Dokumentasi Lokakarya Orientasi PGP Angkatan 5
Pendidikan Guru Penggerak sudah memasuki Angkatan 5. PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 5 sudah resmi digelar dan pembukaannya disiarkan serentak melalui ruang Zoom maupun kanal Youtube pada tanggal 18 Mei 2022.
Sejak “gong pembukaan” PGP Angkatan 5 ditabuh, para CGP (Calon Guru Penggerak) mengikuti pendidikan dengan pembelajaran yang berbeda dari proses pembelajaran pada umumnya. Terutama masa sebelum pandemi Covid-19, pada awal tahun 2020 lalu.
Proses pembelajaran dilakukan melalui sebuah Learning Management System (LMS) yang dikembangkan oleh para ahli di lingkungan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Pembelajaran berlangsung secara daring menggunakan media Google Meet yang difasilitasi oleh para Fasilitator. CGP menyelesaikan lebih kurang 10 modul pembelajaran yang tertanam pada LMS di akun SIMPKB masing-masing peserta.
Untuk menyelesaikan modul-modul tersebut, para CGP memelajarinya dengan mengikuti alur belajar MERDEKA (Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antarmateri, dan Aksi Nyata). Para peserta belajar mandiri, mendengarkan paparan fasilitator dan curah pendapat, berdiskusi, berkolaborasi, membuat karya, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok.
Di luar sesi belajar melalui LMS, para Calon Guru Penggerak belajar secara luring dalam bentuk Pendampingan Individu dan Lokakarya. Apa sesungguhnya lokakarya dalam Pendidikan Guru Penggerak?
Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak
Lokakarya terdiri dari kata loka dan karya. Loka, menurut KBBI artinya tempat. Sedangkan karya, berarti pekerjaan atau hasil perbuatan. Sedangkan lokakarya menurut KBBI bermakna pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya. Sering juga disebut sebagai sanggar kerja.
Lokakarya dalam Program Pendidikan Guru Penggerak adalah pertemuan antara Calon Guru Penggerak dengan pengajar praktik dengan atau tanpa pihak lain seperti kepala sekolah dari CGP (Calon Guru Penggerak), Pengawas Sekolah, atau Perwakilan Dinas Pendidikan, membahas agenda tertentu dan menghasilkan suatu produk yang sudah ditetapkan.
Lokakarya yang dilakukan pertama kali setelah CGP mengikuti kegiatan belajar pada hari-hari pertama pembelajaran disebut Lokakarya Orientasi. Disebut juga Lokakarya ke-0. Sebab, masih ada lokakarya-lokakarya berikutnya setelah CGP mengikuti pembelajaran daring, baik mandiri maupun terbimbing, dan mendapat pendampingan individu (disingkat PI) oleh Pengajar Praktik masing-masing.

Peserta Lokakarya Orientasi, Tujuan, dan Produk yang Dihasilkan
Pada tanggal 13 Mei 2022, melalui surat nomor 1268/B6.4.3/PP.01.07/2022 tentang Undangan Peserta Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Satuan Kerja yakni Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika mengundang CGP, Kepala Sekolah tempat CGP bertugas, Pengawas Sekolah dan Perwakilan Dinas Pendidikan untuk hadir dan berperan aktif dalam kegiatan Lokakarya Orientasi. Bertindak selaku narasumber adalah para Pengajar Praktik yang secara khusus diundang melalui surat nomor 1270/B6.4.3/PP.01.07/2022 tanggal 13 Mei 2022.
Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Musi Rawas dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Mei 2022. Tempat lokakarya adalah Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Musi Rawas yang terletak di desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Panitia Lokakarya menetapkan tujuan, indikator keberhasilan, dan produk yang dihasilkan pada akhir kegiatan. Tujuan lokakarya orientasi pada tanggal 21 Mei 2022 ada tiga, yaitu Calon Guru Penggerak dapat: a) mengidentifikasi posisi diri pada Kompetensi Guru Penggerak, b) membuat rencana pengembangan kompetensi diri Guru Penggerak, berikut dukungan yang diperlukan dan tantangan yang mungkin terjadi, serta c) memahami pentingnya membuat portofolio, tahapan dan contoh portofolio sebagai bagian dari pengembangan kompetensi.
Sedangkan produk yang dihasilkan oleh Calon Guru Penggerak yang selaras dengan tujuan tersebut adalah: a) Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah, b) Peta Posisi Diri, c) Rencana Pengembangan Kompetensi CGP. Di kelas D, saya bersama Pak Peri menggunakan hardcopy sebagai media untuk menghasilkan produk.

Perkenalan Calon Guru Penggerak dan Tim Pendukung
Kelas kami terdiri dari dua kelompok. Satu kelompok (CGP, Kepala Sekolah, dan Pengawas) di bawah bimbingan PP Bapak Peri Saputra. Kelompok yang satunya lagi (CGP, Kepala Sekolah, Pengawas, dan Perwakilan Dinas) adalah kelompok yang saya dampingi.
Pengajar Praktik membagikan kertas A5. Ukuran itu didapat dari membagi dua sama besar satu lembar kertas ukuran A4. Saya dan Pak Peri menyampaikan pepatah lama, “tak kenal maka tak sayang” selanjutnya peserta dipersilakan menulis nama panggilan dan menggambar sebuah benda sebagai simbol diri.
Label nama tersebut dipasang di dada dan dipastikan semua orang dapat membacanya dengan jelas. Pada lembar kertas satunya lagi, peserta diminta mengambar simbol diri. Gambar itu boleh gambar benda hidup atau benda mati. Namun, gambar tersebut menggambarkan diri masing-masing.
Saya pun memberi contoh. Saya menggambar gitar cukulele senar tiga. Gambar tersebut menggambarkan tentang diri saya yang suka dengan lagu-lagu keroncong dan dalam grup musik keroncong alat itulah yang saya mainkan.

Para peserta pun sibuk bekerja di meja yang diatur dalam posisi U-shapes. Selanjutnya mereka diperdengarkan musik dan berjalan berkeliling lalu berkelompok sebanyak bilangan yang diucapkan Pengajar Praktik. Dalam kelompok kecil itu, mereka pun berkenalan.
Satu di antara mereka diminta untuk mengenalkan diri dan menjelaskan simbol diri yang digambar beserta alasannya. Yang lain diminta menjelaskan nama dan simbol diri teman. Kegiatan ini berlangsung cukup seru.


Membuat Kesepakatan Kelas
Setelah mengenal satu sama lain, kegiatan lokakarya dilanjutkan dengan membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas pun dibacakan dan disepakati untuk dipatuhi selama Lokakarya Orientasi ini berlangsung.
Usai menyepakati kesepakatan kelas, CGP bersama kepala sekolah atau guru senior yang mewakili, saling menuliskan harapan dan kekhawatiran peserta selama mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak. Berdasarkan kekhawatiran yang disampaikan, CGP mengidentifikasi solusi untuk mengatasi kekhawatiran.
Setelah pleno, peserta Lokakarya kembali bekerja di kelompok masing-masing. Pengajar Praktek (PP) membagikan lembar kerja. Lembar kerja yang dikerjakan tentang identifikasi posisi diri (asesmen kompetensi CGP), evaluasi kompetensi diri, dan membuat rencana pengembangan diri. Di dalam kelompok peserta berbagi hasil pekerjaan dan diskusi kecil bersama Pengajar Praktik.

Menjelang akhir kegiatan lokakarya, peserta memerhatikan penjelasan Pengajar Praktek tentang pengenalan portofolio digital. Kemudian, masing kelompok dalam kelas melakukan refleksi diri dan melakukan foto bersama.

Ramah Tamah dan Jalin Kebersamaan
Lokakarya Orientasi berakhir pukul 17.00. Setelah menyelesaikan urusan administrasi, kami bersama Penanggung Jawab Program, Bapak Sigit Tri Guntoro dan Tim dari P4TK, Pak Lukman dan kawan-kawan beramah tamah dan menjalin keakraban. Tempat yang kami pilih adalah Angkringan Kebun Belimbing.
Angkringan Kebun Belimbing adalah lokasi wisata kuliner di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Tempat wisata ini beralamat di Jalan H. Zainal Abidin Ning. Pengunjung dapat memesan dan menikmati kuliner seperti nila bakar, gurame bakar atau goreng, ayam bakar atau goreng, bebek goreng atau bakar, cumi, dan aneka minuman segar. Grup musik akustik siap menghibur dan menerima permintaan lagu dari para pengunjung. Pengunjung pun dapat membeli buah belimbing segar yang sudah dikemas per kilogram.


Waktu lokakarya adalah hari Sabtu dan keesokan harinya, Penjab PGP Musi Rawas beserta rombongan dari P4TK Matematika pulang ke Yogyakarta. Mereka akan mendampingi kami kembali pada kegiatan Lokakarya Satu. Sesudahnya, satuan kerja Pendidikan Guru Penggerak berpindah lembaga kepada Balai Guru Penggerak Sumatera Selatan. Pertemuan pada lokakarya kesatu boleh jadi kebersamaan terakhir dengan P4TK Matematika, secara personal maupun kelembagaan. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk menjalin kebersamaan ini. Semoga PGP Angkatan 5 di Kabupaten Musi Rawas dan kabupaten lainnya di Indonesia berjalan dengan lancar dan menuai hasil yang maksimal.
Musi Rawas, 28 Mei 2022
Salam Blogger Sehat
PakDSus
Thanks for your article. I also believe that laptop computers have gotten more and more popular lately, and now will often be the only sort of computer used in a household. The reason is that at the same time that they’re becoming more and more very affordable, their processing power keeps growing to the point where they’re as robust as personal computers from just a few in years past.
As I website possessor I believe the content matter here is rattling magnificent , appreciate it for your hard work. You should keep it up forever! Best of luck.