
Pedagang Asongan
Pedagang Asongan
Pedagang asongan. Tidak asing bukan dengan istilah ini? Asongan, mengasongkan adalah kata bentukan dari bentuk dasar asong. Kata lain yang serupa adalah menyorongkan, menyodorkan, menjajakan, mengarihkan, mendagangkan. Pada intinya, menjual dengan menyodor-nyodorkan asongan (misalnya barang dagangan dengan harapan agar dibeli).
Mereka, para pedagang asongan, banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di terminal, stasiun, stasiun pengisian bahan bakar minyak (pom bensin), pasar, keramaian malam, hajatan, perayaan, kampanye terbuka, dan lain-lain.
Saya pun pernah menjadi pedagang asongan ketika masih SD. Meskipun tidak lama, saya pernah mengecap rasa menjadi pedagang yang mengasong-asongkan dagangan kepada calon pembeli. Selain es lilin atau es mambo, saya pernah mengasongkan gorengan.
Ada rasa bahagia dan puas ketika dagangan kita dibeli. Apalagi mendengar komentar, mungkin hanya menyenangkan hati, bahwa gorengan jualanku enak. Ah, pengalaman masa kecil yang melengkapi sejarah hidup.
Bagaimana jika barang dagangan saya, es atau gorengan saya tunggui saja, tidak saya asong-asongkan? Ternyata barang dagangan saya lambat laku. Sedikit saja yang mendekat lalu membeli. Sebagai anak kecil, saya tidak tahu kenapa begitu. Oleh karena itu, agar dagangan saya laku, kembali saya harus rajin mengasongkan kepada calon pembeli agar mereka melihat lalu tertarik dan akhirnya membeli.
Penulis Asongan
Sekarang saya sedang belajar menulis. Media tulis saya adalah blog. Blog pribadi yang awalnya berdomain blogspot (dot) com, lalu melakukan pembelian domain dan hosting. Platform blog yang tadinya Blogger, yang saya gunakan sekarang adalah Wordpres.org.
Baik Blogger maupun WordPress keduanya memiliki fitur statistik. Pada WordPress kadang perlu menambahkan plugin. Dengan adanya statistik ini penulis blog tahu berapa banyak ‘postingan’ yang dibuat dilihat (mudah-mudahan juga dibaca) oleh pengunjung.
Ketika saya melihat statistik dan melihat banyak pengunjung, sebagai penulis blog saya merasa bahagia. Apalagi ditambah komentar dari pembaca. Lebih bahagia lagi jika ada tokoh yang memberikan komentar pada tulisan itu.
Agar tulisan saya dikunjungi, dibaca, atau dikomentari, saya menjadi “penulis asongan”. Jika pedagang asongan adalah orang yang berdagang (pedagang) yang mengasong-asongkan dagangannya (asongan) maka saya adalah orang yang menulis (penulis) yang mengasong-asongkan tulisannya (tulisan).
Pedagang asongan mengasongkan asongannya di pasar-pasar, tempat keramaian, terminal, perayaan, dan sebagainya, saya mengasongkan ke grup WhatsApp, Facebook, Kontak, dan sesekali di Instragram.
Bagaimana jika saya berdiam diri? Tulisan sudah dipublikasikan tetapi tidak “diasongkan” kepada teman-teman di grup? Saya mengalami seperti ketika saya kecil dulu berdiam diri tidak mengasongkan es atau gorengan, sedikit sekali yang membeli. Ini yang terjadi.

Saya menjadi “pedagang menetap” tidak saya asongkan hingga menjelang tengah malam. Karena ini sifatnya riset kecil-kecilan, link tulisan ini: https://blogsusanto.com/2021/05/13/sahabat/ saya bagikan di grup yang memberikan challenge pada pukul 22:14 WIB.

Apa hasilnya? Tulisan pendek saya itu bertambah Hit Statistics-nya dan sudah ada komentar.
Upaya Meningkatkan Pengunjung Blog
“Pak, blog saya hanya untuk menampung tulisan aja, kok,” demikian ujar salah seorang teman.
Baiklah, itu haknya. Namun, menulis di blog tentu ada tujuan bukan? Mungkin tujuan menulis di blog berikut adalah salah satu atau beberapa alasan Anda nge-blog: 1) berbagi pengetahuan, 2) mengasah kemampuan menulis, 3) menghasilkan uang secara online, 4) membangun jaringan, 5) menjual produk, 6) membangun kepercayaan dan pengakuan.
Seorang teman yang pandai menulis di blog bahkan beberapa kali mendapat hadiah berupa uang atau barang karena menjadi juara dalam lomba blog yang ia ikuti. Ceritanya ada di sini.
Jadi, tidak ingin ‘kan blog yang Anda miliki sepi pengunjung? Blog yang sudah memiliki iklan, sepi pengunjung berarti potensi klik iklan menjadi rendah. Jika Anda menjual produk, potensi penjualan pun demikian juga.
Jujur, ya. Menurut niagahoster, hanya sekitar 25% dari semua website mendapatkan lebih dari 5000 pengunjung baru setiap bulan. Wow, berarti 75% sisanya hanya mendapatkan pengunjung harian lebih sedikit dari angka tersebut. Ini saya dan mungkin juga Anda.
Oleh karena itu, meningkatkan pengunjung blog menjadi wajib. Ada empat cara yaitu: 1) melakukan optimasi blog melalui search engine, 2) memanfaatkan jasa iklan berbayar, 3) membagikan website di media sosial, dan 4) memanfaatkan email marketing.
Penutup
Menjadi pedagang asongan (baca: penulis asongan) ternyata bukan keputusan yang salah untuk meningkatkan pengunjung blog kita. Empat cara meningkatkan pengunjung yang sementara ini baru bisa saya lakukan adalah membagikan link blog/website di media sosial yang dimiliki termasuk banyak komunitas yang diikuti.
Jika kita mengunggah konten setiap hari dan rutin, maka robot mesin pencari akan rutin juga datang ke blog yang kita kelola. Ia akan rutin datang setiap ada konten baru yang di-publish. Kebalikannya jika konten blog jarang di-update, maka robot mesin pencari pun akan jarang datang sehingga proses indeks artikel lebih lama.
Oleh karena itu, manfaatkan media sosial. Apabila tiga cara yang lain dalam meningkatkan pengunjung blog belum mampu dilakukan dan media sosial tidak dimanfaatkan maka tulisan kita seperti jarum yang jatuh di tumpukan jerami. Sangat sulit dicari. Wallahu a’laam.
Salam Blogger Sehat
Blogger Musi Rawas
Hmm, it seems like your site ate my first comment (it was extremely long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I as well am an aspiring blog writer, but I’m still new to the whole thing. Do you have any recommendations for newbie blog writers? I’d appreciate it.
It’s always so sweet and also full of a lot of fun for me personally and my office colleagues to search your blog a minimum of thrice in a week to see the new guidance you have got.
Just fill out the form under, and Adam’s staff will attain out to you for a
short discovery call.
Here is my site :: John Assaraf Course
This coaching is incredibly priceless and simply by watching the video and
doing the exercises, your confidence and skill as a coach will sky-rocket.
Feel free to surf to my webpage Time To Thrive Challenge Website
fredlou a7a9105978 https://trello.com/c/7XWaGDVV/50-won-rshare-activation-rar-64bit-windows
Idenya bagus pak D
Bisa di contoh idenya…
Ilmu lama kemasan baru, ha ha.
Wah, luar biasa pencerahan Pak D Sus ini. Jadi penulis asongan ini memang perlu rupanya. Baru tahu juga kalau kita banyak aktif menulis ini akan dicari sama robot mesin pencari. Terimakasih pak jadi tambah semangat..hehe..
baca…baca…baca…
Tulisan terbaru, masih hangat…
Mungkin begitu seorang pedagang asongan meneriaki barang dagangannya…
Hehehehehe
Terimakasih Pak D
Luar biasa artikel bagus sekali pedagang asongan ( penulis asongan) bahkan pernah mengasong-asongkan dagangan Alias menjadi pedagang asongan pengalaman luar bisa dan ilmu. Tetima kaaih pak D hebat
Wah pengalaman yang menarik bisa jadi pembelajaran sekarang ya Pak D. Terima kasih saya termasuk yang motivasinya belum beranjak dari sekedar ekspresi diri. Semoga jadi pengasong tulisan kayak Pak D.
Betul pak De, belajar dari masa lalu ya…
Tapi konteksnya bukan jualan, sekedar berbagi ide atau info …