Wisuda Bukan Sarjana, Ini Kata Netizen, Perlu Kearifan dan Kecerdasan dalam Menyikapinya

blogsusanto.com – Marak pada akhir tahun pelajaran sekolah menggelar wisuda. Wisuda yang diselenggarakan berdalih sebagai tanda anak mengakhiri pendidikan di sekolah.
Pelaksanaan wisuda bervariasi. Ada yang menggelar wisuda di sekolah tanpa tenda. Ada juga yang melaksanakan di sekolah dengan tenda layaknya orang hajatan. Bahkan melaksanakannya di gedung pemerintah atau menyewa gedung milik swasta.
Sejauh ini tidak ada permasalahan. Dalam arti tidak timbul gejolak. Bahkan prosesi yang dilakukan mirip-mirip wisuda di perguruan tinggi tidak mendapat teguran pun apresiasi dari Kementerian terkait.
Beberapa Pengertian Wisuda
Wisuda itu apa, sih? Menurut kamus, wisuda berarti peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat. Kalimat yang dicontohkan adalah para sarjana yang baru lulus menghadiri acara wisuda bersama orang tua mereka.
Sementara, Wikipedia mencatat bahwa wisuda adalah upacara peneguhan atau pelantikan. Siapa mereka? Yakni mereka yang telah menempuh pendidikan. Sebagai penanda kelulusan Wisuda dilaksanakan untuk mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas atau perguruan tinggi.
Melansir laman ugm.ac.id bahwa UGM (Universitas Gajah Mada) pada kurun waktu 1950-1962 telah meluluskan para mahasiswa, namun belum ada istilah wisuda pun istilah sarjana belum ada.
Menurut buku berjudul “Wisuda UGM Periode 1950-1995” terbit pada 2017 yang dikutip laman ugm.ac.id, hingga tahun 1962, gelar bagi mahasiswa yang telah lulus UGM tersebut adalah Propaedeuse, Kandidat, Baccalauret I, Baccalauret II, Doktoral, Doktoral I, Doktoral II, Semi Arts, Arts, Insinjur, Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan, dan Apotheker.
Baru pada tahun 1963, UGM menyelenggarakan upacara wisuda sarjana untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1963 tersebut, istilah sarjana mulai dipakai. Para sarjana terbaik disebut sebagai “PARAMA WISUDA”. Mereka adalah Purna Wisuda, Widya Wisuda, dan Bhakti Wisuda.
Purna Wisuda adalah sebutan untuk lulusan terbaik. Widya Wisuda adalah sebutan bagi peneliti terbaik. Bhakti Wisuda adalah istilah untuk lulusan yang telah menjalani pengabdian masyarakat dengan predikat terbaik.
Bagaimana pengertian wisuda di kalangan Keraton, khususnya Yogyakarta?
Di kalangan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Yogyakarta) wisuda adalah pengukuhan dan pemberian “Serat Kekancingan”.
Serat kekancingan (sejenis SK-Surat Keputusan) merupakan sertifikat resmi yang diberikan Keraton kepada Abdi Dalem. Serat Kekancingan tersebut menandakan bahwa sang Abdi Dalem menduduki pangkat atau kedudukan tertentu.
Kata Wisuda di Kalangan Pendidikan Dasar dan Menengah
Kata wisuda yang awalnya adalah sebuah prosesi di perguruan tinggi, khususnya Universitas Gajah Mada. Hal ini mengacu pada pengertian pengukuhan seorang mahasiswa telah purna atau selesai mengikuti pendidikan.
Lalu, di kalangan Keraton Yogyakarta, wisuda adalah pengukuhan untuk Abdi Dalem. Abdi Dalem yang dikukuhkan mungkin naik pangkat atau menduduki posisi tertentu di lingkungan keraton.
Prosesi wisuda yang digelar pun terlihat sakral. Acara wisuda diatur sedemikian rupa dengan urut-urutan acara tertentu. Tidak jarang diiringi dengan alunan musik tradisional dengan nada tertentu. Prosesi dilaksanakan dengan serius, jauh dari senda gurau hingga prosesi purna.
Akhir-akhir ini, beranalogi dari makna wisuda sebagai penanda akhir menempuh pendidikan, prasekolah, sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah pun latah menggelar wisuda.
Bahkan, para lulusan sekolah tersebut memberikan atribut layaknya wisuda sarjana. Jubah hitam dengan kalung almamater, sleber atau kerah wisuda, tabung wisuda, dan topi berkuncir.
Kegiatan yang murni inisiatif sekolah diiyakan oleh wali murid dan didiamkan pemangku kepentingan bidang pendidikan pun akhirnya berlanjut. Sesuatu yang awalnya janggal, namun dilakukan berulang dan dibiarkan, lama-kelamaan menjadi hal biasa dan dianggap wajar.
Akun Twiter @ekakunjeri pada statusnya di https://twitter.com/ekakunjeri/status/1669524378747543552 pernah mengeluh sebagai berikut.
Setahun lalu, gw menjadi salah satu dari 3 diantara wali murid yg menolak keras wisuda utk anak TK. Esensinya ga ada. Kemudian ada wali murid lain berkata “gapapa mah momen sekali seumur hidup, belum tentu nanti pada sarjana” Allah Allah, gw jadi sedih, akhirnya gw ikut arus.
Cuitan Eka Mustikasari atau @ekakunjeri pun ditanggapi beragam oleh warga net lainnya. Selalu ada yang pro dan kontra.
Menyikapi Wisuda Prasekolah dan Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian tidak pernah mengatur tentang proses wisuda yang dilakukan sekolah. Selain urgensinya hanya sekadar penanda kelulusan, wisuda di sekolah yang beranalogi dengan prosesi wisuda perguruan tinggi yang memang lazim, menjadi wilayah pembahasan sekolah dengan komite sekolah atau orang tua/wali.
Jika dalam musyawarah akhir tahun orang tua tidak setuju, misalnya karena keberatan dengan biaya yang harus dipikul, dan jumlahnya lebih dari sepatuh yang ikut rapat maka sah. Kegiatan wisuda itu otomatis tidak bisa dilanjutkan.
Lain halnya jika diputuskan dalam musyawarah dan semua sepakat, terlepas dari ada atau tidaknya tekanan, kegiatan wisuda tetap berlangsung dengan sah.
Namun, warga +62 kadang mengangguk pada saat rapat. Meskipun sudah setuju, kadang mereka “berkoar-koar” di luar keputusan rapat.
Sebelum ada media para orang tua yang tidak puas hanya mengeluh dan merutuk di kalangan mereka sendiri. Namun, sejak media sosial digunakan sebagai alat untuk berkeluh kesah dan viral maka diperlukan campur tangan pemangku kepentingan.
Perlu semacam regulasi pemakaian istilah wisuda, seperti pihak yang berhak menyelenggarakan wisuda dan prosesi wisuda yang disarankan. Jika meminta pendapat setiap orang, pasti akan berbeda-beda. Karena setiap orang akan berpendapat sesuai dengan yang dipahami dan menurutnya benar.
Pantas saja ada yang berang ketika bertanya, “Sejak kapan wisuda TK, SD, SMP, SMA dilaksanakan?” Lalu teman saya menjawab, “Sejak jam 09.00 pagi!”***
Tulisan semula di melintas.id.
wkwkwk
Perlu digaris bawahi sejak jam 09.00 pagi.