bahasa

Nanti Dulu!

Cerita pendek ini sudah dipublikasikan dalam bentuk buku oleh Admin blog ini. Terima kasih atas kunjungan dan dukungannya.

Salam.

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

16 thoughts on “Nanti Dulu!

  • Highly energetic blog, I enjoyed that a lot. Will there be a part 2?

  • Fantastic goods from you, man. I have understand your stuff previous to and you are
    just too excellent. I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you are
    saying and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still take care of to keep it wise.
    I can’t wait to read far more from you. This is really a wonderful
    site.

  • When some one searches for his vital thing, thus he/she desires to
    be available that in detail, so that thing is maintained over here.

  • Duh endingnya harus membuat penasaran. Sukses nggak ya kerjasama orang tua dan guru mengubah sifat Zelin? Semoga.

  • Nanti dulu komentar ya be….haaaaaa
    Karena sdh tak bisa berkomentar dengan kelincahan..dan hoby pak blogger ini merangkai kata

  • Pelajaran dari apa yang dilakukannya.

  • He he …, sudh dibetulkan bu hajjah. Terima kasih koreksinya.

  • Terima kasih, Pak Padil. Benar nian.

  • Disiplin waktu termasuk hal yang penting. Zelin harus tahu itu. Hehe

  • Memang anak-anak suka begitu. Orang dewasa juga ada yg begitu. Bisa dicoba terapi yg begini. Bikin “nanti dulu”

    Sepertinya ada yg ketinggalan pada kalimat *kedua orang Zelin*, apa harusnya *kedua orang tua* ya…

  • Semoga Zelin bisa mengambil hikmahnya..saat kata “nanti dulu” selalu ia ucapkan .

  • Ha ha ha, nanti dulu. Tunggu dulu.

  • Wahh, terapinya keren. Mudah-mudahan berhasil ya, mengubah kebiasaan jeleknya.

Comments are closed.