Adit Dilantik menjadi Penggalang Ramu

Tanggal 14 Agustus ditunggu-tunggu anak-anak Penggalang SD Bukit Cogong Raya. Mereka akan menyaksikan Adit dan teman-temannya dilantik menjadi Penggalang Ramu.
Adit, adalah anggota pramuka penggalang Gudep pangkalan SD Bukit Cogong Raya. Ia sekarang duduk di kelas enam.
Adit tidak sendirian. Ada delapan orang yang akan dilantik oleh Kak Eko menjadi anggota pramuka Penggalang. Selama ini mereka menjadi Tamu Penggalang.
Pada waktu ia kelas lima, sesuai umurnya ia menjadi anggota Pramuka Penggalang. Meskipun sudah menyelesaikan SKU, Adit belum bisa dilantik. Ketiak itu, kegiatan pramuka di sekolahnya tidak aktif.
Jangankan kegiatan Pramuka, belajar di kelas saja terbatas. Oleh karena itu hingga naik ke kelas enam, Adit baru akan dilantik.
Hari yang ditunggu-tunggu anak-anak Penggalang pun tiba. Mereka berkemah di halaman sekolah. Ada empat tenda berdiri kokoh di rerumputan. Dua kemah milik perempuan dan dua kemah milik anggota laki-laki.
Dengan alasan satuan terpisah, tenda perempuan letaknya berjauhan dengan tenda laki-laki.
Pada waktu upacara pembukaan, diumumkan tentang pelantikan Adit dan tujuh temannya.
Kedelapan anak itu tampak gagah dengan seragam coklat dipadu sepatu hitam berpelet putih.
Mereka berdelapan diantar oleh Pratama ke hadapan kak Eko. Mereka berbaris rapi. Lalu, pemimpin regu Kancil, Reza, memberi aba-aba untuk maju satu langkah.
“Satu langkah ke … depan … grak!”
Mereka pun secara serentak maju satu langkah ke depan, menghadap kakak pembina yang sudah siap melantik mereka.
Kak Eko dengan suara berwibawa lalu mengucapkan salam.
“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Salam Pramuka!”
Para calon penggalang pun menjawab salam dan memberi hormat dengan mengucapkan ‘Salam Pramuka’ juga.
Kemudian, Kak Eko memberikan sambutan dan melakukan tanya jawab dengan mereka.
“Adik-adikku sekalian, Kakak atas nama Gerakan Pramuka Pangkalan SD Bukit Cogong Raya, sebelum kakak melantik Adik-adik menjadi Pramuka Penggalang tingkat Ramu, maka Kakak minta perhatian adik-adik mengenai Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka Tahun 2018 Nomor 07/Munas/2018 tentang Anggaran dasar dan anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.”
“Sesuai dengan keputusan kwartir nasional tersebut saya melantik Adik-adik yang sudah memenuhi Syarat Kecakapan Umum tingkat Ramu. Kakak berharap kepada Adik-adik agar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari hari.”
“Adik-adik calon Penggalang Ramu, sebelum kakak melantik kalian, Kakak perlu mengajukan beberapa pertanyaan agar dijawab dengan tegas, jelas, dan penuh tanggungjawab.”
“Siap?” tanya Kak Eko tegas.
“Siap!” jawab Adit dan teman-teman satu regunya serentak.
Lalu, Kak Eko pun bertanya dan dijawab bergantian oleh setiap anggota yang dilantik.
“Apakah Adik-adik mengerti dan paham akan Dasa Dharma Pramuka?”
“Apakah adik-adik bersedia memikul tanggung jawab atas tugas dan Fungsinya selaku Anggota Gerakan Pramuka?”
“Sanggupkah adik-adik selaku Anggota Gerakan Pramuka di Pangkalan SD Bukit Cogong Raya menjadikan diri pribadi sebagai contoh dan teladan?”
Hati Adit bergetar. Ada rasa bangga dalam dirinya akan dilantik sebagai Penggalang Ramu.
“Sebentar lagi adik-adik akan mengucapkan janji sebagai anggota Gerakan Pramuka. Pramuka adalah seorang patriot, penuh rasa tanggung jawab dan selalu berdiri di tempat terdepan. Selanjutnya Kakak persilakan adik-adik memegang ujung Sang Merah Putih dan meletakkannya pada dada sebelah kiri Adik-adik,” kata Kak Eko sambil memerintahkan para pembawa bendera menuju ke tempat yang ditentukan.
Para anggota Regu Kancil itu pun satu per satu memegang ujung Sang Merah Putih dan meletakkan pada dada sebelah kiri mereka masing-masing.
Kemudian, para Calon Penggalang Ramu itu mengucapkan Janji Tri Satya masing-masing. Setelah mereka mengucapkan Tri Satya, Kak Eko kembali berkata.
“Berdasarkan pengucapan Janji Trisatya oleh adik-adik, maka Kakak merestui dan melantik secara resmi sebagai Anggota Pramuka Penggalang Ramu.”
“Semoga dengan dilantiknya adik adik menjadi Anggota Pramuka Penggalang Tingkat Ramu menjadikan adik adik giat belajar dan terus mencari ilmu untuk dijadikan bekal hidup di dunia dan di akhirat. Semoga, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa meridai kita semua. Terima kasih. Salam Pramuka!”
Setelah petugas bendera kembali ke tempat semula, tibalah saat yang ditunggu-tunggu para Penggalang Ramu yang baru saja dilantik yaitu, pemasangan Tanda Kecakapan Umum Penggalang Ramu.
Para Penggalan Ramu baru itu mendapat penghormatan dari teman-temannya dipimpin oleh Pratama. Setelah itu, mereka berlari kembali ke barisan.
Tiba-tiba muncul gelak tawa. Tali sepatu Adit yang terurai terinjak temannya. Adit terjatuh. Mulutnya meringis. Mimiknya terlihat lucu. Namun, tanpa canggung, sambil meringis Adit membetulkan tali sepatunya. Ia berlari menuju Regu Kancil yang sudah menunggu.
“Untuk Adit, dua kali tepuk pramuka!” teriak Kak Eko.
Musi Rawas, 10 Agustus 2023
PakDSus
Salam Pramuka! Mantap Pa DSus! Hebat pengalaman Adit. Paparan manis, dari Penulis Keren. Trims, jadi ingat Dasa Darma, kala masih remaja.
Jadi inget masa-masa Pramuka di SD dan SLTP
Aku juga kan pernah kecil dan masih kecil hehe
Selamat…Pramuka jaya
Satu langkah ke depan…grak. Bukan jalan.
Letakkan tangan bukan di detak jantung,tetapi di dada sebelah kiri. Kemudian lanjutkan dengan kata-kata”sebagai tanda bahwa selama jantung berdetak,kalian akan senantiasa memegang teguh Tru Satya dan Dasa Darma.