Guru Kelas 1 Makin Siap, Berikut Contoh Asesmen Diagnostik Nonkognitif Sebelum Pembelajaran Dimulai

blogsusanto.com – Pada awal tahun ajaran, siswa kelas 1 baru Sekolah Dasar mengikuti kegiatan MPLS. MPLS singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Sebagai warga baru, mereka wajib mengenal lingkungan sekolahnya yang baru. Tentu lingkungan sekolahnya jauh berbeda dengan sekolah mereka dahulu. Kecualai perguruan yang berada dalam satu kompleks.
Meskipun demikian, sebagai warga baru di sekolah dasar, anak-anak baru tersebut wajib mengenal lingkungannya dengan baik.
Lingkungan sekolah yang baru di antaranya terdiri dari lingkungan fisik, seperti gedung dan bangunan lain yang ada di sekolah, peralatan belajar, guru dan kakak-kakak kelas.
Kata kunci dalam melaksanakan kegiatan MPLS adalah menyenangkan. Anak mengenal lingkungan sekolahnya yang baru dalam suasan hati yang menyenangkan.
Jauh dari hardik dan caci maki serta suasana yang tidak mengenakkan lainnya. Apalagi, pemerintah sudah merilis merdeka belajar episode 24 yakni transisi PAUD ke Sekolah Dasar yang Menyenangkan.
Contoh Kegiatan untuk MPLS Kelas 1 SD
Guru kelas 1 dapat melakukan banyak permainan agar MPLS pada awal-awal pembelajaran di sekolah dasar menyenangkan.
1. Mengenalkan Diri dan Mengenal Guru di Sekolah
Anak-anak diminta untuk mengenalkan diri. Nama, berasal dari TK apa, nama orang tua, dan sebagainya.
Anak-anak dibawa menemui guru-guru di sekolah, lalu dikenalkan nama dan mengajar a ap di sekolah.
2. Mengenalkan Ruang Kelas dan Bangunan yang Ada di Sekolah
Anak-anak kelas 1 dibawa berkeliling menyusuri bangunan sekolah. Guru mengenalkan nama ruang dan fungsinya. Sesudah itu diadakan game tentang nama ruang dan bangunan di sekolahnya.
3. Permainan di Kelas, Mengenal Bagian-bagian tubuh
Siswa melihat gambar bagian-bagian tubuh. Lalu, mereka diminta menunjukkan bagian tubuh yang dimaksud. Guru memberikan game tentang nama dan tempat bagian tubuh yang dimaksud.
Guru juga menjelaskan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain dan tindakan yang harus dilakukan apabila bagian terlarang itu disentuh dengan sengaja oleh orang lain.
4. Permainan di Kelas, Mengenal bagian tubuh dengan mengikuti yang Dikatan Guru
Setelah anak-anak mengenal bagian-bagian tubuhnya, guru membuat game dengan menyebut bagian tubuh, lalu anak-anak segera menyentuh bagian tubuh yang dimaksud.
Nomor 5 dan seterusnya dapat dikreasikan guru di sekolah masing-masing. Selama satu minggu atau lebih, guru kelas satu melakukan kegiatan MPLS.
Setelah selesai melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) saatnya guru melaksanakan pembelajaran.
Namun, sebelum guru melaksanakan pembelajaran, guru disarankan melaksanakan asesmen diagnostik baik kognitif maupun nonkognitif.
Asesmen diagnostik kognitif hakikatnya asesmen formatif yang dilakukan di awal pembelajaran. Hasil asesmen diagnostik ini akan memberikan informasi kepada guru tentang kesiapan belajar murid-murid. Berdasarkan asesmen ini, guru perlu menyesuaikan/memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajarannya dan/atau membuat diferensiasi pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Asesmen diagnostik nonkognitif pada awal pembelajaran dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosional siswa. Selain itu, guru dapat mengetahui aktivitas murid selama belajar di rumah. Guru pun dapat mengetahui kondisi keluarga siswa. Bahkan, guru dapat mengetahui latar belakang pergaulan siswa di rumah.
Ada yang bertanya, untuk apa guru repot-repot membuat dan melaksanakan asesmen diagnostik? Guru melaksanakan asesemen diagnostik karena hasil asesmen diagnostik dapat dijadikan bahan referensi dan refleksi guru agar dapat menyusun strategi pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa.
Contoh Asesmen Diagnostik Nonkognitif bagi Siswa Kelas 1
1. Memilih ikon laki-laki atau perempuan
Guru menyiapkan gambar kepala anak laki-laki dan anak perempuan disertai ikon gender lelaki dan perempuan sebagaimana tertera di tempat-tempat fasilitas umum. Siswa diminta untuk memilih jenis kelamin yang sesuai.
2. Menyebutkan identitas diri
Jika anak belum mampu menuliskan nama lengkapnya, ia cukup menulis nama panggilan. Jika anak belum bisa menulis, guru membantu menuliskannya pada lembar kerja. Pertanyaan lain menyangkut jumlah saudara kandung, nama kakak atau adinya.
Termasuk dalam data identitas diri adalah alat transportasi ke sekolah, makanan favorit, hewan peliharaan di rumah, belajar di rumah dengan siapa, jika dari TK/PAUD, ditanyakan nama sekolahnya.
2. Menanyakan perasaan anak pada hari ini
Guru menyiapkan gambar emoji senang, sedih, kecewa. Anak-anak diminta untuk melinkari atau mencentang gambar yang sesuai dengan perasaannya. Lalu, tanyakan “Mengapa?”
3. Menggambar diri sendiri
Guru menyiapkan kertas gambar dan alat gambar, termasuk crayon atau pastel. Kertas gambar yang disiapkan guru berisi sebuah lingkaran untuk menggambar wajah. Anak-anak mendengarkan instruksi guru tentang simbol lingkaran yang harus dilengkapi sehingga menjadi wajah dan badan mereka. Lalu diiminta untuk melengkapi dengan simbol yang sesuai. Akhirnya, jadilah gambar dirinya dan cita-citanya.
Refleksi dan Umpan Balik
Hasil menggambar siswa diberi umpan balik. Misalnya sebagai berikut.

Template yang dibuat guru dibagikan.

Hasil anak, misalnya sebagai berikut.


Demikian beberapa contoh kegiatan asesmen diagnostik nonkognitif yang dapat dipraktikkan.
Musi Rawas, 17 Juli 2023
Salam dan Bahagia Blogger Sehat
PakDSus
Sebagian materi sudah terbit di melintas.id tulisan author blog ini.
Terima kasih kepada:_https://www.youtube.com/watch?v=RyM6YAfxgSA_
all the time i used to read smaller content which as well
clear their motive, and that is also happening with this piece of writing which I
am reading at this place.
site:Blog ini membantu saya melihat suatu topik dari sudut pandang yang berbeda.