Amplop Sumbangan

Menjadi MC pada pesta hajatan bagi Manto bukan pekerjaan profesional yang menghasilkan uang. Itu dilakukan sebagai wujud partisipasi sebagai tetangga, rewang (istilah Jawa perantauan untuk kata membantu tetangga hajatan). Seperti hari Minggu ini, dengan berbaju batik ia naik ke panggung. Menyapa hadirin dan membawakan acara resepsi dari pembukaan hingga paripurna.
Selesai acara resmi, tiba giliran para tamu undangan makan siang. Sebelum azan dzhuhur, hiburan organ tunggal pun berkumandang. Mereka menghibur tuan rumah, panitia, dan tetamu yang menikmati hidangan. Sudah kebiasaan, sebelum turun, Manto menyanyikan lagu kesayangan. Lagu langgam jawa berjudul “Wuyung” ia nyanyikan untuk mengiringi tamu yang menikmati hidangan. “Agar mengunyah makanannya tidak terburu-buru. Coba diiringi musik remix, saya takut mereka tersedak,” katanya berseloroh. Sebelum Manto menyerahkan mikrofon kepada MC hiburan, catatan acara ia lipat dan menyimpannya di kantong celana. Setelah turun dari panggung, ia bergegas menemui tuan rumah dan memasukkan amplop terlipat itu ke kotak yang disediakan.
“Mas, kok amplopnya dibawa pulang?” tanya istrinya dari luar kamar mandi. Mana mungkin? Turun dari panggung Manto langsung mengisi kotak sumbangan. Ia takut kelupaan, malu, seperti bulan lalu. “Kertas susunan acara masih ada di kantong kanan celana?” teriak Manto dari kamar mandi. “Kosong, Mas!” Sabun yang membasahi badan seperti berhenti mengalir.
#Pentigraf
#Jan29AISEIWritingChallenge
AWESOME
Komentar anda semua keren. Terima kasih.
Nah, itu dia
Tu kan, Pak manto. Bukan saya.
Waduh ketahuan deh,
Siapa lagi yg akan memasukkan kertas MC?
Manto Manto…
Wkwkwk…jd ingat kejadian sekian tahun yang lalu
Baru sadar amplopnya masih aman dalam dompet, saat perjalanan pulang.
Waduh… Mas Manto salah ngasih ampauw. Jangan2 uang gajih dimasukkan ke kotak. Kasihan… ha… ha… ha. .
Lucu juga ceritanya, Master Susanto keren….
Ha..ha..ha..dua kali pak D…
Ada ada saja pak Manto, hhh
Pengalaman pribadi ya pak D, ayo ngaku ! Hehehe
Waduh….lupa lagi nih. Kebiasaan lupa kayaknya. Pentigrafnya keren…Jozz
Bukan saya loh. He he.
Iya nih
ha ha
Hahaha… lucu ya , pak Manto..pak Manto..!
Duuh tertukar itu pak D..
Wahhh salah ngasih tuh. Siiip deh pentigrafnya