Belajar dari Guru Penggerak

Hari kedua Workshop Pengembangan Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Musi Rawas sangat seru. Panitia menghadirkan seorang Guru Penggerak Angkatan I Kota Palembang, Ibu Dian Eka Sari sebagai narasumber. Beliau adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP Negeri 54 Palembang.
Bu Dian guru yang sangat sibuk: mengajar, melanjutkan sekolah pada jenjang S2, dan dalam persiapan presentasi karya inovatif. Ibu guru yang energik ini, di tengah kesibukannya berkenan memberikan pencerahan kepada para guru di Kabupaten Musi Rawas. Para guru dari jenjang TK, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA peserta workshop terpesona dengan penampilan guru lulusan Program Guru Penggerak Angkatan Pertama ini. Ada dua materi yang beliau sampaikan. Materi yang pertama adalah Pembelajaran Berdiferensiasi dan yang berikutnya adalah Canva for Education. Kedua materi dibawakan dengan sangat menarik. Meskipun sering juara, dalam menyampaikan praktik baik tersebut tidak terkesan jumawa.
Praktik baik yang disampaikan oleh alumnus Pendidikan Guru Penggerak Angkatan Pertama ini pun dapat menjadi bekal bagi para Calon Guru Penggerak Angkatan V Kabupaten Musi Rawas. Seperti diketahui, para CGP (Calon Guru Penggerak) Angkatan V dari Kabupaten Musi Rawas sedang dalam proses seleksi dan verifikasi oleh Panitia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembelajaran Berdiferensiasi
Saya mendengar dan membaca tentang pembelajaran berdiferensiasi setelah program guru penggerak bergulir. Teman-teman di grup blogger yang mengikuti pendidikan guru penggerak seperti Pak Sudomo dari Lingsar Lombok Barat sering membagikan tuisan seputar modul-modul yang ada dalam LMS (Learning Management System) Guru Penggerak. Di antaranya tentang pembelajaran berdiferensiasi.
Jika melongok kamus besar kita, kata diferensiasi termasuk dalam kelas kata benda atau nouns. Diferensiasi artinya: 1)Â proses, cara, perbuatan membedakan; pembedaan;Â 2)Â perkembangan tunggal, kebanyakan dari sederhana ke rumit, dari homogen ke heterogen;Â 3)Â proses pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan perbedaan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.
Pembelajaran Berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut.
Pemetaan Peserta Didik
Jadi, pembelajaran berdiferensiasi memperlakukan siswa sesuai dengan perbedaan individu. Dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi, seorang guru melakukan pemetaan peserta didik. Hal-hal yang dipetakan adalah tentang kesiapan belajar, minat murid, dan profil belajar murid.
Kesiapan belajar adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka. Dengan lingkungan belajar yang tepat dan dengan dukungan yang memadai mereka tetap dapat menguasai materi tersebut.
Hal kedua yang dipetakan adalah minat peserta didik. Ada peserat didik yang memiliki minat sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains, drama, memasak, dan sebagainya. Guru memanfaatkan minat sebagai salah satu motivator penting bagi peserta didik agar dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Sebagai contoh, seorang guru bahasa Indonesia, sebut saja Bu Nur, ingin mengajarkan muridnya membuat karangan berbentuk narasi. Maka, karangan yang akan mereka buat disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing.
Berbeda-beda dong hasilnya? Iya, namun substansi materinya sama, yaitu mereka dapt menulis karangan berbentuk narasi dengan baik dan benar.
Hal ketiga yang dipetakan adalah profil belajar. Profil belajar peserta didik terkait dengan faktor bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya, termasuk gaya belajar.
Menyusun Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi
Rencana pembelajaran berdiferensiasi tidak berbeda dengan rencana pembelajaran pada umumnya. Perbedaannya adalah setelah menentukan tujuan pembelajaran. Pada RPP bediferensiasi, guru melakukan pemetaan seperti uraian di atas berdasarkan tujuan pembelajaran, lalu menentukan diferensiasi yang akan diterapkan. Diferensiasi dapat terjadi pada empat hal pokok: konten, proses, produk, dan lingkungan. Bu Dian tidak memasukkan lingkungan sebagai satu diferensiasi dalam pembelajaran.
Diferensiasi pada konten adalah pembedaan pada informasi dan ide yang dipelajari siswa untuk meraih tujuan pembelajaran. Pada diferensiasi proses, pembedaan terjadi pada murid dalam mengambil, memproses, dan memahami konten. Diferensiasi pada produk adalah pembedaan pada murid dalam menunjukkan hal yang mereka ketahui, pahami, dan bisa dilakukan. Diferensiasi pada lingkungan adalah pembedaan pada iklim atau suasana kelas.
Penilaian Pembelajaran Berdiferensiasi
Penilain pada pembelajaran berdiferensiasi adalah penilaian formatif, artinya guru melakukan penilaian proses. Penilaian disesuaikan dengan pemetaan yang dilakukan guru dan diferensiasi yang dilakukan. Dengan demikian perbedaan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing peserta didik diperhatikan. Subtansi materi sama, namun mungkin produk yang dihasilkan berbeda sesuai dengan gaya belajar dan perbedaan minat peserta didik.
Sedangkan untuk menilai siswa secara klasikal diperlukan penilaian sumatif. Penilaian sumatif meliputi penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester.
Quote Kita Hari Ini
Ada hal menarik yang diceritakan Bu Dian. Ketika ia bertemu dengan para peserta didik pada pembelajaran tatap muka terbatas, pada hari pertama Bu Dian tidak melakukan pembelajaran. Maksudnya, tidak membahas materi sesuai kurikulum. Pada saat itu, ia mengajak para murid memandang pohon mangga.
“Anak-anak, coba perhatikan pohon mangga itu. Pohon mangga itu berbuah lebat dan buahnya matang. Sementara di bawahnya berserakan buah-buah mangga yang juga matang. Jika kalian memilih, buah mangga manakah yang akan kalian pilih?” tanya Bu Dian kepada murid-muridnya.
Ada beberapa murid yag menunjukkan tangannya.
“Saya memilih buah yang ada di pohon!” jawabnya mantap.
Beberapa siswa pun ditanya Bu Dian, mereka rata-rata menjawab bahwa buah pada pohonlah yang mereka pilih untuk diambil.
“Bukankan mengambil buah yang di tanah lebih mudah? Buah yang ada di pohon tentu lebih sulit mengambilnya,” kata Bu Dian memancing jawaban para peserta didiknya.
“Ya, Bu. Tetapi, kita bisa menggunakan satang (bambu panjang/galah), memanjat, atau menggunakan tangga!” jawab anak-anak bersahutan.
“Ibu bahagia sekali mendengar jawaban Anak-anak semua. Buah yang di pohon tentu lebih baik dari yang berserakan di tanah. Mengambilnya pun lebih susah. Namun kalian lebih memilihnya. Apa artinya? Untuk mendapatkan hal yang baik kita harus mau berusaha. Usaha yang kita lakukan dapat dilakukan dengan berbagai cara,” tutur Bu Dian panjang lebar.
Canva for Education
Siapa belum mengenal Canva? Canva adalah platform desain grafis yang digunakan untuk membuat grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen dan konten visual lainnya. Banyak ragam contoh desain yang bisa digunakan. Canva terdiri dari dua jenis layanan, yakni gratis dan berbayar.
Seperti dilansir canva.com, Canva for Education atau Canva untuk Pendidikan adalah penawaran gratis untuk semua pendidik K12. Dengan Canva untuk Pendidikan, para pendidik dapat memperoleh semua keuntungan fitur premium. Fitur premiun yang dimaksud seperti jutaan gambar, font, grafik, video, animasi, dan template, serta ruang kelas khusus. Ruang kelas khusus ini untuk mengundang siswa dan guru melakukan kegiatan berbagi, meninjau, dan mengelola tugas.
Setelah menyampaikan paparan tentang pembelajaran berdiferensiasi, narasumber (Bu Dian) mengenalkan Canva for Education secara sekilas. Meskipun begitu, sebelum berpisah beliau sempat memberi contoh pemanfaatan Canva dia nataranya untuk membuat poster sederhana. Contoh poster sederhana yang dibuat Bu Dian dapat dilihat pada video berikut ini.
Materi paparan Bu Dian dapat Anda unduh sebagai berikut.
Musi Rawas, 10 November 2021
Ulasan yg mudah dicerna. Kreeen pak de
bagus banget ulasanya Pak D, semoga bisa jadi inspirasi
Jos, Pak D. Di tengah kesibukan selalu menyempatkan diri memberikan motivasi lewat tulisan.
Pembelajaran berdiferensiasi ini sedang viral. Hehe.. CGP pula yang memviralkannya. Makasih Pak D artikelnya.
bagus banget
Mantan pakD sahring ilmunya. Lengkap dengan materi narasumber.
Terima kasih kunjungannya.
Alhamdulilah .. Ilmu yang sangat bermanfaat .Terimakasih Pak D..
Terima kasih Pak D sharingnya. Ikut belajar di sini.
Dulu pernah pakai Canva Pro
terus balik lagi pakai yang gretongan, thank you, Pak Dhe infonya bermanfaat sekali
Mak Nyus Bu Dian. Pak D pastunya luar biasah… Aku mengagumimu Pak D. Tulisannya sangat sangat enak dibaca. Alurnya mengalir seperti air. Logikanya mudah dipahami. Thank you
Ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat. Terima kasih sharing-nya, Pak D.
Mantap
Mantaps Pakdhe….