artikel

Seru, LCC Super 100 untuk Guru Kabupaten Musi Rawas

Dokpri Susanto

“Jawaban salah! Bapak dan Ibu yang mengangkat tangan kanan, mohon maaf, Anda harus meninggalkan ruangan!”

Suara panitia terdengar lantang melalui pengeras suara. Dengan senyum, mungkin juga terselip rasa kecewa, para guru yang tereliminasi perlahan meninggalkan ruangan.

Begitulah gambaran LCC Super 100 yang digelar harian lokal Linggau Pos bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, MKKS, dan K3S Musi Rawas.

Lomba untuk guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK se-Kabupaten Musi Rawas tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Pemda Musi Rawas, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-83 Kabupaten Musi Rawas. Ratusan guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK turut ambil bagian dalam lomba yang tergolong unik tersebut.

Peserta Salah Menjawab Langsung Keluar Ruangan

Pada babak penyisihan, setiap peserta memegang peraga berupa tanda centang berwarna hijau dan tanda silang berwarna merah. Soal berbentuk benar atau salah dijawab peserta dengan mengangkat tangan kanan yang memegang tanda centang hijau untuk jawaban benar. Peserta yang salah menjawab harus meninggalkan ruangan hingga tersisa 100 orang.

Bahkan, apabila peserta sengaja ataupun tidak sengaja memindahkan tanda atau alat peraga yang dipegang, panitia akan langsung memberikan sanksi diskualifikasi.

Sebelum lomba dimulai, panitia terlebih dahulu memberikan gladi. Panitia juga memberikan gladi mengenai tata cara menjawab dan hal-hal yang harus dilakukan peserta saat menjawab pertanyaan. Sebagian besar peserta memahami aturan yang disampaikan panitia, meskipun masih ada juga yang melakukan kesalahan.

Setelah memastikan peserta memahami aturan permainan, lomba pun dimulai dari jenjang sekolah dasar. Soal benar-salah dibacakan sebanyak dua kali, kemudian peserta diberi aba-aba untuk menjawab dengan mengangkat alat peraga sesuai jawaban yang diyakini.

Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Pertanyaan lain juga mencakup administrasi pendidikan yang dikaitkan dengan penggunaan teknologi digital. Peserta pun harus siap memahami kehidupan guru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pertanyaan berikutnya seputar pengetahuannya tentang undang-undang pendidikan, wawasan kebangsaan, hingga upaya guru melibatkan orang tua dalam dunia pendidikan.

Sebagian besar soal berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan guru sehari-hari. Namun, rasa gugup dan lupa membuat banyak peserta hanya sempat menjawab satu kali. Sesudahnya, harus meninggalkan kursi karena jawaban yang diberikan dinyatakan salah. Dengan demikian, alat peraga pun harus dikembalikan kepada panitia.

Dalam tata tertib yang dibagikan kepada peserta sebelum kegiatan dimulai, disebutkan bahwa permainan akan terus berlangsung hingga tersisa empat peserta.

Pada babak final, apabila ada satu dari empat peserta yang mampu menjawab benar, langsung ditetapkan sebagai pemenang atau juara pertama.

Sebagai guru, model LCC Super 100 ini sebenarnya dapat diterapkan di sekolah untuk melatih ketajaman ingatan siswa. Hanya saja, ranah kognitif yang disasar sebatas pada tingkat kemampuan C1 (mengingat) dan C2 (memahami).

Akhirnya, Admin mengucapkan selamat kepada Linggau Pos yang sukses menggelar acara ini.***

Musi Rawas, 21 Mei 2026
Salam Guru Pembelajar

PakD

Artikel ini telah tayang di https://www.melintas.id/news/347395650/seru-lcc-super-100-untuk-guru-berterma-guruku-hebat-guruku-mantap-kabupaten-musi-rawas?page=all

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.