Wanita Perkasa

Lihatlah hidangan buka puasa hari kedua kami! He he he … mewah, ya! Nasi putih, oseng tempe, lauk tempe goreng, dan tahu isi. Kata orang kampung saya, tahu isi itu tahu bunting.
Oh, iya, apa itu yang coklat kehitaman? O, itu godo-godo. Godo-godo ya, bukan gado-gado. Godo-godo itu istilah daerah kami (Musi Rawas) untuk kue yang terbuat dari tepung teringu yang dilumat dengan pisang masak, kelewat masak malah. Diberi sedikit gula, paling hanya sesendok makan, lalu digoreng.
Pisang yang sangat masak (dalu=Jawa), mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Secara kimiawi, gula yang dipanaskan akan naik titik didihnya dan meningkatkan kepekatannya. Titik didih gula, konon, berada pada suhu 160° C. Apabila gula dipanaskan melebihi titik didih ini, molekul gula akan memecah dan berubah wujud. Perubahan ini membuat sifat asli gula berubah pula. Molekul gula pecah maka tekstur gula pun berubah. Cairan gula menjadi lebih lengket dan berwarna cokelat keemasan. Nama beken-nya adalah karamel (caramel). Makanya, pisang bercampur tepung itu jika digoreng akan cepat berwarna kecoklatan. Apalagi ditambah dengan sedikit gula. Oleh sabab itu, api yang digunakan tidak boleh terlalu besar, demikian istri saya mengingatkan. Lo, kok mengingatkan? Iya, karena saya suka membantunya memasak di dapur.
Menu sederhana itu bervariasi setiap harinya. Menu yang sedap itu dipersiapkan oleh seorang perempuan perkasa. Siapa lagi kalau bukan mantan pacar saya, ha ha ha. Sebagai ungkapan rasa sayang, kadang saya membantunya di dapur. Sebab, anaknya yang gadis kadang ada pekerjaan. Kuliah daring dan kegiatan kemahasiswaan yang juga daring membuatnya lebih banyak di depan layar laptop. Sementara adiknya yang baru kelas 8 seorang anak laki-laki. Selalu saja ada alasan dan sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
Perempuan perkasa itu tidak hanya sibuk menjelang maghrib. Dini hari nanti, ia pun akan sibuk dengan urusannya, menyiapkan masakan sahur untuk kami semua.
#13April2021AISEIWritingChallenge,
#inspirasikartini,
#KurikulumNgumpet
, 4 jempol untuk wanita perkasa, juga untuk sang pria yang menghargai istrinya.
Semoga bertemu lagi dengan menu istimewa di Ramadhan tahun ini Pak D.
Teksturnya semakin lembut nih
Terima kasih, Bu Miens. Salam kembali.
Semoga pahala sibuknya wanita di dapur sebanding pahala suami yg beribadah siang malam. (Waktu ibadah istri terpotong utk menyiapkan menu buka dan sahur utk klg). Salam utk wanita perkasanya Pak D.
Ha ha ha, makanan orang desa Mbak Dea.
Wah ngiler nih Pak D …. Mau dong pisang karamelnyaaa hehehhe smangat Pak D!!