Hoax Kuota Internet Lagi!

Belum genap tiga haru memasuki tahun baru dengan angka berurutan, 2021, grup WA yang saya ikuti “dihujani” iklan abal-abal yang mengatakan bahwa ada subsidi gelombang pertama tahun 2021 kuota internet berupa kuota belajar.


Apakah Anda percaya dengan situs abal-abal seperti di atas? Lihat saja situsnya: subsidi.kuotabelajar(dot)xyz/?c=75GB, kuota-belajar(dot)n-t.site, kuotapandemi(dot)com?v=50gb.
Kemudian, dibela-belain menyebarkannya ke grup WA atau ke nomor-nomor pribadi kolega anda? Selain Anda dipermainkan, sesungguhnya Anda pun sedang mempermainkan kecerdasan anggota grup WhatsApp Anda.
Bukankah Kemdikbud sudah memberikan kuota secara gratis melalui berbagai operator seluler yang didaftarkan?
Baca: https://blogsusanto.com/2020/09/24/whatsapp-termasuk-kuota-internet-pendidikan-bantuan-kemdikbud/
Saya meyakini masih banyak situs-situs abal-abal sejenis menyebarkan hal yang sama. Saya pun pernah menulisnya.
Baca: https://blogsusanto.com/2020/10/30/kena-tipu-pulsa-100-ribu/
Mencoba Klik dan Melihat Hasilnya
Untuk membuktikan bahwa iklan tersebut adalah iklan palsu, situs abal-abal, mari kita tes dengan mengeklik salah satu link yang dicantumkan.
Nomor ngawur yang kita isikan ternyata diterima oleh sistem mereka. Artinya, jika kita memasukkan nomor HP kita, saya khawatir nomor kontak kita direkam secara otomatis. Ini artinya tanpa diminta kita sudah memberikan secara cuma-cuma nomor kontak kita kepada pihak lain.
Lalu, saya mencoba membagikan kabar itu ke grup WA atau kontak yang saya miliki. Itu sesuai instruksi pemilik situs yang katanya akan memberikan kuota gratis tersebut. Mari kita lihat apa yang terjadi.
Jadi, ujung-ujungnya kita diminta mengisi data pribadi yang berisi nama ayah dan ibu. Benarkah setelah kita mengisi dan mengeklik tombol daftar akan mendapat seperti yang dijanjikan? Sementara data pribadi kita sudah diberikan.
Tidak ingatkah kita bahwa data perbankan selalu mencantumkan nama ibu kandung?
Ternyata kita belum bijak dalam berinternet. Masih saja kita termakan berita-berita hoax, situs abal-abal dan iklan-iklan palsu. Bahkan obat-obat palsu demikan marak di internet.
Jika kita mendapatkan berita, tanpa pikir panjang lalu kita meneruskan (forward) kepada kontak atau grup yang kita ikuti. Untuk ini WhatsApp sudah memberian tanda bahwa berita itu sudah diteruskan berkali-kali dengan ciri tanda panah ganda melengkung ke kanan di bawah nomor kontak yang membagikan.
Sebelum saya tutup, ada situs bagus loh, yakni Galeri Privasi. Saya ikut mencoba mengulas galeri 6 instalasi seni dengan hastag #KendalikanPrivasimu pada wesite tersebut. Pada pameran 6 instalasi seni secara virtual tersebut kita akan dibawa untuk menjelajah pentingnya intenet sehat, menjaga privasi, dan tidak mudah termakan berita hoax.
Salam,
Pak D Susanto
#Jan03AISEIWritingChallenge
Situsnya berganti tetapi isinya sama saja.
Terima kasih penjelasannya pak, ibu saya sering mendapat broadcastan whatsapp tentang kuota gratis yang alamat situsnya selalu berganti.
OK, bu
Betul P D, kita harus berhati2.
Terimakasih infonya P D.
Sukses selalu…