artikel

Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran Berpusat pada Murid

Dokumen Susanto (dibuat dengan Ms. PPt)

Blogsusanto.com –Fakta berbicara bahwa siswa dengan usia yang sama tidak sama dalam hal belajar. Setiap siswa memiliki keunikan masing-masing.

Keunikan dan perbedaan murid di kelas dapat dilihat pada kesiapan, minat, dan gaya belajar mereka masing-masing.

Kesiapan belajar, berkaitan dengan kemampuan tinggi dan rendah, sehingga sebelum pembelajaran, anak yang berkemampuan tinggi relatif lebih siap ketimbang yang rendah kemampuannya.

Minat anak, artinya kecenderungan anak terhadap hal-hal yang disukai. Ada anak yang hobi olahraga, kesenian, sains, drama, dan sebagainya.

Sementara, gaya belajar meliputi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Masing-masing gaya belajar memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

Guru dapat mengetahui gaya belajar siswa misalnya dengan memberikan angket. Salah satu angket yang dapat digunakan adalah angket yang dikembangkan oleh Akhmad Sugianto, S.PD., M.Pd.

Simulasi Pembelajaran Berdiferensiasi yang Dapat Didiskusikan Lebih Lanjut

Selama ini, pembelajaran berdiferensiasi disampaikan secara teori. Definisi, keunggulan, hal-hal yang diperhatikan, dan sebagainya disampaikan banyak narasumber IHT Kurikulum Merdeka.

Penjelasan verbal ‘teori’ pembelajaran berdiferensiasi tanpa dibarengi dengan contoh konkret semisal simulasi pembelajaran belum memberikan gambaran yang jelas.

Seperti diketahui, pembelajaran berdiferensiasi terdapat tiga strategi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Ketiganya, terutama diferensiasi konten dan konsep belum dipahami dengan baik.

Berikut contoh simulasi pembelajaran berdiferensiasi. Disampaikan tidak dalam bentuk video, tetapi dalam bentuk narasi. Dikisahkan, seorang narasumber berdialog dengan peserta IHT pada suatu waktu.

Narasumber berkata,” Misalnya saya sedang masuk di kelas 6, Bapak dan Ibu menjadi murid-murid saya. Bagaimana, sepakat?”

(SEPAKAT)

“Baik, saya mulai!”

Selamat siang, Anak-anak! Salam dan bahagia! Selamat bertemu kembali di kelas merdeka ini. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat.

Sebelum kita belajar, adakah di antara kalian yang berkenan memimpin doa?

(SEORANG SISWA MEMIMPIN DOA)

Terima kasih. Dari angket yang Pak Guru bagikan tempo hari, saya menjadi tahu kegiatan belajar yang paling kalian sukai.

Kalian ada yang suka belajar sambil mendengarkan musik, belajar sambil mengemut permen, belajar sambil membuat catatan, belajar sambil menandai bagian-bagian yang penting, dan belajar sambil membuat coretan.

Ya, setiap orang memiliki kegiatan belajar yang paling disukai, biasanya berbeda satu dengan lainnya.

Nah, dari angket juga yang kalian isi beberapa hari lalu pun, izinkan saya mengelompokkan kalian menjadi tiga kelompok gaya belajar.

Kelompok A, adalah kalian yang memiliki gaya belajar visual, artinya lebih mudah memahami materi pelajaran disajikan dalam bentuk gambar-gambar atau grafis karena kalian lebih mengandalkan penglihatan sebagai penerima informasi/pengetahuan.

Banu, Edo, Yani, Lili, Baskara, Lian, betulkah kalian lebih suka belajar jika ada gambarnya?

(IYA)

Kelompok B, adalah kalian yang memiliki gaya belajar audititori, artinya lebih mudah paham jika kalian mendengarkan?

Rangga, Firman, Dedi, Nita, Reni, apakah benar kalian lebih mudah memahami materi pelajaran jika kalian mendengar suara, misalnya suara guru, rekaman, atau video?

(IYA)

Kelompok C, adalah kalian yang memiliki gaya belajar kinestetik. Maksudnya kalian lebih mudah memahami materi pelajaran sambil melakukan, tidak betah duduk terlalu lama.

Tatok, Rudi, Iqbal, Yeyen, Juniar, apakah benar kalian lebih mudah belajar jika melakukan sesuatu atau sambil mempraktikkan, atau menyentuh benda nyatanya?

(IYA)

Nah, oleh karena itu, nama-nama yang saya panggil hari ini silakan berkelompok.

(GURU MEMANGGIL DAN MENGELOMPOKKAN SISWA SESUAI GAYA BELAJAR)

Baiklah, anak-anak!

Saya ingin bertanya, yang bisa menjawab, silakan menunjukkan jari.

Kalian tinggal di provinsi mana?

(MURID MENJAWAB)

Ya, Banu, silakan!

(MURID MENJAWAB)

Bagus.

Kita tinggal di negara mana?

(MURID MENJAWAB)

Benar, Indonesia.

Apakah negara kita memiliki tetangga?

(MURID MENJAWAB)

Ya, Indonesia memiliki negara-negara tetangga. Bersama negara-negara tetangganya tersebut, Indonesia membentuk organisasi yang diberi nama ASEAN.

(GURU MENYAMPAIKAN TUJUAN PEMBELAJARAN)

Nah, Anak-anak, setelah mempelajari tentang ASEAN, kalian akan dapat mengidentifikasi negara-negara anggota ASEAN tersebut

Sudah siap?

Sebelumnya, Pak Guru akan memutar video pendek tentang sejarah ASEAN dan 10 negara-negara anggota ASEAN. Perhatikan baik-baik karena sesudah video selesai diputar saya ingin meminta respon atau tanggapan kalian.

(SEMUA SISWA MENONTON)

(SESUDAH MENONTON, TANYA JAWAB)

Anak-anak, selanjutnya, saya akan mempersilakan kalian mempelajari kembali materi tersebut sesuai kelompok kalian dengan mengerjakan lembar kerja peserta didik atau LKPD.

(GURU MEMBAGIKAN LKPD)

Untuk kelompok A, saya bagikan lembaran-lembaran berisi gambar dan keterangan tentang ASEAN. Anda pelajari secara bergantian, lalu, kalian kerjakan LKPD bersama temanmu!

Nah, untuk kelompok B, saya akan memutar kembali video tadi, silakan perhatikan, suara video akan saya tingkatkan, kalian boleh mencatat hal-hal yang penting. Setelah selesai, jika belum paham, kalian boleh meminta video diputar kembali.

Halo, kelompok C!

Di dinding dan di beberapa tempat sudah saya pasang gambar dan keterangan tentang ASEAN. Kalian boleh mendekat dan membaca keterangan di sana, lalu, LKPD kalian isi bersama kelompokmu!

(ANAK-ANAK SIBUK DENGAN KONSTEN DAN MEMPELAJARI KONTEN SESUAI GAYA BELAJARNYA)

(DIFERENSIASI KONTEN DAN PROSES)

Selesai semua, ya?

Sebelum hasil kelompok kalian laporkan dan dibahas bersama, mari kita melakukan ice breaking.

Mana suaramu! (MURID MENJAWAB “INI SUARAKU”))

Mana nyanyianmu! (MURID MENJAWAB “INI NYANYIANKU”)

Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa
pada Tuhan Yang Esa
dan Berakhlak Mulia

Berkebinekaan Global
Gotong Royong, Mandiri
Kreatif dan Bernalar Kritis

(SYAIR DINYANYIKAN DENGAN MELODI LAGU ANAK-ANAK “BECAK” KARYA IBU SOED)

Anak-anak, hasil pekerjaan kalian harap dilaporkan di depan kelas. Untuk melaporkan hasil pekerjaan kalian, bagaimana caranya?

(MENGHARGAI PENDAPAT MURID)

Perwakilan kelompok maju sendirian atau ditemani anggotanya?

(SISWA BERDISKUSI DAN MENJAWAB)

Ya, silakan!

(SESUAI KESEPAKATAN, MURID MELAPORKAN HASIL PEKERJAAN KELOMPOKNYA)

Nah, untuk memahami lebih lanjut tentang negara anggota ASEAN, Pak Guru minta kalian mengerjakan tugas berikut.

Identifikasi salah satu negara anggota ASEAN, lalu kalian laporkan.

Saya menawarkan beberapa pilihan:

  1. Merekam jawaban dalam bentuk video, Anda seolah-olah reporter televisi dan melaporkan salah satu negara anggota ASEAN
  2. Membuat laporan pada selembar kertas karton atau kertas gambar, dilengkapi dengan gambar dan warna-warni
  3. Kalian boleh mencetak gambar (ngeprint) lalu gambar yang menunjukkan identitas negara yang kalian maksud, ditempel pada kertas dan diberi warna!

(DIFERENSIASI PRODUK)

(GURU MENGAKHIR PEMBELAJARAN)

Simulasi pembelajaran berdiferensiasi di atas tentu hanya sekedar contoh. Dengan kreativitas dan memperdalam teori pembelajarn diferensiasi, guru diharapkan mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

Setiap murid berbeda. Murid berbeda kesiapan, minat, dan gaya belajarnya. Melalui pembelajaran berdiferensiasi, guru memberikan pelayanan yang sama dengan gaya yang berbeda.***

Bacaan: https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/26041/Angket%20Gaya%20Belajar%202021.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Pembelajaran Berdiferensiasi, Pembelajaran Berpusat pada Murid

  • Kami CGP 8 lagi mulai belajar materi berdiferensiasi lho Pakde, tulisan Pakde ini mulai membuatku mudeng…terimakasih ya Pakde ilmunya.

  • Mantap pak pemaparan wawasan pembelajaran berdiferensiasi yang sudah diberikan, dan sangat bermanfaat bagi guru

  • Keren pak D…
    Luar biasa bgt tulisannya, bisa jadi bahan referensi untuk pengimbasan dikemudian hari.

Comments are closed.