artikel

Interaksi Berbalas

Molly Wright (Channel Youtube TED)

 

Anda memiliki balita? Mungkin saja anak atau cucu. Anda sering bermain bersama mereka, bukan? Apa permainan yang Anda lakukan bersama si buah hati? Menggoda? Ciluk Ba? Saya sering melakukannya. Dulu, ketika anak-anak masih balita. Saya juga melakukan kepada cucu (anak dari kemenakan) atau anak-anak balita tetangga.

Apa yang terjadi ketika kita melakukan permainan Ciluk Ba dengan anak-anak balita? Mereka senang? Tertawa-tawa?

First Five Years

Semenjak bayi dilahirkan ke dunia hingga berusia lima tahun, mereka mengalami perubahan dan pertumbuhan fisik yang begitu hebat. Bayi yang awalnya “tidak bisa apa-apa” akhirnya mampu duduk dan berjalan pada usia 9 bulan atau lebih. Setelah itu mereka mampu berlari-lari kecil.

Manusia muda itu mengawali hidupnya dengan menangis dan tidur berjam-jam. Tersenyum dalam tidur, mengoceh, dan tertawa tergelak-gelak ketika kita menggodanya. Lalu pada usia sekitar tiga tahun mereka mulai mengucapkan kata-kata bermakna hingga mampu bercerita pada usia lima tahun dan seterusnya.

Otak anak-anak pun berkembang sangat cepat. Semua yang dialami anak akan merangsang otaknya. Sesuatu yang mereka lihat, semua mereka dengar, benda yang disentuh, dicium aromanya, atau dicicipi lidahnya, mempengaruhi otak balita.

Betapa otak mereka mampu menghasilkan hingga satu juta koneksi saraf per detik. Namun, perkembangan itu sangat bergantung pada lima hal penting: saling terhubung, berbicara, bermain, rumah yang sehat, dan komunitas. Lantas, apa yang bisa dilakukan orang dewasa agar otak balita mengalami perubahan?

Serve and Return

Wahai para orang tua, lakukan interaksi berbalas (serve and return) kepada balita Anda. Interaksi berbalas hanya terjadi jika orang tua atau orang dewasa berman bersama mereka. Bermain bersama balita menjalin kedekatan dengan mereka. Beberapa permainan bahkan dipercaya membangun imajinasi, empati, ingatan dan kepercayaan. Selain itu, bermain bersama balita membangun dan memperkuat hubungan serta kesehatan mental mereka.

Untuk membuktikan bahwa bermain bersama balita membangun dan memperkuat hubungan serta kesehatan mental mereka, lakukan percobaan berikut pada balita Anda!

Ketika Anda asyik bermain dengan mereka, misalnya bermain Ciluk Ba, tiba-tiba hentikan dan Anda tak acuh dengan balita Anda. Misalnya, memainkan gawai. Tunggu reaksi balita Anda. Apakah ia (balita Anda) menjadi gusar, gelisah, dan seolah-olah ingin mengatakan, “Tadi menyenangkan, mengapa dihentikan? Ayo bermain kembali!”

Normalnya, sang balita ingin mendapatkan kembali hubungan berarti yang tadi terjalin. Si balita tidak menerima dan memunculkan kebingungan. Bahkan tekanan.

Jika itu terjadi, coba letakkan gawai Anda dan bermainlah kembali bersama buah hati. Niscaya sang anak gembira kembali. Ia kembali mendapatkan hubungan yang tadi terputus.

Early and Often

Bayangkan, jika komunikasi yang terjalin akrab tiba-tiba terputus dan si balita merasa terabaikan! Apa yang anak rasakan? Sang anakĀ akan sulit untuk merasa tenang dan aman. Teman bermainnya (orang tua/orang dewasa) yang tiba-tiba mengabaikannya membuat anak sulit mempercayai seseorang. Lalu apa dampak yang akan terjadi dan yang akan dialami sumur hidupnya?

Hubungan positif dengan orang dewasa ternyata memberi anak rasa percaya diri. Ia tidak takut untuk untuk mencoba hal baru, untuk menjelajah bersama orang tua/orang dewasa yang menemaninya.

Jadi, apa hal paling berdampak yang bisa dilakukan para orang tua/orang dewasa? Ya, serve and return atau interaksi berbalas adalah jawabannya. Interaksi berbalas dengan anak-anak membantu mereka menyiapkan diri untuk berkembang selanjutnya.

Bermain bersama bagi anak bukanlah sekedar bermain. Interaksi berbalas dengan anak dalam bentuk bermain bersama menyangkut masa depan mereka. Karena, tiap momen bersama adalah kesempatan untuk saling terhubung, berbicara, dan bermain.

Jadi, lakukan serve and return atau interaksi berbalas sejak dini dan sering atau early and often agar masa depan anak gemilang!

 

Musi Rawas, 4 Oktober 2021

PakDSus

 

 

 

 

 

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

One thought on “Interaksi Berbalas

  • Terimakasih Pak D
    Saya tercerahkan setelah membaca ini,
    Sehat selalu Pak D.

Comments are closed.