bahasa

Lingkungan (#KataMutiaraku)

Selain faktor alam, keramahan lingkungan berubah menjadi kemarahan lingkungan, disebabkan ulah sebagian besar manusia. Bau busuk sampah muncul karena kita membiarkan sampah organik menumpuk sembarangan. Tumpukan sampah organik itu dibantu bakteri melakukan fermentasi hingga gas yang ditimbulkan sangat menyengat. Kita menengarainya sebagai bau busuk.

Seseorang terluka telapak kakinya, akibat tertusuk besi runcing atau pecahan kaca yang ada di pinggir jalan. Boleh jadi akibat seseorang sembarangan membuang limbah berbahaya itu tidak pada tepatnya.

Air meluap ke jalan raya, ternyata sebagian diakibatkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Air yang seharusnya mengalir pada tempatnya, tertahan. Ia pun mencari jalan pintas, menggenangi jalan yang seharusnya hanya kendaraan saja yang melaluinya.

Tidak ada kata terlambat. Sampah yang kecil, kantungi lebih dahulu jika belum menemukan tempat sampah. Bila ada potongan benda yang tajam dan berpotensi melukai sesorang, pungut dan buang di tempatnya. Kita tak perlu malu memungut botol plastik yang tergeletak dan memasukkannya ke kotak sampah terdekat. Mari kita ramah kepada lingkungan, agar ia ramah kepada kita.

 

 

#AISEIWritingClub, #Day3MayChallenge, #Katamutiaraku

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Lingkungan (#KataMutiaraku)

  • ramah lingkungan

  • Setuju, pak D.

  • Setuju pak. Pada akhirnya semua kembali pada apa yang kita lakukan.

Comments are closed.