Membangun Komunitas Belajar di Dalam Sekolah dan Antarsekolah

Setiap guru pasti setuju kalau ia bukan satu-satunya sumber belajar bagi murid-muridnya. Tapi, sejauh ini, masih banyak guru yang menganggap dirinya satu-satunya sumber belajar meskipun mereka menyadari bahwa ia bukan satu-satunya sumber belajar.
Peserta didik dapat engakses berbagai sumber belajar, baik secara luring, misalnya dari buku-buku bacaan yang disediakan sekolah maupun orang tua. Atau melalui dunia maya, secara daring.
Oleh karena itu, guru didorong untuk berkolaborasi. Para guru berkolaborasi melalui berbagai komunitas belajar.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dengan sumber belajar utama Platform Merdeka Mengajar atau alaman guru.kemdikbud.go.id, menimbulkan kebingungan pada sebagian guru.
Pemahaman terhadap istilah baru dan perangkat pembelajaran yang lain dengan kurikulum sebelumnya mengharuskan guru untuk aktif berkomunikasi dalam Komunitas Belajar.
Komunitas Belajar dalam Sekolah
Sekelompok guru di dalam sekolah memiliki kegelisahan, yakni ingin meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran tersebut diharapkan berdampak pada hasil belajar peserta didik. Guru-guru belajar bersama-sama dan berkolaborasi.
Jadi, kombel (komunitas belajar) terasa penting. Sebab, Kombel menjadi wadah wujud nyata kolaborasi antarpendidik di dalam sekolah.
Dengan demikian, ketimpangan kompetensi dapat teratasi. Ujungnya, peserta didik memroleh pengalaman belajar dengan kualitas yang relatif sama dari para pendidik.
Oleh karena itu, jika ingin membangun komunitas belajar, setidaknya ada 3 (tiga) hal demi terbangunnya komunitas belajar yang berpusat pada pembelajaran peserta didik.
Ketiga hal tersebut adalah: a) fokus pada pembelajaran, b) membangun budaya kolaboratif untuk bekerja bersama dan memikul tanggung jawab kolektif, dan c) memastikan peserta didiknya belajar atau berorientasi pada hasil belajar peserta didik., widyaiswara, pamong belajar, karyawan, dan masyarakat umum.
Ada tiga mode komunitas belajar, yaitu:
a. Komunitas Belajar dalam Sekolah
b. Komunitas Belajar antarsekolah
c. Komunitas Belajar dalam Platform Merdeka Mengajar
Selamat membentuk komunitas belajar!***