artikel

Bener Nggak Sih, Ada Kurikulum Deep Learning

Tangkapan Layar Penjelasan Menteri (Sumber: https://www.youtube.com/@BeritaSatuChannel)

Isu perubahan kurikulum baru-baru ini sempat mendapat perhatian di dunia maya karena pernyataan dari Menteri Pendidikan dasar dan Menengah, Profesor. Abdul Mu’ti.

Kehadiran beliau di tengah masyarakat yang masih dibayangi anggapan tentang “ganti menteri, ganti kebijakan” bahkan sudah disampaikan sendiri oleh beliau.

“Kalau kebijakannya masih tetap buat apa ada menteri baru.” Lebih kurang seperti itu.

Pernyataannya pak Menteri mengenai “deep learning” dimaknai oleh sebagain masyarakat sebagai perubahan kurikulum. Video beliau yang tersebar luas dan mendapat perhatian dikaitkan dengan Kurikulum Merdeka, seakan-akan deep learning dipandang sebagai kurikulum baru pengganti Kurikulum Merdeka. Hingga tulisan ini diunggah, hasil kajian trhadap Kurikulum berjalan, belum diumumkan.

Pembelajaran mendalam (deep learning) seperti yang ditunjukkan oleh Prof. Abdul Mu’ti, seorang guru, tidak hanya memberikan informasi, misalnya, tentang air, tetapi juga mengarahkan siswa untuk memahami signifikansi dan penerapannya dalam kehidupan, termasuk dalam konteks ibadah. Inilah inti dari pembelajaran yang mendalam yang memfokuskan pada pemahaman yang bermakna.

Pembelajaran yang mendalam (deep learning) memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir kritis. Mereka diharapkan bertanya-tanya, dan menemukan jawaban secara mandiri.

Parta siswa didorong untuk mengelaborasi informasi, menjalin hubungan antarkonsep, serta membangun jaringan pengetahuan yang kuat. Dengan begitu, siswa bukan sekadar menerima informasi, melainkan berubah menjadi pelajar yang aktif dan memiliki kendali atas proses pembelajaran mereka.

Tentu menarik, pendekatan deep learning ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai mata pelajaran, bidang sains maupun sosial. Fokusnya lebih pada proses pembelajaran itu sendiri.

Jadi, inti dari deep learning sebenarnya adalah meningkatkan pemahaman yang mendalam, melibatkan siswa secara aktif, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka.

Tak seperti pandangan yang salah tersebar di media sosial, deep learning bukanlah suatu kurikulum. Sebab, deep learning adalah suatu pendekatan untuk membimbing siswa menjadi pembelajar yang memiliki daya nalar kritis dan reflektif. Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan membantu siswa memahami konsep secara mendalam serta mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari dalam kehidupan nyata.

Ada tambahan komentar?

Musi Rawas, 15 November 2024
PakDSus

PakD

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.