artikel

Trik Paling Cepat dan Mudah Perkalian 6 ke Atas

Ketika siswa dihadapkan pada operasi hitung perkalian bilangan cacah yang mengandung perkalian bilangan enam ke atas, mereka kadang mengalami kesulitan. Ada siswa yang menggunakan alat bantu dekak-dekak. Namun, guru sudah tidak membolehkan mereka menggunakan dekak-dekak atau abacus di kelas. Apa yang terjadi? Anak pun kebingungan. Mereka yang lambat belajar, akhirnya menjadi minder, rendah diri. Pekerjaan tidak kunjung selesai dan hasilnya, skor hasil perkalian mereka rendah.

Ruas Jari Jari yang Berfungsi Matematis

Tuhan adalah pencipta yang Maha Sempurna. Menciptakan makhluk sempurna bernama manusia dan membekalinya dengan anggota tubuh yang dapat digunakan untuk membantu serta memudahkan menjalani kehidupan. Otot kaki yang kuat dan otot tangan yang kuat mampu membantunya memanjat pohon, mampu mengangkat benda, dan lain-lain. Demikian pula jari-jari tangan manusia.

Jari-jari tangan manusia, dibuat oleh Sang Pencipta beruas-ruas. Ruas-ruas jari terbentuk dari beberapa tulang jari dan ligamen yang menyatukan tulang-tulang tersebut. Ligamen-ligamen itu yang membantu jari bergerak.

Jari-jari kita, selain memiliki fungsi fisika, ia memiliki fungsi matematis. Manusia dapat berhitung dengan bantuan jari dan ruas-ruas yang ada di dalamnya. Teman-teman kita yang muslim, memiliki kebiasaan beribadah dengan berzikir, melisankan ucapan-ucapan pujian kepada Allah. Misalnya melafazkan subhanallaah, alhamdulillah, allahuakbar, masing-masing 33 kali sesudah salat.

Tanpa bantuan alat berupa tasbih, untaian butir manik-manik untuk membantu berhitung, kita dapat menggunakan ruas-ruas jari kanan kita untuk berzikir. Caranya dengan memulai menghitung ruas pangkal jari kelingking yang berbatasan dengan telapak tangan, dan seterusnya. Lihat ilustrasi berikut ini!

Dengan menghitung ruas jari hingga ke ujung jari dan mengulanginya pada setiap jari, teman-teman muslim dapat menghitung dengan tepat 33 kali.

Perkalian dengan Bantuan Jari

Dengan ruas-ruas jari manusia dapat melakukan operasi perkalian. Perkalian hakikatnya adalah penjumlahan berulang dan perkalian memiliki sfat komutatif atau pertukaran. Artinya, jika menghitung 1 x 2 hasilnya sama dengan menghtung 2 x 1.

Perkalian dua dapat dilakukan dengan menghitung dua ruas jari sebanyak yang diperlukan. Jika ingin mengetahu hasil dari 6 x 2, maka siapkan dua ruas masing-masing sebanyak enam jari. Hasilnya dapat diketahui yaitu dua belas. Demikian seterusya hingga perkalian lima, menambah ruas jari dengan bantuan telapak tangan. Dengan sering berlatih, maka perkalian satu hingga perkalian lima dapat dihapalkan.

 

Nah, ketika masuk pada pengerjakan operasi hitung perkalian enam ke atas, banyak peserta didik di kelas saya yang mulai kesulitan. Terutama jika diminta mencongak, menghapal di luar kepala. Untuk menghitung perkalian enam ke atas, tidak jarang mereka menggunakan coretan seperti lidi menggunakan pensil atau bolpoin mereka. Setelah itu, mereka menghitungnya satu demi satu. Aha, selain lama, jika tidak teliti bisa salah hitung.

Perkalian Enam Ke Atas dengan Jari

Ada cara yang diajarkan guru SPG (1986 – 1989) yang hingga saat ini masih melekat dalam ingatan. Yaitu perkalian menggunakan jari kiri dan kanan. Simbol angka dengan jari kiri dan kanan diilustrasikan sebagai berikut.

 

 

 

Misal, kita akan mencari jawaban dari 6 x 6. Maka proses pengerjaannya adalah, “pasang” angka enam dengan jari kiri dan enam dengan jari kanan.

 

Ilustrasi 6 x 6 (Dok. Pribadi)

 

Jari yang bebas, kita istilahkan dengan “jari hidup”. Setiap jari yang hidup mewakili satu puluhan. Jadi, dua jari yang hidup memiliki nilai dua puluh. Jari yang terlipat, diistilahkan dengan “jari mati”. Jari mati kiri adalah empat dan jari mati kanan juga empat. Keduanya dikalikan, hasilnya enam belas. Bukankah 4 x 4 sama dengan 16? Dua puluh ditambah hasil kali dari 4 x 4, hasilnya 36. Dengan demikian, enam kali enam hasilnya tiga puluh enam.

Bagaimana dengan 6 x 7, apakah proses pengerjaanya sama? Ya, sama saja. Siapkan angka enam dengan jari kiri dan angka tujuh dengan jari kanan.

 

Ilustrasi 6 x 7 (Dok. Pribadi)

 

Jari yang hidup ada tiga, artinya bernilai tiga puluh. Perkalian jari mati kiri dan kanan, hasilnya dua belas. Tiga puluh ditambah dua belas, hasilnya empat puluh dua. Jadi, 6 x 7 = 42.

Sampai tahap ini, ketika dipraktikkan di kelas atau berdua dengan anak, mereka sudah mulai paham. Apalagi jika dilanjutkan dengan perkalian berikutnya, 6 x 8.

 

Ilustrasi 6 x 8 (Dok. Pribadi)

Pada perkalian 6 x 8, jari yang hidup ada empat, berarti bernilai 40. Jari mati kiri dikalikan jari mati kanan, 4 x 2, hasilnya 8. Empat puluh ditambah dengan delapan hasilnya empat puluh delapan. Jadi, 6 x 8 = 48.

Peragaan perkalian 6 x 9 pun sama saja. Akan ada jari hidup bernilai lima puluh dan hasil kali jari mati kiri dan kanan yaitu empat. Denga demikian, 6 x 9 = 54. Ilustrasinya sebagai berikut.

 

Ilustrasi 6 x 9 (Dok. Pribadi)

 

Tidak Semua Diperagakan

Perkalian dengan jari seperti di atas, sebenarnya hanya mengalikan bilangan-bilangan berikut.

 

 

Mengapa tidak semuanya? Ya, karena 7 x 6 sudah kita temukan ketika mengalikan 6 x 7. Demikian juga untuk perkalian 8 x 6, 8 x 7, 9 x 6, 9 x 7, dan 9 x 8 sudah diperoleh hasilnya ketika melakukan operasi hitung perkalian sebelumnya.

Akhirnya, ingat kata Konfusius: saya mendengar dan saya lupa, saya melihat dan saya ingat, saya lakukan dan saya mengerti. Jangan hanya dilihat gambar ilustrasi peragaan tersebut. Lakukan dengan buah hati, cucu, atau peserta didik Anda sebagai salah satu bentuk permainan. Anda dapat melakukannya secara luring maupun daring. Selamat mencoba!

 

 

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

10 thoughts on “Trik Paling Cepat dan Mudah Perkalian 6 ke Atas

  • Makasih pakde untuk perkalian 1- 5 nya, sudah diingatkan kembali, sedangkan untuk. Perkalian 6 ke atas, masih ingat dan diperagakan terus, trims, salam, menunggu ilmu- ilmu selanjutnya.

  • Jadi ingat masa kanak-kanak Pak D.
    Sewaktu masih duduk di bangku SD, guru saya mengajarkan tehnik ini.
    Ilmu ini akhirnya saya turunkan pada anak-anak saya ketika mereka mulai belajar perkalian.
    Alhamdulillah…sangat membantu.

  • Terimakasih sekali Pak D. Saya mau praktekkan untuk anak saya di kelas 3. Sudah mulai perkalian. Sekalian belajar.

  • Mantap pak D

  • Saya mendapatkan ilmu menghitung perkalian dengan jari ini juga dari guru SD saya…saya juga selalu mengajarkan balik ke anak-anak didik saya.

Comments are closed.