bahasa

Rajutan di Sela Belajar Daring

Benang dan Hasil Rajutan Anis (Dok. Pribadi)

 

Merajut itu identik dengan perempuan, ya? Sebenarnya, tidak. Saya pun mau jika bisa. Sayangnya tidak bisa dan tidak mau belajar. Lain halnya dengan Rahmaku yang kedua ini. Ia ternyata tekun, gigih, ulet, serta telaten menyirat benang nilon warna warni menjadi aneka bentuk rajutan.

O, ya. Kok, Rahma yang kedua? Emang ada berapa Rahma yang saya miliki? Ya, saya memiliki dua Rahma. Yang satu Rahmasiwi, kami biasa memanggil Siwi. Ia gadis, anak kedua kami. Satunya lagi Rahmanisa. Kami biasa memanggil Anis, bukan Nisa atau Anisa.

Rahmanisa dan Rahmasiwi (Dok. Pribadi)

Rahmanisa, masih belajar secara daring. Mahasiswa semester dua itu, sampai sekarang belum pernah melihat secara fisik kampusnya di Semarang. Ibukota Provinsi Jawa tengah yang jauhnya lebih kurang 1.160 kilometer dari rumah itu belum pernah kami kunjungi. Beberapa kali merencanakan ke sana selalu gagal akibat adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Bermasyarakat yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Untungnya masih belajar daring, jadi tidak perlu buru-buru pergi ke sana untuk mencari rumah kos.

Nah, di sela-sela kesibukannya melakukan daring, rupanya ia menonton saluran YouTube dan belajar merajut dari sana. Mencoba sebaris demi sebaris, akhirnya gulungan benang nilon itu pun berubah bentuk menjadi konektor tali masker. Perempuan berhijab pun tidak perlu repot mengaitkan maskernya pada kedua telinganya, tetapi cukup mengaitkan tali maskernya pada konektor, dan mereka memakai masker dengan nyaman.

Dompet, Tas, dan Gantungan Kunci

Tidak hanya konektor masker yang Anis buat. Ia juga mencoba membuat tas gantung cewek yang kecil. Ada tas gantung polos berwarna merah marun, kombinasi warna kuning dan hitam, dan lainnya. Ia juga mencoba membuat dompet dan gantungan kunci berbentuk boneka panda.

Sejauh ini barang-barang itu dipakai sendiri, untuk souvenir teman-teman ibunya, ada juga yang dijual. Karena sambilan, barang yang dihasilkan tidak teralu banyak. Anda mau belajar juga? Mungkin, Anisa pada awalnya menonton video ini atau video dari saluran lainnya. Saya tidak tahu. Yang jelas ketika saya tanya, ia hanya menjawab belajar dari youtube. 

 

 

 

Salam blogger sehat
PakDSus
Guru Blogger Musi Rawas
https://blogsusanto.com/

#28MarchChallenge,
#Ceritaanakkuhariini,

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

13 thoughts on “Rajutan di Sela Belajar Daring

  • Duo Rahma hebat ….! Udah manis pintar pula. Titip salam buat mereka berdua.

  • Keren… Rajutan yg sangat cantik sesuai dg yg membuat. Di jaman sekarang termasuk lagi bagi emak2 yg membuat rajutan tersebut

  • Keren… Membuat rajutan yg cantik. Jaman sekarang sudah langka

  • Duo Srikandi yg kreatif . Warisan dari siapa yaa???

  • Mantep. Inspirasi nih Pak D buat rajutan

  • Wah kerennn bingittt

  • Herni Sunarya Banah

    Duo rahma ya cantik dan manis selamat belajar merajut Pak D bersama duo srikandi yang cuantik

Comments are closed.