugas sebagai PP Angkatan 9 karena saya akan bertambah lima teman luring.

Tidak perlu jaringan internet jika ingin bertemu. Paling modal bensin seliter, bisa bertemu dan minum teh bersama. Tanpa harus ngiler karena hanya dikirim gambar es teler yang cerah seperti dilakukan oleh teman-teman daring.

Akan tetapi, teman luring maupun daring bagi saya sangatlah penting. Apalagi sudah berada di era Industri 4.0 yang kini merambah 5.0.

Pun saat ini dunia digital begitu memudahkan segala urusan di balik bayang-bayang kengerian yang dahulu tidak sama sekali terbayang.

Aduh, maunya menceritakan bagaimana saya mengulik teman maya baru saya di FB, Bu Rani Wulan Sari. Jam di laptop sudah cukup larut. Saya takut kepala yang dua hari lalu menyut-menyut bakal kambuh lagi. Sambung di Bagian 3, ya!

Musi Rawas, 18 Agustus 2023
Blogger Guru Musi Rawas,
PakDSus

1) Lha kok iya, senada sepertinya
2) Sepertinya, iya.

Balasan pende

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Menjadi Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Musi Rawas Angkatan 9 (Bagian 2)

  • Useful info. Fortunate me I discovered your website accidentally, and I’m shocked
    why this twist of fate did not took place earlier! I bookmarked
    it.

Comments are closed.