artikel

Cahayu Eka Putri (3)

Ilustrasi Rumah Baru (Dokumen Pribadi Bagus Aji)

Sejak Eyang pulang dari rumah nenekmu di Sukabumi awal Januari, baru kali ini Eyang kembali menulis. Bulatan merah di WA Grup belum berubah menjadi tanda pena.

Tanda pena pertanda bahwa seorang anggota sudah menyetorkan tulisan. Sementara Eyang Kakung baru menulis saat ini, pada hari kedelapan belas bulan Januari 2024. Itu artinya, hari ini kamu sudah berusia 1 bulan 18 hari, tepatnya 49 hari.

Melihat foto dan video yang dikirimkan ayahmu, Eyang yakin perubahanmu cukup pesat. Badanmu tambah berisi dan padat. Matamu berbinar dan mimikmu terlihat mampu merespon rangsangan dari orang-orang di sekelilingmu.

Raut muka gembira disertai gerak bibir yang menunjukkan emosi positif seakan menuturkan banyak kata bahwa kamu bahagia, Cahayu. Pancaran bahagia itu kamu tunjukkan ketika kalian beserta rombongan sudah sampai di Rancamanyar, Kabupaten Bandung, kediaman kalian yang baru.

Pancaran bahagia Neng Ayu

Rumahku adalah surgaku. Ungkapan itu tentu bukan klaimat pemanis saja. Ungkapan itu mengarah pada kondisi rumah tangga yang harmonis. Rumah tangga ayah dan ibumu, Cahayu. Yang sekarang telah diramaikan dengan kehadiranmu sebagai buah cinta mereka.

Rumah tangga kalian yang dihiasi kasih sayang, saling menghargai, dan penuh kedamaian. Jadi, bukan tentang besar dan bagusnya ornamen rumah secara fisik saja melainkan rumah yag kalian tempati adalah rumah yang nyaman. Rumah yang nyaman tentu saja rumah yang terawat.

Nah, kalian baru saja menempati rumah baru. Apa yang mestinya dilakukan apabila menempati rumah yang baru? Berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan kita, umat muslim jika mendiami rumah baru.

Yang pertama, tentu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Allah berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Eyang menyitir konsultasisyariah.com, bahwa Imam As-Sa’di menjelaskan, inti syukur ada 3, yaitu a) mengakui bahwa nikmat itu dari Allah dan bukan semata hasil karyanya, b) memuji Allah atas nikmat yang telah Dia anugerahkan, dan c) menggunakan nikmat itu untuk kegiatan yang Allah rida, dan bukan untuk sesuatu yang terlarang.

Kedua, setelah kalian menempati rumah baru itu kalian mengadakan syukuran rumah baru. Ya, walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah.

Hal yang ketiga adalah membaca ini ketika memasuki rumah baru.

Bacaan itu terdapat dalam firman Allah di surat Al-Kahfi:

“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.” (QS. Al-Kahfi: 39).

Itu saja, Neng Ayu, adab ketika menempati rumah baru. Setelah kalian berdiam di dalamnya, mari ikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni memperbanyak beramal. Di antaranya dengan rajin membaca Alquran dan ibadah apa pun di dalam rumah. Eyang pernah mendapat pelajaran bahwa ada hadis nabi dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

Nah, Cahayu cucuku, selamat menempati rumah baru, ya. Lain kesempatan semoga Allah memberi kesempatan kepada kami untuk berkunjung ke rumahmu.

Musi Rawas, 18 Januari 2024

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Cahayu Eka Putri (3)

  • Senang membaca komentar Bu Desi. Terima kasih.

  • Senang banget bacanya Pakde

  • Alhamdulilah selamat pak DSus. Tulisan yg bagus. Dan selamat atas cucunya

Comments are closed.