
Prasmanan Bakso dan Stupa Prestasi, Inspirasi Penilaian Formatif di Kelas

Salam dan Bahagia, Sahabat Pembelajar! Tugas pokok seorang pendidik di sekolah adalah mendidik, mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan penilaian atau asesmen.
Menurut Panduan Pembelajaran dan Asesmen yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek, proses yang dilakukan pendidik dalam menyusun perencanaan pembelajaran (RPP/Modul Ajar) harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Memahami tujuan pembelajaran. Pahami kompetensi dan konsep/konten kunci yang harus dikuasai peserta didik.
2. Tentukan strategi asesmennya yang dapat mengukur kompetensi yang dimunculkan peserta didik ketika mereka sudah mencapainya.
3. Mendesain proses belajar: menentukan metode, menyusun urutan dan mencari sumber materi yang membantu peserta didik menguasai kompetensi yang dituju.
Dalam perencanaan asesmen, pendidik dapat mengadopsi, mengadaptasi, atau mengembangkan perencanaan asesmen secara mandiri.
Jika pendidik memutuskan untuk mengembangkan sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran dan/atau modul ajar, ia perlu merencanakan asesmen yang akan digunakan. Rencanakan tujuan asesmen lalu memilih dan/atau mengembangkan instrumen asesmen sesuai tujuan.
Nah, pada artikel ini akan dijelaskan perihal asesmen formatif dan contoh praktik baik yang dilakukan oleh rekan pendidik kita.
Asesmen formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar.
Asesmen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran, di tengah kegiatan/langkah pembelajaran, dan dapat juga dilakukan di akhir langkah pembelajaran.
Asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran.
Asesmen ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar, hambatan atau kesulitan yang dihadapi peserta didik, dan untuk memperoleh informasi perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Praktik Baik Asesmen Formatif
Berikut contoh pelaksanaan asesmen formatif yang dilakukan oleh rekan pendidik kita bernama Fajriyatun pengajar IPS SMP Negeri 1 Purwanegara Banjarnegara.
Asesmen formatif yang ia lakukan diberi nama PRASMANAN BAKSO DAN STUPA PRESTASI.

Ada gambar mangkok bakso bergambar ayam jago dan berisi beberapa keping kertas berisi soal. Prasmanan artinya mengambil sendiri sesuai dengan pilihan, sedangkan Bakso singkatan dari tebak soal.
Siswa boleh mengambil soal sesuai dengan pilihan mereka. Soal-soal dibuat dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Media stupa prestasi digunakan untuk mengapresiasi keberhasilan siswa. Yang berhasil mengerjakan akan mendapat bendera magnet yang diletakkan pada stupa prestasi. Siswa yang belum berhasil diberi bendera magnet, namun tidak bisa diletakkan di stupa prestasi.
Dalam asesmen formatif ini Bu Fajri lebih banyak menekankan pada pemberian umpan balik dan refleksi terhadap kesulitan yang dihadapi siswa.
Selain mengetahui siswa yang sudah mampu dan belum mampu menjawab soal, dampak pengiring yang terjadi yaitu siswa belajar berkolaborasi, berbagi dan peduli terhadap teman yang belum berhasil mengerjakan.
Mari nikmati videonya dan kita ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), yuk!
Musi Rawas, 5 Agustus 2024
Selamat berkreasi,
PakDSus
Sumur: IG@iwan.syahril
You got a very excellent website, Gladiola I observed it through yahoo.
Hey! I’m at work browsing your blog from my new iphone 4! Just wanted to say I love reading through your blog and look forward to all your posts! Carry on the great work!
Terima kasih, Bu Echa.
Tulisan menginspirasi membuat ku meronta² ingin menulis