Rendang Pesanan Bu Lurah (Pentigraf)

Rendang Bu Lurah
Oleh: PakDSus
Rida sosok istri yang sempurna. Tidak hanya cantik, Rida pun pandai memasak. Masakan yang paling ia kuasai adalah rendang. Ilmu itu diperoleh Rida ketika bekerja di rumah makan Padang terkemuka di kotanya. Setelah menikah ia terpaksa berhenti dan fokus menjadi ibu rumah tangga.
Dipenuhi aroma harum rempah, di dapur Rida terlihat asyik memasak rendang pesanan Bu Lurah. Rendang itu akan dijadikan teman makan nasi para tukang yang akan mengurus hewan kurbannya, esok. Saat ini masakan Rida hampir matang sempurna. Warna cokelat keemasan yang menggoda dan tekstur daging yang empuk membuat siapa saja yang melihat bakalan keluar air liur. Tinggal sedikit lagi, pikirnya. Ia mencicipi sedikit kuahnya, memastikan semua rasa seimbang. Tiba-tiba, terdengar bunyi bel pintu ruang tamu. Rida bergegas menuju ruang tamu.
Pintu rumah terbuka. Rani, sahabatnya bertandang ke rumah. Seragam kaos dan training warna oranye serasi dengan warna kulitnya. Rani mengatakan ia baru pulang dari mengikuti senam di balai desa. Perkataan Rani dibuktikan dengan beberapa bagian baju kaosnya terlihat basah. Rani datang membawa kabar menyenangkan. Pada lebaran haji hari kedua ia ingin dimasakkan rendang seperti pesanan Bu Lurah. Ternyata kabar lezatnya masakan Rida sampai ke telinganya. Ketika kedua sahabat itu asyik mengobrol, suami Rida pulang. Ia menuju kamar mandi dekat dapur. “Ma, … rendangmu hangus!”
Tugumulyo, Musi Rawas, 5 Juni 2025
