Endors Buku Bu Kanjeng!

Pulang sekolah tanggal 1 November 2022, di meja saya dapati sebuah bungkusan. Bungkusan berwarna biru penuh balutan lakban bening itu rata pada bagian bawah dan terasa empun pada sisi lainnya. Ingatanku ku pun melayang pada sebuah pesan WA:

Buku sudah jadi, kirim alamat, ya!
Alamat yang saya kirimkan kepada salah satu penebar virus literasi yang menyapa diri dan sering dipanggil dengan nama Bu Kanjneg ini menjadi sasaran Bang Kurir untuk mengantarkan kiriman beliau.
Bagaimana ceritanya, kedua benda yang monumental itu bisa sampai ke tangan dan saya ikut menikmatinya? Begini ceritanya.
Pada Tanggal 28 Oktober 2022 sekitar pukul 15.19 WIB, saya mendapat kiriman naskah dalam bentuk file PDF. Di bawahnya disertai pesan: Kejar tayang mohon berkenan memberikan endors. Sang pengirim naskah adalah guru literasi saya, Ibu Kanjeng Sri Sugiastuti. Biasanya, saya selalu membalas dengan cepat setiap pesan WA yang masuk. Namun, pesan Bu Kanjeng saya diamkan. Saya belum memahami bagaimana menulis endors untuk sebuah karya tulis. Namun demikian, naskah lebih dari 200 halaman A5 saya baca dan mencoba menangkap inti sarinya.
“Insyaallah Senin mau antri cetak. Semoga ada endors dari Pak D.”
Tiga hari berikutnya, Bu Kanjeng kembali mengirim pesan. Hari berikutnya, saya membuat catatan:
Sesekali, isi kepala penuh dengan beragam pikiran atau masalah sehingga merasa diri tidak utuh lagi. Orang menamakan usaha penyembuhan diri untuk mengembalikan fisik dan mental kembali segar dan utuh kembali dengan istilah healing. Banyak cara dilakukan seseorang untuk melakukan healing. Satu di antaranya dengan melakukan traveling. Traveling atau bepergian berupa jalan-jalan antarlokasi geografi dilakukan dengan jalan kaki, bersepeda, naik kendaraan bermotor di darat, menumpang pesawat, atau kapal laut.
Anda yang belum sempat melakukan traveling sekaligus ingin melakukan healing, kisah dalam buku ini dapat menjadi panduan dan referensi. Berbagai destinasi wisata di belahan Nusantara dan kisah perjalanan menuju ke sana diceritakan dengan apik oleh Bu Kanjeng. Bu Kanjeng sebagai seorang traveler merekam perjalanannya dengan baik. Bu Kanjeng menyajikan detail perjalanan sekaligus berbagai trik dan tips dalam melakukan healing with travelling.
Ingin taveling sekaligus healing tetapi masih bingung mau ke mana dan bagaimana? Buku ini akan membantu Anda menentukan pilihan. Selamat membaca, selamat melakukan healing with travelling bersama Bu Kanjeng!
Tulisan itu saya kirimkan kepada sang penulis disertai pesan: Pada cetakan berikutnya perlu proofreading yang mendalam agar makin menarik. Salam, Ibunda.

Tidak dinyana, sang penulis malah meminta: “Kalau msh memungkinkan saya ingin Pak D sbgai Proofreading. 5 hari cukup ya.”
Bu Kanjeng sebagai penulis buku itu pun mengirimkan naskah Word yang siap cetak. Hal itu terlihat dari naskah yang sudah tersusun pada sebuah template. Lima hari sejak tanggal dua adalah tanggal tujuh. Oleh karena itu, setiap hari saya melakukan uji baca lebih kurang empat puluh halaman. Jika terdapat kesalahan ejaan, atau struktur kalimat, saya perbaiki (sesuai kemampuan saya) dengan tidak mengubah makna dan pesan yang tersirat.
Hari Jumat pagi, tanggal 7 Oktober 2022, menjelang pukul setengah sembilan, datang pesan: Assalamualaikum. Proses Proofreading sdh selesai blm?
Saat itu, saya masih di sekolah. Saya pun menjanjikan akan mengirimkan naskahnya pada malam hari. Malam harinya, saya pun berpacu dengan waktu. Masih ada beberapa lembar lagi yang belum selesai saya baca dengan teliti. Berkat pertolongan Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, naskah itu pun selesai. Tidak ada waktu lagi untuk meneliti dengan mendetail. Satu menit menjelang pergantian hari, naskah saya konversi menjadi berkas PDF. Kedua berkas (Word dan PDF) saya kirimkan.
Pada hari Sabtu pagi, saya mendapat kabar dari Bu Kanjeng bahwa hari Senin bisa antre cetak. Wow …! Saya merasa lega. Yang membuat lega di antaranya, ing-atase (terjemahan bebas saya: meskipun hanya) proofreader amatir tetapi diminta menguji baca naskah penulis yang boleh saya bilang kawakan. Apalagi buku itu bakal dicetak lumayan banyak dan diikutkan dalam bazar buku pada acara Kopdar Pertama RVL.
Pada tanggal 14 Oktober malam, saya mendapat pesan lagi dari penulis buku “Healing with Traveling” itu. Kali ini Bu Kanjeng meminta alamat.
“Buku sudah jadi, kirim alamat, ya!”
Saya pun mengetik alamat rumah yang sudah beberapa kali saya kirimkan kepada beliau. Tidak memakan waktu lama karena alamat rumah sudah saya beri tanda bintang. Salin, tempel, lalu kirimkan.

Musi Rawas, 2 November 2022
PakDSus
Keren…berbagi cerita. Bunda Kanjeng ,sosok pegiat literasi ,sekaligus motivator yg handal. Emak juga sdh 4 buku jadi kurator beliau. Sekarang mau menyusun lagi buku ke 5. Salam sehat dan sukses untuk PakD dan Bunda Kanjeng
Hm, sudah terbukti dan teruji. Hehe
Alhamdulillah dimudahkan prosesnya dan Pak D Sus ikut mengawal semoga takdir buku juga baik. Terima kasih ya.