artikel

Inspirasi Pembelajaran dan Pembentukan Karakter: Kumpulkan Poin, Hitung, dan Tukar Tiketmu

Dok. Susanto (Canva.com)

Pernahkah Anda, sebagai guru bertanya-tanya. “Bagaimana cara agar murid saya lebih bersemangat belajar, rajin mengerjakan PR, dan tertib di kelas, dan memiliki karakter yang baik?”

Pertanyaan itu mungkin seringkali menghantui para guru, termasuk saya. Sebagai guru, saya memahami betul tantangan dalam membentuk karakter murid di usia yang penuh energi dan rasa ingin tahu ini.

Berawal dari refleksi diri – siapa sih yang tidak suka hadiah atau apresiasi? – saya terinspirasi untuk menerapkan sistem poin di kelas.

Idenya sederhana: murid akan mendapatkan poin untuk setiap perilaku positif dan kehilangan poin jika melakukan perilaku yang negatif yang melanggar kesepakatan.

Poin-poin ini dikumpulkan dan diakumulasi lalu dapat ditukar dengan berbagai hadiah menarik dan mendidik, seperti jajanan sehat, alat tulis, buku, atau gantungan kunci.

Merancang Sistem Poin Bersama

Kunci sukses dari sistem ini adalah kesepakatan. Bersama-sama dengan murid, kami merumuskan kriteria perolehan poin. Berikut beberapa contohnya:

Kehadiran

  • Poin 10, peringkat ke-1 hingga 5 kehadiran di sekolah pada pagi hari
  • Poin 5, peringkat ke-6 hingga 10 kehadiran di sekolah pada pagi hari
  • Poin 2, peringkat ke-11 dan seterusnya kehadiran di sekolah pada pagi hari

Poin Bekal

  • Membawa bekal makanan masakan orang tua (Poin 10)
  • Membawa bekal makanan bukan masakan orang tua (Poin 5)

Keaktifan Belajar

  • Bertanya atau menjawab pertanyaan (10 poin)
  • Aktif dalam pembelajaran (menulis, membaca, aktif dalam kelompok) mendapat 5 poin

Ketahanan Belajar

  • Tidak keluar kelas selama pembelajaran (10 poin)
  • Keluar kelas dengan izin (5 poin)

Tugas Piket

  • Mengerjakan tugas piket tepat waktu (10 poin)
  • Mengerjakan piket terlambat (5 poin)

Kehilangan 5 Poin, apabila:

  • Membuli teman secara lisan atau fisik
  • Datang ke sekolah setelah bel masuk berbunyi
  • Tidak mengikuti kegiatan sekolah (Upacara, Kegiatan Ekstrakurikuler, dll) tanpa alasan yang dibenarkan
  • Mengganggu ketertiban kelas atau kelas lain

Sistem poin ini berlaku sepanjang jam pembelajaran. Poin dihitung oleh guru atau petugas yang ditunjuk. Memang sedikit rumit, tetapi dengan kerja sama yang baik dengan murid, semuanya terasa lebih mudah.

Setelah kurun waktu tertentu, poin diakumulasi dan dijumlahkan lalu ditukar menjadi tiket untuk mendapatan hadiah. Hadiah dengan poin tertentu bisa ditebus dengan tiket yang dimiliki. Murid belajar menghitung selisih poin benda yang ditebus dengan poin tiket yang dimiliki

Hasilnya, Luar Biasa!

Sejak menerapkan sistem poin, saya melihat perubahan signifikan pada murid. Anak-anak menjadi lebih bersemangat datang ke sekolah, rajin mengerjakan tugas maupun piket kelas, dan relatif lebih tertib di kelas. Motivasi awal mereka mungkin karena hadiah, tetapi saya yakin, perlahan-lahan perilaku positif ini akan tertanam menjadi kebiasaan baik.

Fokus pada Karakter, Kognitif Menyusul

Sebagai guru, saya percaya bahwa penguatan karakter adalah prioritas utama. Ketika karakter sudah terbentuk, pemahaman kognitif mudah menyusul. Kika ia sudah membutuhkannya, belajar akan menjadi kebutuhan bukan keterpaksaan.

Sistem poin dengan reward hanyalah upaya pembentukan karakter sebelum kesadaran untuk itu muncul. Keterpaksaan dan motivasi memperoleh hadiah atau penghargaan menjadi langkah awal penanaman karakter sebelum menjadi kebiasaan. Agar murid tidak semata-mata termotivasi karena hadiah, pada waktu tertentu, guru menghentikan hadiah dengan tetap mencatat poin yang mereka peroleh.

Untuk mengevaluasi, guru membandingkan poin yang dicapai dengan hadiah pada kurun waktu tertentu dan perolehan poin yang dicapai tanpa hadiah fisik pada kurun waktu lainnya.

Selamat mencoba, Sahabat Pembelajar.

Sumber inspirasi:
Diska Krisnawati, guru Kelas 5 SDN 1 Trikoyo, Tugumulyo, Musi Rawas
https://www.facebook.com/diska.krisnawati/posts/pfbid02RCAc4RqHvUZhgDciGFkWRj3iK1qYdG7pt7uLBCz2uycSrvC1gXeMWAZRAc66uS1Cl

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Inspirasi Pembelajaran dan Pembentukan Karakter: Kumpulkan Poin, Hitung, dan Tukar Tiketmu

  • Its like you read my mind! You appear to know so much about this,
    like you wrote the book in it or something.
    I think that you could do with a few pics to drive the message home a little bit, but other than that, this
    is wonderful blog. A fantastic read. I’ll definitely be back.

  • This is a topic which is near to my heart…
    Many thanks! Where are your contact details though?

  • Sangat membantu dan bermanfaat semangat

  • Sangat menginspirasi dan bermanfaat, thank’s sir

Comments are closed.