Berhitung Mudah dengan Jarimatika
BLOGSUSANTO.COM – Tulisan ini sudah lama. Pertama kali dipublikasikan pada tanggal 5 FebruarI 2010 sekira pukul 8:56 pm. Karena isinya masih relevan, saya sajikan kembali.
Jika tidak salah ingat, ada sosialisasi jarimatika (saya lupa orang dan acaranya) di Dinas Pendidikan kabupaten. Secara masal. Saya dan beberapa kawan ikut duduk dan memperhatikan. Karena penasaran lalu membuka situs yang sekarang sudah tidak bisa dibuka, https://jarimatika.com.
Jemari kita yang normalnya berjumlah sepuluh (lima pada tangan kiri dan lima pada tangan kanan) memiliki potensi yang luar biasa untuk membantu siswa-siswi kita belajar berhitung dengan cepat tetapi akurat.
Tidak hanya penjumlahan dan pengurangan, yang relatif mudah, tetapi termasuk juga perkalian dan pembagian.
Seorang ibu yang amat peduli dengan pendidikan putra-putrinya, Septi Peni Wulandani , menghalau ketakutan anak-anak mempelajari Matematika.
Dilansir dari id.wikipedia.org, Septi Peni Wulandani, Pemegang hak merek dan hak paten Jarimatika, Abacabaca, JariQur’an, Nirmana, dan Fun Math adalah seorng ibu yang gigih.
Sejak memperjuangkan hak paten karyanya, Septi Peni Wulandani memperluas jaringan dengan menulis buku, dimulai dari Jarimatika Perkalian Pembagian (Kawan Pustaka 2003). Berlanjut ke Jarimatika Penambahan Pengurangan (Kawan Pustaka 2004).
Apa Sebetulnya Jarimatika?
Alkisah, Septi Peni Wulandani ingin membantu anak pertamanya yang berusia 2,5 tahun tetapi sudah pandai membaca, mengenal berhitung. Banyak metode yang telah ia pelajari, tetapi semuanya memakai alat bantu dan kadang membebani memori otak anaknya.
Setelah itu ia mulai tertarik dengan jari sebagai alat bantu. Jari tidak perlu dibeli, dapat dibawa kemana-mana dan ternyata juga mudah dan menyenangkan. Menurutnya, anak-anaknya menguasai metode itu dengan menyenangkan dan menguasai keterampilan berhitung.
Akhirnya penelitian dari hari ke hari untuk mengotak-atik jari hingga ke perkalian dan pembagian, serta mencari uniknya berhitung dengan keajaiban jari dan ia menamakannya “Jarimatika”.
Jarimatika merupakan salah satu cara melakukan operasi hitung. Disebut Jarimatika karena memanfaatkan jari-jari tangan sebagai alat bantu menyelesaikan Aritmatika (dalam hal ini proses berhitung): Kali – Bagi –Tambah – dan Kurang atau biar keren disingkat dengan KaBaTaKu.
Ada beberapa keunggulan Jarimatika, yaitu:
- Jarimatika memberikan visualisasi proses berhitung. Hal ini akan membuat anak mudah melakukannya.
- Gerakan jari-jari tangan akan menarik minat anak. Mungkin mereka menganggapnya lucu. Yang jelas, mereka akan melakukannya dengan GEMBIRA.
- Relatif tidak memberatkan memori otak saat digunakan.
- Alat tidak perlu dibeli, tidak akan pernah ketinggalan, atau terlupa tempat menyimpannya dan dijamin, guru tidak akan menyita ketika anak mengikuti ujian.

Sebagai gambaran, dalam Jarimatika tangan kanan digunakan untuk satuan dan tangan kiri untuk puluhan dan ratusan. Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk, 2 diwakili jari tengah, 3 diwakili jari mani, dan 4 ditunjukkan ketika jari kelingking terbuka. Angka 5 diwakili oleh jempol saja.
Lalu, 6 ditunjukkan dengan jempol dan telunjuk, demikian seterusnya hingga angka 9 ditunjukkan jika semua jari tangan kanan terbuka.

Ilustrasi Berhitung dengan Teknik Jarimatika
Misalnya, kita ingin anak melakukan operasi hitung sebagai berikut.
Contoh : 1 + 5 + 3 – 2 = 7
Operasi hitung tambah dan kurang dilakukan yang kiri terlebih dahulu.
1 (buka jari telunjuk), tambah 5 membuka ibu jari, tambah 3 membuka: jari tengah, jari manis, dan kelingking. Setelah itu dikurang 2 dengan cara menutup jari kelingking dan jari manis.
Sampai disini kita akan mendapati jempol, jari telunjuk dan jari tengah terbuka dan ini menunjukkan angka 7. Jadi hasil dari 1 + 5 + 3 – 2 adalah 7.
Jika sudah terbiasa, maka dengan sendirinya jari-jari akan bergerak dengan lincah.
Mengutip dari id.theasianparent.com, berikut cara menjumlahkan 79 + 15.
Untuk menunjukkan angka 79, keluarkan jempol kiri (=50), 2 jari kiri (=20), jempol kanan (=5), dan 4 jari lainnya.
Untuk menambah angka 15, jari kanan sudah habis. Maka, gunakan sisa dua jari kiri (=20) dan mengurangi 5 dengan melipat jempol (-5). Bukankah 20 – 5 = 15?
Mari kita baca!
Tangan kiri, jempol (50), 4 jari (40), total sama dengan 90. Tangan kanan, 4 jari selain jempol sama dengan 4.
Tangan kiri (90) + tangan kanan (4) = 94. Jadi, hasil dari 75 + 15 sama dengan 94.
Luar biasa!
Bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Septi_Peni_Wulandani
https://id.theasianparent.com/jarimatika-penjumlahan-berhitung-dengan-jari
Pengen tahu lagu buat latihan JARIMATIKA…??? Anak-Anak PAsti Suka Lagu Ini…dan menjadikan mereka lebih cepat belajar perkalian.. Silakan klik:
http://lagu2anak.blogspot.com/2010/11/jari-perkalian-lagu-anak-karya-kak-zepe.html?utm_source=BP_recent