Jelang IKM Tahun Ajaran 2023/2024: Bukan Hanya Perlu Webinar Melainkan Workshop yang Menghasilkan Karya

blogsusanto.com – Berdasarkan Surat Kepala Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 022/H/KR/2023 tentang Satuan Pendidikan Pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2023/2024 sebagian sekolah menyatakan siap, sebagian lagi menyatakan bahwa belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan KM (kurikulum Merdeka). Apa pasal mereka belum siap? Ternyata PMM (Platform Merdeka Mengajar) yang mereka instal atau dapat diakses di laman https://guru.kemdikbud.go.id/ belum dipelajari dengan optimal.
Pola pikir sebagian guru yang mengandalkan pelatihan secara luring menjadi salah satu penyebabnya. Dengan sangat terpaksa saya mengatakan bahwa gaung merdeka belajar hanya bergema di seputar Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Sementara guru di sekolah-sekolah reguler yang belum melaksanakan IKM belum tersentuh atau menyentuh esensi Kurikulum Merdeka.

Sebagian kepala sekolah masih menunggu instruksi adanya pelatihan formal tentang berbagai regulasi Kurikulum Merdeka. Mereka lupa bahwa pemerintah tidak menganggarkan pelatihan terbimbing layaknya zaman penataran atau diklat-diklat sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Barangkali juga beliau-beliau lupa bahwa dalam Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah wajib dianggarkan program peningkatan mutu guru. Di antaranya untuk mempelajari dan menguasai Kurikulum Merdeka sebelum sekolahnya benar-benar melaksanakan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka).
Untuk mempelajari Kurikulum Merdeka, para guru dapat belajar secara mandiri. Untuk ini relatif tanpa mengeluarkan biaya, hanya kuota internet untuk mengakses PMM. Selain itu, dapat belajar melalui komunitas-komunitas praktisi yang ada. Kelompok kerja guru, Grup WA, Grup Telegram, dan lain-lain dapat dimanfaatkan untuk mempelajari Kurikulum Merdeka tersebut. Yang dibutuhkan adalah semangat dan dukungan dari pimpinan.
Bukan Hanya Webinar Melainkan Workshop
Untuk memahami beberapa hal terkait latar belakang dan berbagai pengetahuan tentang Kurikulum Merdeka sudah banyak dilakukan webinar. Pengetahuan secara teori didapat, namun secara praktis belum diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan berupa workshop atau lokakarya untuk menghasilkan karya yang mendukung tugas-tugasnya dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.
Workshop atau lokakarya adalah pertemuan layaknya seminar atau diskusi ilmiah lainnya. Akan tetapi, diskusi intens yang dilakukan melibatkan peserta secara aktif. Hal mendasar yang membedakannya dengan seminar dan pertemuan ilmiah lainnya adalah dihasilkannya sebuah karya yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.
Sejak ditetapkannya libur sekolah pada tanggal 24 Juni 2023 mendatang, guru masih memiliki dua pekan untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Mempelajari materi yang sedemikian banyak dan dokumen yang lumayan kompleks tidak bisa dipenuhi dalam waktu yang amat singkat, apalagi waktu libur biasanya dimanfaatkan untuk bersantai ketimbang melakukan pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga.
Materi-materi dasar tentang Merdeka Belajar, Kurikulum, Profil Pelajar Pancasila, Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Belajar, dan Asesmen dapat dicicil dipelajari di aplikasi PMM di sela-sela waktu libur. Jika diperlukan manfaatkan media daring dan luring dengan mengundang narasumber untuk berbagi praktik baik atau memberikan pemahaman cara membuat berbagai perangkat yang menunjang keberhasilan pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Sekali lagi, yang dibutuhkan adalah komitmen dan kesepakatan untuk menyiapkan segala sesuatunya. Merdeka belajar maupun merdeka mengajar bukanlah kebebasan mempelajari materi tanpa perencanaan dan administrasi yang memadai.
Perangkat administrasi yang beredar di pasaran sesungguhnya hasil diskusi yang sudah terhimpun di dalam PMM (Plaform Merdeka Mengajar). Para pencari cuan menghimpun dan mengemasnya menjadi CD pembelajaran. Dengan dalih membantu guru, Bapak dan Ibu kepala sekolah pun membelikan. Terima kasih. Namun, meskipun secara ‘administrasi’ kepala sekolah sudah menyediakan, akan tetapi jika tidak paham maksudnya, lalu, bagaimana pelaksanaan Kurikulum Merdeka nantinya? Sama saja, hanya beda perangkat administrasi? Semoga tidak demikian.***
I like it when people come together and share views.
Great blog, keep it up!
Setuju sekali pak dengan kalimat ” yang dibutuhkan adalah semangat dan dukungan dari pimpinan”
Maknanya dalam sekali.
Terima kasih atas informasinya