bahasa

Mahasiswa “Tanpa” Kampus

 

Saya selalu mengoloknya dengan mahasiswa tanpa kampus. Anis, nama pendek, panggilan sayang dirumah buat anak bernama lengkap Rahmanisa Nur Hidayati. Ia alumni SMA Negeri Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Saat ini belajar di program Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FKIP Unnes, sebuah universitas negeri di ibu kota provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Sejak resmi diterima di kampus perguruan tinggi eks-IKIP ia mengikuti pembelajaran secara daring. Mulai dari pekan orientasi studi dan pengenalan kampus hingga saat ini, ia kuliah di semester genap.

Meskipun belajar secara daring, karena ia mahasiswa fisika, maka tidak luput dari kegitan praktik. alat praktik yang digunakan kadang menggunakan alat-alat laboratorium. Untuk ini ia pun berangkat ke sekolahnya yang dulu, SMAN Tugumulyo dan nge-bon alat laboratorium. Sebagai alumni yang pernah mewakili sekoahnya dalam olimpiade sains hingga ke provinsi mesipun tidak menang, dengan mudah ia diberi akses untuk memakai peralatan yang diperlukan.

Selain peralatan laboratorium, alat-alat praktiknya ia usahakan sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah atau sekitar rumah. Kadang saya sebagai ayahnya ikut dibuat repot untuk menarikan bahan yang harus dibeli di toko elektronik. Saya sih tidak keberatan dan dengan senang hati membantunya.

Saya menganjurkan agar video yang sudah pernah dibuat diunggah ke Youtube agar ada arsip digitalnya. Saran saya semula tidak diindahkan. Video laporan ia kirimkan bergitu saja kepada dosen. Akhirnya, tanpa sepengetahuan saya, ia membuat channel dan saya lihat baru ada dua.

“Nggak apa-apa, nanti kalau membuat video lagi unggah, ya!” komentar saya kepadanya.

O, ya. Jika pembaca tidak berkeberatan, tolong diklik tombol like dan subscribe ya! Terima kasih.

 

Another video.

 

 

 

 

#11April2021AISEIWritingChallenge,
#inspirasikartini,
#KurikulumNgumpet

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Mahasiswa “Tanpa” Kampus

  • Chanel you tube apa pak D…
    Ilmu yang bisa saya ambil dan mungkin jadi inspirasi untuk disederhanakan buat pembelajaran ke anak didik…
    Ijin boleh ya…

  • Meski tidak mengenal kampus dan dosen secara fisik tidak mengurangi semangat untuk belajar. Beruntung mbak Anis punya dosen pribadi di rumah Kolaborasi anak dan bapak yg super….

  • Saya terharu dengan inovasi dan kreatifitas Rahmonisa Nur. Kalau seandsinya setiap siswa dan mshasiswa begini, maka tidak ada omelan kenapa tidak belajar kenapa sekolah ditutup, anaj saya jadi bodoh. Yang jelas perhatian orangtua sangat penting dab sangat menentukan jesusksesan bg anaknya.

Comments are closed.