artikel

Metode Kepramukaan

KML Bukit Cogong, Oktober 2021

Salam Pramuka!

Halo, Kakak-kakak Pembina Pramuka. Sebagaimana kita tahu, pasal 3 UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka secara eksplisit menjelaskan bahwa gerakan pramuka berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan pramuka. Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui: a) pendidikan dan pelatihan pramuka, b) pengembangan pramuka, c) pengabdian masyarakat dan orang tua, dan d) permainan yang berorientasi pada pendidikan.

Sebagai suatu proses untuk mencapai tujuan, Kakak-kakak sekalian harus menerapkan metode kepramukaan. Metode kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif. Secara leksikal, interaktif mengandung makna saling melakukan atau timbal balik antara pembina dan peserta didik. Progresif artinya menuju ke arah kemajuan. Artinya, terjadi peningkatan keterampilan setelah selesai melakukan proses pembelajaran dari waktu ke waktu.

Apa saja unsur metode kepramukaan tersebut? Pasal 10 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa metode belajar interaktif dan progresif yang dilaksanakan melalui:

a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
b. Belajar sambil melakukan;
c. Kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi;
d. Kegiatan yang menarik dan menantang;
e. Kegiatan di alam terbuka;
f. Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;
g. Penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h. Satuan terpisah antara putra dan putri.

Proses pembelajaran harus mengandung kedelapan unsur tersebut. Pembina harus hapal dan memahami agar program latihan yang disusun tidak melanggar satau atau beberapa unsur metode kepramukaan tersebut. Pertanyaan yang harus dimunculkan adalah, “Apakah kegiatan yang saya lakukan mengandung “a sampai h” metode kepramukaan tersebut?”

Untuk membantu Kakak-kakak menghapal unsur-unsur metode kepramukaan, saya meminjam nada lagu “Naik Becak” ciptaan Ibu Sud. Itu lo, lagu anak-anak tahun 1990-an yang liriknya: Saya mau tamasya, berkliling-kliling kota … dan seterusnya. Bagaimana syairnya? Mari kita nyanyikan lagu itu, namun liriknya kita ganti sebagai berikut.

Metode Kepramukaan

Kode kehormatan, belajar – melakukan,
Sistemnya berkelompok, menarik dan menantang
Di alam terbuka, hadir orang dewasa,
Tanda kecakapan, satuan terpisah

Salam Pramuka!

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Metode Kepramukaan

Comments are closed.