artikel

Menulis dengan APIK

“Selamat pagi, Pak D. Mudah-mudahan terus sehat dan semangat di setiap hari Bapak. Jika berkenan, mohon berkomentar di postingan blog saya ini, ya. Terima kasih banyak.”

Kalimat pada kolom chat WA tersebut dikirimkan oleh sahabat WA saya, Pak Padil. Pak Padil atau Guru Supadillah adalah teman yang saya kenal ketika mengikuti webinar “Belajar Menjadi Pemenang Lomba Blog” pada tanggal 27 Februari 2021. Dua tahun lalu.

Pak Guru Padil sering mengikuti kompetisi menulis di blog dan sering menjadi pemenang. Uang dan barang sering ia terima dan itu dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi serta menjadi sarana pengembangan diri.

Kalimat pada kolom chat WA, oleh Pak Padil, disertai permalink https://gurupembelajar.my.id/sampoerna-university/. Sambil membaca saya membatin, pasti ini tulisan yang diikutkan lomba blog juga nih. Sedikit mengulik, akhirnya, saya menemukan laman tentang “Blog Writing Competition” pada laman ini. Tautan yang disertakan pada kolom chat yang sama pun segera saya klik. Karena sinyal yang tidak terlalu bagus, komputer cukup lama menampilkannya.

Setelah laman terbuka, dalam hati saya berharap, Pak Padil berhasil memenangkan “Blog Writing Competition” ini. Pesan Pak Padil untuk membaca artikelnya saya lakukan. Namun, karena kesibukan saya baru membaca sekilas. Niat lama saya untuk ikut belajar menulis dan menuliskan ‘gaya tulisan’ sang jawara ini ingin saya wujudkan. Boleh jadi, jika tulisan ini selesai dapat dipetik manfaatnya agar teman-teman penulis dapat juga dapat memenangkan kompetisi menulis di blog.

Menulis dengan APIK

Pak Padil mengawali tulisan dengan peristiwa faktual yang terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Februari 2023. Pertemuan orang tua dengan para guru di sekolahnya. Kemudian, uraian dilanjutkan dengan memaparkan tentang pentingnya pendidikan dan dikaitkan dengan kurikulum. Uraian ini digunakan Pak Padil sebagai pembuka tulisan bertema “Peran Kurikulum Internasional dalam Sistem Pendidikan di Indonesia”. Agar berkaitan dengan tema tulisan, cerita tentang murid Pak Padil yang berkesempatan ke Amerika pun beliau paparkan.

Pembukaan tulisan pak Padil mengalir dan faktual. Paparan tentang pendidikan dan peristiwa faktual murid sekolahnya memunculkan koherensi dengan inti tulisan. Inti tulisan tentang peran kurikulum internasional dalam sistem pendidikan di Indonesia diberi pengantar yang singkat namun berkaitan erat. Cerita seorang muridnya, Maliya Finda Dwi Putri, yang pernah mendapat hadiah berkunjung ke Amerika berkorelasi dengan topik tulisan dan menjadi jembatan menuju artikel intinya.

Inti tulisan dimulai dengan kalimat tanya, “Mengapa SAMPOERNA UNIVERSITY?” Pak Padil menguraikan dengan menjawab bahwa Sampoerna University adalah satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan pengalaman pendidikan tingkat tinggi ala Amerika. Sampoerna University memiliki standar kurikulum pendidikan, fakultas, fasilitas, dan operasional Amerika Serikat di Indonesia. Sampai di sini, sang penulis meenjawab pertanyaan apa dan di mana.

Masih menjawab pertanyaan “apa”, Pak Padil menguraikan tentang data-data dan fakta pendidikan tinggi di Amerika. Angka dan persentase disajikan. Angka pada jumlah universitas terbaik dunia, persentase kualifikasi doktor para pengajar yang memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi terbaru, serta metode pembelajaran yang diterapkan.

Pertanyaan kapan, siapa, dan bagaimana diuraikan jawabannya dengan runtut. Pak Padil asyik menceritakan fakta-fakta yang memperkuat argumen bahwa Sampoerna University memiliki banyak keunggulan. Pada akhirnya, Pak Supadilah—sang Jawara lomba blog—mengakhiri dengan ajakan untuk bergabung atau menimba ilmu di Sampoerna University.

Meskipun tulisan Pak Padil berjenis tulisan populer, namun unsur APIK pada tulisan ini kelihatan sekali. APIK pada penulisan karya ilmiah, sudah banyak kita ketahui, yaitu ASLI, PERLU, ILMIAH, dan KEREN eh KONSISTEN.

Asli, saya yakin dan reputasi penulisnya sebagai jawara writing competition, tulisan tersebut adalah asli hasil karya sang penulis. Belum saya uji pada aplikasi pemeriksa plagiasi, namun gaya penulisan si Bapak Guru sudah menjamin bahwa tulisan Pak Supadilah unik. Artinya, terbebas dari plagiasi.

Perlu, tulisan ini diperlukan oleh banyak orang yang ingin mengetahui informasi tentang Sampoerna University. Sebelum pembaca menemukan website Sampoerna University, ketika singgah di laman blog Pak Padil, mereka menemukan informasi yang diperlukan.

Ilmiah, tulisan bagus ini tentu saja mengandung unsur ilmiah. Kerangka isinya jelas, ada bagian pendahuluan, inti, dan penutup. Fakta dan data pun disampaikan sumber rujukannya. Tentu saja, karena bukan karya tulis ilmiah, tidak perlulah terlalu rigid, sehingga cukup sumber dan tahun data itu disampaikan.

Konsisten, saya artikan sebagai taat asas atau ajek. Pembahasan tidak melebar ke mana-mana. Uraian pada bagian pendahuluan, inti, dan penutup, selaras. Keselarasan dan keajekan membahas tentang kurikulum internasional yang diberlakukan di Sampoerna University.

Pak Supadilah berhasil menulis dengan apik dan APIK.

Musi Rawas, 28 Februari 2023
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Menulis dengan APIK

  • Apik, apik, apik, semoga menang, Pak Padil!

  • Benarkah? Terima kasih sudah berkomentar.

  • Terima kasih Bu Atik sudah berkunjung.

  • MasyaAllah..pantun bale tulisan pak padil yg keren…

  • Wah, tulisan saya dibedah dengan mendalam. Malah lebih ngena review ini ketimbang tulisan saya. Hehe ..

    Jarang orang menulis dengan detail seperti Pak D. Runut dan teliti sekali. Sampai ada singkatan APIK yang tadinya saya kira bukan singkatan. Jadi bisa bermakna seperti biasanya apik = bagus, eh bisa juga sesuai akronim APIK = ASLI, PERLU, ILMIAH, dan KONSISTEN.

Comments are closed.