Bukan pada Apa melainkan Bagaimana, Meluruskan Persepsi P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)

Artikel ini telah terbiit di melintas.id dengan penulis yang sama dengan author blog ini.
Tujuan pendidikan nasional dikatakan berhasil, jika anak-anak Indonesia memiliki dimensi-dimensi dalam PPP (Profil Pelajar Pancasila).
Ada enam dimensi, yaitu dimensi yang berkaitan dengan Tuhan dan nilai-nilai ketuhanan yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Yang berkaitan dengan sesama, yaitu berkebinekaan global, gotong royong. Dimensi berkaitan dengan kapasitas diri yakni mandiri, kreatif, dan bernalar kritis.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik (murid).
Keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut agar dapat dihidupkan atau diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari.
Profil Pelajar Pancasila diwujudkan melalui tiga kegiatan kurikuler yaitu intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila dicapai melalui berbagai model pembelajaran di kelas ketika mempelajari mata pelajaran.
Dimensi-dimensi PPP (Profil Pelajar Pancasila) dikembangkan dalam satu kegiatan spesifik, yakni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Meskipun demikian, tidak semua dimensi dikembangkan dalam pembelajaran berbasis proyek. Guru cukup mengembangankan, misalnya: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) gotong royong, 3) bernalar kritis, 4) kreatif.
Tidak semua dimensi dikembangkan agar kegiatan proyek lebih terfokus.
Jika guru menentukan dua atau tiga dimensi, maka ketiga dimensi itulah yang menjadi sasaran asesmen.
Contoh konkretnya, misalnya guru mengembangkan dimensi beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis, dan gotong royong. Ketiga dimensi tersebut dipetakan elemen dan subelemennya, serta target akhir fase yang bersesuaian.
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
Elemen: akhlak kepada alam
Subelemen: memahami keterhubungan ekosistem bumi
Target Akhir Fase B: Memahami keterhubungan antara satu ciptaan dengan ciptaan Tuhan yang lainnya
Bernalar kritis
Elemen: memperoleh, memproses informasi dan gagasan
Subelemen: mengidentifikasi, mengklarifikasi, mengolah informasi dan gagasan
Target pada Akhir Fase B: Mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan
Gotong royong
Elemen: kolaborasi
Subelemen: kerjasama
Target pada akhir fase B yaitu menampilkan tindakan sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok
Untuk menilai ketercapaian dimensi-dimensi yang ditetapkan, guru membuat rubrik. Rubrik ini berisi tiga atau empat tingkat perkembangan, yakni: belum berkembang, mulai berkembang, berkembang sesuai harapan. Jika empat tahap perkembangan ditambah sangat berkembang.
Dalam kegiatan proyek, murid pasti melakukan sesuatu. Wujudnya berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Hasil belajar berupa pengetahuan diwujudkan dalam bentuk keruntutan dalam melaporkan atau menuturkan. Sikap ditunjukkan dalam bentuk perilaku yang teramati. Hasil belajar keterampilan diwujudkan dalam bentuk unjuk kerja dan/atau produk.
Dalam kegiatan P5, yang menjadi fokus asesmen adalah dimensi-dimensi PPP (Profil Pelajar Pancasila) yang elemen dan subelemennya sudah ditentukan dan asesmennya menggunakan rubrik yang sudah dibuat lebih dahulu.
Karena ada 4 tahap kegiatan P5, yaitu tahap awal, kontekstualitas, aksi, dan refleksi, maka setelah tahap pertama, kedua, dan ketiga guru melakukan asesmen formatif.
Asesmen Formatif 1, misalnya mempresentasikan hasil pengamatan lingkungan. Formatif kedua, misalnya menuliskan informasi yang dimiliki setelah melaksanakan pengamatan, membandingkan dan menentukan ide. Asesmen Formatif ketiga, misalnya menuliskan peran dalam kelompok, aktivitas dalam kelompok, menilai kesesuaian kegiatan dengan tujuan yang diharapkan kelompok
Pada bagian akhir guru dan siswa melakukan refleksi.
Sebelum melaksanakan perayaan hasil belajar, guru melakukan asesmen sumatif dan menilainya dengan rubrik.
Setelah asesmen sumatif dilaksanakan siswa dan guru melaksanakan Perayaan Hasil Belajar. Perayaan hasil belajar tidak identik dengan kegiatan pameran.
Perayaan hasil belajar merepresentasikan kegiatan awal, kontekstual, dan aksi proyek yang dilakukan.
Kegiatan perayaan hasil belajar misalnya berbentuk:
- Anak-anak menampilkan hasil karyanya berupa poster, gambar, foto, dan portofolio yang berhubungan dengan proses kegiatan proyek.
- Siswa mempresentasikan produk yang dihasilkan bersama kelompok.
Nah, jelaslah bahwa guru tidak menilai apa yang dihasilkan (produk) tetapi menilai bagaimana mereka menghasilkan produk, yaitu dimensi PPP (Profil Pelajar Pancasila) yang dijabarkan elemen dan subelemennya. Wallahu a’lam.
Mantap! Terimakasih Pak! Informatif, keren!