Kanti
#AprilChallenge, Hari Ke-11 Huruf K, Lagerunal

Menjelang pergantian hari, saya menemukan satu kata yang biasa kami ucapkan sehari-hari. Tidak mengira bahwa kata itu sudah masuk ke dalam kamus besar bahasa Indonesia. Dengan demikian, kata ini adalah kata baku dan bisa digunakan dalam situasi resmi, lisan maupun tulisan. Kata tersebut adalah kanti.
Kata kanti, dieja /kan·ti/ termasuk golongan kata benda atau nomina, artinya teman; kawan; rekan. Kata turunannya misalnya penganti, dieja /pe·ngan·ti/ adalah orang yang menemani atau pengiring (biasanya pada pengantin Jawa).
Saya tidak menyangka, karena saya mendengar dan mengenal kata kanti pertama kali bulan September tahun 1993, setelah beberapa hari menginjakkan kaki di Batu Kucing sebuah desa terpencil (pada waktu itu) sebagai guru lulusan D.II PGSD. Desa tempat saya bertugas pertama kali itu sebelum tanggal 11 Juni 2013 masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas. Setelah disahkan oleh Sidang Paripurna DPR RI periode 2009-2014, Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi Kabupaten/Kota ke-17 di Sumatera Selatan.
Kalau tidak salah ingat, kalimat itu berbunyi: Sapo (siapo) kanti kawan? Saya pun bertanya tentang arti kalimat itu. Teman saya menjawab “Siapa teman kamu”. Kata “kawan” rupanya kata ganti dari “kamu” untuk menunjukkan hubungan kekerabatan atau pertemanan yang dekat. Sejak saat itulah saya mengenal dan menggunakan kata “kanti” untuk merujuk pada makna teman atau kawan.
Tahun 1993 hingga bulan Juni 2006, sebelum saya tinggal dan menetap di kecamatan Tugumulyo, kosa kata “kanti” adalah kosa kata yang hampir setiap hari mewarnai percakapan kami sehari-hari. Bahkan, kata “kanti” tersebut terasa lebih akrab dan berterima di telinga saya ketimbang kata teman, meskipun dalam kalimat baku seperti: “Pak Sobri itu kanti saya, Pak.”
Lan Serasan Sekantenan
Bertahun-tahun hidup di Musi Rawas, saya belum paham arti julukan kabupaten tempat saya tinggal, Lan Serasan Sekantenan. Bahasa yang terkanding dalam slogan itu ada yang berbeda dengan bahasa daerah yang saya pahami.
Kata rasan, ada dalam bahasa Melayu Rawas, bahasa sehari-hari yang kami pakai di Kecamatan Rawas Ilir. Makna harfiahnya adalah runding. Kosa kata yang berkaitan dengan kata rasan misalnya: serasan (seide, mudah berunding), berasan (berunding), mudah rasan (mudah diajak berunding), sukar nian rasan (sulit sekali diajak berunding).
Pada mulanya saya bingung dengan kata sekantenan. Saya menduga-duga, kata tersebut berasal dari kata kanti. Sekanti mengandung arti berteman/satu teman atau sekawan. Sekantenan berarti sekawanan atau bersama-sama. Rupanya dugaan saya benar. Namun, kata sekantenan tidak saya temukan dalam kamus besar.
Kata pertama dari tiga kata slogan kabupaten Musi Rawas adalah lan. Saya baru mengenal dan sesekali menggunakan kata lan setelah saya pindah tugas ke wilayah Kecamatan Selangit, salah satu kecamatan di kabupaten Musi Rawas. Kata lan berati kerja. Pada kalimat lain bisa berarti “tingkah”. Banyak lan berati banyak kerja atau banyak tingkah.
Oleh karena itu, slogan Lan Serasan Sekantenan secara harfiah artinya kerja, berunding (musyawarah mufakat), sekawan (bersama-sama). Terjemahan bebas saya, masyarakat yang giat bekerja, suka bermusyawarah dalam kebersamaan/gotong royong.
Kanti itu Kata Baku
Kanti itu kata baku, ya! Oleh karena itu, jangan ragu untuk menggunakannya dalam bahasa tutur (lisan) maupun bahasa tulisan. Nah, sebelum kita berpisah, maukah Anda menjadi kanti saya? Silakan tulis di kolom komentar, wahai kanti!
Salam blogger sehat
PakDSus
https://blogsusanto.com/
,
Magnificent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you’re just too excellent. I actually like what you’ve acquired here, certainly like what you’re stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to keep it smart. I can’t wait to read much more from you. This is actually a tremendous site.
There may be noticeably a bundle to find out about this. I assume you made certain nice points in options also.
mau dong jadi kanti pak D siapa tahu ikut ketularan jelinya.
Ya, rasan pun sudah baku jika artinya makanan basi.
Ternyata tidak hanya bahasa Jawa yang mendominasi.
Lan bahasa daerah, jadi tidak bisa dipaksakan menjadi kalimat baku.
Terima kasih.
Ha ha ha, mempertegas kata yang menjadi bahasa sehari-hari daerah kami.
Di Padang juga pakai kata Kanti untuk teman,tapi kalau rasan he he bukan berunding tapi makanan basi,tiap daerah ada kesamaan bahasa rupanya.
Tak pikir isinya mengulik kata dalam bahasa Jawa yang artinya ‘dengan’ eh ternyata lain. Ha ha ha.
Pak D adalah kanti saya di dunia Maya, beliau lan sebagai Guru di Musi Rawas.
Apakah penggunaan kata kanti dan lan sudah tepat.?
Saya sangat ingin menjadi kantimu walau hanya dalam dunia maya
Wah, pak D keren mengulik kata2 yg belum banyak dipakai secara meluas. Ternyata Bahasa Indinesia semakin luas, dalam arti banyak menyerap kata2 dari bahasa daerah.