Amiu Sedih

Amiu kelihatan murung. Ia sedih. Warna hitam bulu di sekitar matanya seakan menambah kesan bahwa ia sangat kehilangan. Amiu, kucingku, baru saja melahirkan. Anaknya hanya satu ekor. Warna bulu anaknya mirip dirinya. Lucu sekali. Aku berjanji akan membantu Amiu merawat anaknya. Tapi, keinginanku tinggal keinginan. Karena kebersaman mereka hanya sebentar.
Suatu hari, Amiu terlibat perkelahian. Ia berkelahi dengan seekor kucing jantan. Rupanya si kucing jantan buas itu menerkam anaknya. Aku berlari ke arah keributan. Si kucing jantan buas berbulu putih itu pun terbirit-birit ketika aku membantu Amiu melindungi anaknya. Sayang, semua terlambat. Anak Amiu yang belum sempat kuberi nama keburu mati.
Kini Amiu sendiri. Kucing kesayanganku murung sekali. Tidurnya tidak nyenyak. Sesekali mengigau. Ia mengeong-ngeog dengan suara pilunya. “Miau….miau..,” seakan memanggil anaknya yang telah pergi. Kasihan sekali.
Ditulis kembali dari blog pribadi saya yang lain https://diksisusanto.blogspot.com/
Kasihan harus mati. Konon kucing jantan akan membunuh anak kucing yang jantan juga karena dianggap saingan. Bahkan dimakan juga loh.
Itu dia..yg bikin sy enggan punya kucing lg..bairpun anak2 melas memohon..klo mati kepikirannya gak cukup seminggu
Kasihaaan Amiu….
Tetap Semangat….Amiu…
Pak D.. Selalu Setia menemani mu..he he
amiu yang sabar ya.. Jn sedeh.. Iklaskan si mungil. Smg kau segera dapat teman lagi