kepegawaian

Pijar Lentera Asa

Pijar Lentera Asa, Memoar Guru Pembelajar

Setelah menunggu satu tahun lamanya, akhirnya si “jabang bayi”, buku memoarku lahir. Terima kasih kepada Masmo yang berkontribusi memberikan saran judul. Terima kasih kepada Bunda Kanjeng, Sri Sugiastuti. Juga kepada Penerbit OASE yang telah membantu penerbitan buku solo kedua saya ini.

Perjalanan karir seorang guru/pendidik tidak selalu dimulai dari daerah dengan beragam fasilitas. Sebagian memulai perjalanan pengabdiannya dari daerah terpencil, jauh di pedalaman. Saya adalah salah satu guru/pendidik di Kabupaten Musi Rawas yang mengawali karirnya dari daerah terpencil. Saya bersama 24 orang guru, pada awalnya, berangkat dari tanah Jawa untuk memulai pengabdiannya di sekolah dasar yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Berbagai pengalaman serta suka duka yang saya alami di daerah terpencil hingga perjalanan karir saat ini bagikan kepada Anda semua. Liku-liku perjalanan semenjak masih bujangan berpangkat Pengatur Muda Tingkat I Golongan II/b hingga dikaruniai empat orang anak yang sudah dewasa saya ceritakan dalam buku ini.

Buku ini tidak hanya menjadi rekaman perjalanan karir penulis, namun ditulis dengan harapan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para guru/pendidik lainnya, khususnya di Kabupaten Musi Rawas, untuk terus berkarya khususnya dalam bentuk karya tulis.

Kata orang bijak, menulis itu ada 3 jenis, yaitu: menulis untuk mengabadikan momen, menulis untuk mengabadikan buah pikiran, dan menulis untuk kebutuhan. Buku “Pijar Lentera Asa Memoar Guru Pembelajar” adalah tulisan untuk mengabadikan momen yang saya alami.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

7 thoughts on “Pijar Lentera Asa

  • Luar biasa, Pak D. Selamat ya.. sy ikut senang. Pak D pasti bisa terus berkarya..

  • Selamat, Pak D atas lahirnya anak kedua. Semoga berkah, dan segera menyusul yang ketiga.

  • Luar biasa Pak D…
    Saya termasuk yang sering mendengar /membaca niatan Pak D ini. Akhirnya pecah juga telurnya.
    Selamat atas bayi keduanya Pak D.

    Boleh dikirim Pak D, satu eks ke Jakarta… Heheheh

Comments are closed.