artikel

Putiba, Puisi Tiga Bait: Uang Jajan

Uang Jajan
Uang Jajan (Photo by Dom J: https://www.pexels.com/photo/banknotes-on-white-surface-45110/)

Berikut ini saya mencoba menulis puisi tiga bait. Puisi tiga bait ini ada yang menamakan Putiba.

Putiba berjudul “Uang Jajan” ini bertutur tentang hal yang biasa terjadi. Silakan pembaca menafsirkan sendiri.

Uang Jajan

Ayah, sangu Anis sudah habis
Lima kata berima
Datang seiring bunyi denting
pesan cinta dari mahasiswi terkasih

Terbayang pemuda elok nan gagah
Menghampiri datang menawarkan
Bertopeng kelinci di balik wajah serigala
Boleh Abang pinjami agar Adik tak susah lagi?

Secepat kilat aku berlari
Mengetuk rumah kanan kiri
Tunggu sebentar, Sayang
Segera akan Ayah kirimkan

D. Tegalrejo, Musi Rawas, 09082023

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

2 thoughts on “Putiba, Puisi Tiga Bait: Uang Jajan

  • Theresia Martini

    Cakep kalimatnya mas, ntar aku diajarin ya … Salam Literasi

Comments are closed.