artikel

Menandai Buku dan Membuat Anotasi

Desain Canva for Education

Suatu ketika, saya melihat buku cetak anak gadis yang masih kuliah banyak sekali tempelan-tempelan kertas. Kertas warna-warni. Ada warna kuning, hijau, biru, juga warna-warna pastel. Selain itu ada juga lembaran tipis transparan yang lebarnya tidak lebih dari satu sentimeter. Belakangan saya tahu benda itu dinamakan sticky notes.

Beberapa halaman buku anak saya itu diberi sticky notes, baik yang transparan maupun tidak. Ketika saya tanya, jawabnya agar ia mudah mengingat halaman yang penting atau kata-kata penting yang perlu diingat atau dipahami.

Sebenarnya saya pun sudah melakukan hal serupa. Hanya, saya belum mengenaal sticky notes untuk menandai buku. Saya hanya menggunakan bolpoin untuk menandai hal-hal penting. Bolpoin warna merah atau biru tua adalah bolpoin yang sering saya gunakan. Alhasil, buku terlihat “kotor” karena tambahan tulisan. Meskipun begitu, menandai dengan bolpoin merah atau biru pada bagian tepi kanan, kiri, atas, atau bawah buku yang kosong membantu saya menemukan atau mengingat hal-hal penting.

Menandai Buku

Banyak alasan untuk memberi tanda pada buku. Akan tetapi, alasan umum orang menandai buku karena terbantu membuka halaman terakhir yang dibaca atau menemukan kata-kata dalam bacaan.

Ada beberapa alat untuk menandai buku. Pertama, highlighter atau penyorot kata berupa alat tulis dengan tinta transparan. Alat ini sudah biasa digunakan. Salah satu merk yang belakangan dianggap sebagai nama highlighter adalah Stabilo. Google Translate di komputer saya pun menerjemahkan highlighter dengan “stabilo”. Alat ini digunakan untuk menandai kata atau kalimat yang menarik perhatian atau terasa penting.

Gambar Tangkapan Layar (Dok. Pribadi)

Kedua, bolpoin dengan tinta berwarna. Warna tinta yang lazim digunakan untuk menandai buku adalah merah, biru, atau hijau. Dengan bolpoin ini kita bisa membuat garis untuk menandai teks, membuat lingkaran, tanda kurung, maupun catatan.

Ketiga, sticky notes. Bentuknya persegi panjang dengan lebar lebih kurang satu sentimeter. Sticky notes terbuat dari kertas maupun plastik transparan. Kita bisa memilih berbagai variasi bentuk maupun bahan yang digunakan.

Sumber: indiamart.com

Keempat, bookmark cover. Jika kita membeli buku, biasanya penerbit menyertakan sepotong kertas berbentuk persegi panjang dengan lebar lebih kurang dua jari. Panjangnya lebih kurang 3/4 panjang buku. Kertas tersebut memuat gambar dan tulisan yang sama dengan sampul buku. Kertas itu adalah pembatas buku atau bookmark cover. Kita pun bisa membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi. Memberi pembatas dengan cara ini disarankan untuk Anda ketika menandai buku pinjaman dari teman atau perpustakaan umum.

Kelima, melipat halaman. Bagi sebagian orang melipat buku adalah cara terpraktis untuk membatasi buku yang dibaca. Bentuk lipatan dapat berupa lipatan pada sudut halaman berbentuk segitiga kecil atau melipat setengah halaman dengan posisi vertikal. Namun, memberi pembatas buku dengan cara membuat lipatan pada halaman merupakan cara yang sangat tidak disarankan. Oleh karena itu, harus dihindari dan tidak dijadikan kebiasaan.

Menandai Buku Fiksi (Novel dan Kumpulan Cerpen)

Banyak orang menyukai buku fiksi atau buku cerita. Buku fiksi yang kita baca misalnya novel atau kumpulan cerita pendek. Banyak alasan seseorang menyukai buku-buku fiksi. Orang menyukai buku fiksi karena keindahan diksi yang dipilih, gaya bertutur atau bercerita sang pengarang, rasa penasaran setelah menonton film layar lebarnya, atau hanya sekadar membunuh sepi.

Buku cerita atau fiksi meskipun memiliki ketebalan yang lumayan tetapi mampu menarik minat pembaca. Oleh karena itu, pembaca ingin menyelesaikan buku itu hinga halaman terakhir. Akan tetapi, pekerjaan lainnya memaksa si pembaca untuk berhenti pada halaman tertentu. Saat inilah, penanda buku diperlukan.

Ketika membaca buku fiksi, acap kali kita temukan diksi maupun kalimat-kalimat yang menarik. Untuk menandainya dapat kita gunakan sticky notes. Yang disarankan adalah sticky notes transparan. Sticky notes ini memberi kesan highlight. Lebih terang dari bagian lainnya. Selain itu, buku yang ditandai tidak rusak dan tetap bersih dan rapi. Jika ada teman yang ingin membeli atau Anda hendak menjualnya kembali, buku bekas ini akan tetap bersih.

Menandai dan Memberi Anotasi pada Buku Nonfiksi

Buku-buku nonfiksi berisi pengetahuan umum atau pengetahuan pada bidang tertentu yang kita pelajari. Pada buku nonfiksi sering terdapat kata atau istilah yang belum kita pahami. Menandai kata atau istilah tertentu menggunakan highlighter akan meningkatkan daya ingat terhadap kata-kata tersebut. Selain menandai kata-kata tertentu, kita dapat membuat anotasi. Anotasi merupakan cara yang tepat untuk membuat catatan tentang buku (id.wikihow.com). Kita dapat menuliskan pikiran atau kesan pada buku yang dibaca dengan lebih mendalam. Membuat anotasi dengan fokus pada kata kunci, frasa, ide, dan pertanyaan membuat catatan terlihat jelas dan mudah ditinjau kembali.  

Sumber: IG @cupsandthoughts

Bagi sebagian orang, membuat anotasi dianggap sebagai tindakan merusak buku. Lihatlah! Tampilan buku menjadi penuh dengan beberapa garis, tulisan, dan tanda lainnya. Oleh karena itu, buatlah anotasi hanya pada buku milik pribadi. Jangan membuat anotasi pada buku milik umum.

Sumber: IG @cupsandthoughts

Membuat anotasi adalah memperkaya buku dan memperkaya pengalaman. Lebih kaya dari sekadar membaca. Sebab, sambil membaca, kita mempertanyakan bagian teks tertentu. Kita pun memikirkan beberapa hal. Memikirkan sesuatu yang ingin disampaikan oleh si penulis. Menganalisis sebuah kutipan dalam teks. Memberi tanggapan emosional sebagai pembaca terhadap teks. Menambahkan opini, kritik, dan lainnya.

Nah, ternyata banyak sekali manfaat menandai dan memberi anotasi pada buku cetak yang kita miliki. Membaca adalah hal yang baik. Namun, akan lebih baik jika kita tidak sekadar membaca. Apabila tidak merasa khawatir dengan buku yang dimiliki akan terkesan terkesan kotor dan rusak, maka Anda dapat membuat anotasi highlighter dan/atau bolpoin. Boleh juga menggunakan sticky notes yang sewaktu-waktu dapat dilepas tanpa meninggalkan bekas atau merusaknya. Sudahkah menandai buku atau membuat anotasi? Saya belum! Ha ha ha ha, mari kita lakukan!

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

12 thoughts on “Menandai Buku dan Membuat Anotasi

  • Wow, terima kasih kunjungannya, Bu Nani.

  • Sangat bermanfaat sharing ilmunya tentang sebutan anotasi, walau saya sering menuliskan pada buku pelajaran yang akan saya sampaikan kepada siswa saya atau untuk konsumsi sendiri. Istilah anotasi belum familiar. Tapi berkat Pak D. saya jadi tahu dan cek di internet,, hehehe

  • Gambar pendukungnya oke banget, pak… Terimakasih ilmu barunya. Anotasi

  • Syahdu itu warna-warni, ya. Ha ha.

  • Bermanfaat

Comments are closed.