artikel

Ini Lo, Gambaran Umum Cara Mengajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka

Konten ini sudah terbit di melintas.id dengan judul: Begini Gambaran Umum Cara Mengajar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka oleh penulis (author blog ini)

Dalam Kurikulum Merdeka, dikembangkan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiganya dilakukan dalam rangka membentuk profil Pelajar pancasila.

Pada intrakurikuler, karakter anak dikembangkan melalui mata-mata pelajaran dan kegiatan pembelajarannya. Sementara, karakter anak dikembangkan secara khusus dalam kegiatan kokurikuler.

Profil Pelajar Pancasial yang terdiri dari elemen beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri dikembangkan melalui kegiatan kokurikuler bernama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Doktor Yogi Anggraina, Koordinator Pengembang Kurikulum dari BSKAP pada webinar “Membedah Reasoning dan Filosofi Kurikulum Merdeka” yang digelar oleh Forum Pengawas Madrasah, mengatakan bahwa jika kompetensi dan karakter itu hanya dititipkan melalui intrakurikuler saja, seperti selama ini, dirasa kurang optimal.

Menurut Dr. Yogi, berdasarkan hasil implementasi evaluasi yang diperoleh, apabila hanya dititipkan melalui mata pelajaran, seringkali kompetensi dan karakter itu hanya muncul di dalam dokumen perencanaannya saja.

“Dalam RPP-nya mungkin dicetak tebal-tebal, ditulisin jujur, disiplin, dan lain-lain tapi dalam pelaksanaannya itu nggak optimal. Jarang melakukan walaupun sudah ada tapi sedikit yang berhasil optimal. Maka pada saat itu kita perlu memikirkan. Kan tujuannya kita itu sebenarnya melalui proses pendidikan itu tujuannya bukan anak hafal berbagai mapel tapi fokus utamanya adalah mempunyai kemampuan ke-6 dimensi (Profil Pelajar Pancasila) tadi supaya mereka bisa survife,” katanya.

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar (Tangkapan Layar Kemdikbud.go.id)

Pada struktur kurikulum, mata pelajaran PAI, misalnya, pada tabel 108 jam per minggu dalam kurung 3. Pada kurikulum sebelumnya, PAI ada 4 jam pelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka itu juga tetap ada 4 jam pelajaran. Akan tetapi, yang 3 jam itu untuk intrakurikuler, sedangkan yang satunya diambil untuk kokurikuler yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Dalam Dapodik tetap ditulis 4 jam pelajaran beban mengajarnya, dengan rincian mengajar intrakurikuler di kelas 3 jam pelajaran, yang satunya terpenuhi ketika guru mapel PAI menjadi fasilitator pembelajaran P5.

Demikian pula untuk mapel-mapel yang lain. Namun, mapel Muatan Lokal tidak dikurangi untuk Proyek Pancasila

Tujuan Pembelajaran Intrakurikuler dan Kokurikuler

Apa beda intrakurikuler dengan P5? Tujuan pembelajaran dalam intrakurikuler diturunkan dari setiap mata pelajaran.

Misalnya, mata pelajaran matematika capaian pembelajaran siswa pada akhir fase harus menguasai kompetensi menjumlahkan bilangan bulat. Guru membuat perencanaan pembelajaran yang di dalamnya selaras antara tujuan, langkah-langkah, dan asesmen.

Pada kokurikuler Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, prinsipnya sama. Harus sinkron antara tujuan, langkah-langkah, dan asesmen. Namun, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tujuannya bukan dari mata pelajaran melainkan diturunkan dari 6 dimensi profil pelajar Pancasila.

Misal, tujuannya, siswa mampu meningkatkan kerjasama. Maka langkah-langkah yang disusun harus memastikan supaya anak bisa kerja sama.

Oleh karena itu, dalam proyek penguatan tidak mesti dikait-kaitkan dengan menghafal karena tujuannya berbeda. Agar anak-anak dapat bekerja sama, anak dibuat berkelompok atau diminta berdiskusi. Asesmennya, apakah kerjasama anak bisa tercapai atau tidak.

Jadi, dalam intrakurikuler tujuannya berdasarkan mapel kita masing-masing. Acuannya adalah capaian pembelajaran. Pada kokurikuler acuannya adalah dimensi dari profil pelajar Pancasila. Setiap dimensi diturunkan menjadi beberapa elemen. Setiap elemennya diturunkan menjadi subelemen. Subelemen juga masih diturunkan lagi menjadi alur perkembangan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila sudah tidak ada hubungannya dengan kegiatan intrakurikuler, tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang diajarkan guru. Posisi guru bukan lagi menjadi guru mapel, bukan lagi menjadi guru kelas, melainkan fasilitator proyek

Tahapan-Tahapan Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Dalam modul belajar mandiri pada guru.kemdikbud.go.id topik Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan dijelaskan tahap-tahap pelaksanaan P5.

Yang pertama, membentuk tim fasilitasi Proyek. Berdasarkan hasil musyaawarah, pendidik yang tergabung dalam tim fasilitator proyek ditetapkan oleh Kepala Sekolah. Tim ini terdiri dari sejumlah pendidik yang berperan merencanakan menjalankan dan mengevaluasi berjalannya Proyek.

Satu di antara guru dipilih sebagai koordinator proyek. Di Sekolah Dasar yang gurunya relatif sedikit, koordinator proyek dapat dipilih guru kelas yang bersangkutan.

Tim ini merencanakan dan membuat modul Proyek bagi setiap kelas atau fase.

Tahapan kedua adalah mengidentifikasi tingkat kesiapan dari satuan pendidikan. Kepala satuan pendidikan dengan tim fasilitator Proyek merefleksikan keadaan kontekstual sekolah dan menentukan tahapan kesiapan sekolahnya.

Tahapa Ketiga adalah merancang dimensi tema dan alokasi waktu Proyek. Yang menentukan adalah tim fasilitator Proyek. Dalam satu tahun ajaran satuan pendidikan dapat memilih dua sampai tiga dimensi yang menjadi fokus selama satu tahun. Untuk tema, sekolah dasar memilih 2 tema dalam setahun dari tema-tema yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tahapan keempat, adalah menyusun modul proyek. Modul proyek disusun sesuai kesiapan sekolah. Tim kemudian menentukan subelemen yang akan menjadi tujuan, topik, alur, dan durasi proyek serta mengembangkan assessment dan aktivitas proyeknya.

tahap Terakhir atau Tahap Kelima adalah merancang strategi pelaporan hasil proyek. Pengolahan dan pelaporan hasil proyek dilakukan bekerjasama dengan tim pendidik lainnya.

Salam Blogger Sehat dan Bahagia
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.