artikel

Implementasi Mandiri Belajar dalam Kurikulum Merdeka

https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/

Halo, Sahabat Pembelajar! Apa kabar? Apakah tahun ajaran 2022/2023 sekolah Anda melaksanakan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) secara mandiri dan memilih Mandiri Belajar? Apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana mengimplementasikannya? Jika Anda memiliki pertanyaan serupa, tulisan ini mencoba menjawab dan semoga bermanfaat, ya.

Pendahuluan

Kita tidak memungkiri bahwa berdasarkan hasil studi nasional dan internasional, Indonesia mengalami krisis pembelajaran yang cukup lama. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapakn konsep matematika dasar. Selain itu ditemukan kesenjangan pendidikan yang curam antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Karena alasan itulah Kurikulum Merdeka diluncurkan. Kurikulum Merdeka berisi materi-materi esensial yang akan membekali murid pada membekali anak-anak dalam bidang pengetahuan, keterampilan, literasi, numerasi, maupun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Kurikulum Merdeka merupakan opsi bagi semua satuan pendidikan yang siap. Oleh karena itu satuan pendidikan yang sudah siap dipersilakan memilih mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri. Namun, satuan pendidikan yang siap menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri pun masih diberikan kesempatan untuk memilih. Ada tiga opsi yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Apa perbedaan ketiganya?

Perbedaan Mandiri Belajar, Berubah, dan Berbagi

Sekolah saya memilih Mandiri Belajar, berarti sekolah saya masih menggunakan Kurikulum 2013. Akan tetapi, sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip yang ada di Kurikulum Merdeka. Hal utama yang diterapkan adalah peningkatan kompetensi literasi, numerasi, dan penguatan pendidikan karakter serta hal lain yang ada pada Kurikulum Merdeka.

Sekolah saya memilih Mandiri Berubah, artinya sekolah memanfaatkan sepenuhnya platform Merdeka Mengajar yang disiapkan oleh Kemendikbudristek. Sedangkan, jika sekolah saya memilih Mandiri Berbagi, artinya sekolah sudah sangat siap. Selama ini sudah melaksanakan banyak praktik baik terkait pengembangan perangkat ajar dan lain sebagainya. Sekolah yang memilih opsi Mandiri Bebagi adalah sekolah yang ditinjau dari sarana dan prasarana, kesiapan SDM, sangat siap. Selain itu, sudah bisa berkarya atau berinovasi, tidak sekedar yang ada di platform Merdeka Mengajar tetapi juga bisa berbagi pada sekolah-sekolah lain dalam bentuk karya-karya yang inovatif dan tetap mengikuti prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Karya-karya yang bisa dibagikan tentu bukan sembarang karya. Karya tersebut harus lolos proses kurasi dari tim Kemendikbudristek sehingga secara kaidah sudah memenuhi persyaratan.

Manakah yang Anda pilih dari ketiga opsi tersebut? Dalam perjalanannya, sekolah juga bisa mengganti opsi di Kurikulum Merdeka. Misalnya, yang awalnya Mandiri Belajar bisa diubah menjadi Mandiri Berubah ataupun Mandiri Berbagi. Demikian pula jika dalam implementasi Mandiri Berbagi sekolah mengalami kesulitan maka dapat diturunkan opsinya menjadi Mandiri Berubah.

“Ketika yang Mandiri Belajar merasa yakin dan cocok untuk menjadi Mandiri Berbagi, boleh diubah statusnya. Ketika Mandiri Berbagi di tengah jalan mengalami hambatan yang cukup signifikan, boleh berubah ke Mandiri Belajar, semuanya fleksibel,” jelas Plt Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi secara berulang menjelaskan perbedaan ketiga opsi tersebut dalam acara “Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Provinsi Jawa Timur Gelombang 2 Tahun 2022 beberapa waktu lalu.

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Opsi Mandiri Belajar

Tulisan ini khusus membahas tentang implementasi Kurikulum Merdeka bagi sekolah yang memilih opsi pertama, yakni Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Belajar. Strategi implementasi Kurikulum Merdeka secara umum setidaknya ada 6 strategi. Menurut Saut Maria Simatupang, Tim Staf Khusus Mendikbudristek Bidang Isu-Isu Strategis pada rapat bersama Kemendagri, enam strategi tersebut adalah:

  1. Guru dan kepala sekolah harus belajar mandiri melalui Platform Merdeka Mengajar,
  2. Guru dan kepala sekolah belajar Kurikulum Merdeka dengan mengikuti seri webinar,
  3. Guru dan kepala sekolah belajar Kurikulum Merdeka di dalam komunitas belajar,
  4. Guru dan kepala sekolah belajar praktik baik melalui narasumber yang sudah direkomendasikan,
  5. Guru dan kepala sekolah memanfaatkan pusat layanan bantuan (helpdesk) untuk mendapatkan informasi lebih,
  6. Guru dan kepala sekolah bekerja sama dengan mitra pembangunan untuk implementasi Kurikulum Merdeka.

Perangkat Implementasi Kurikulum Merdeka Opsi Mandiri Belajar

Hal yang sering ditanyakan pada webinar pemanfaatan paltform Merdeka Mengajar adalah perangkat kurikulum dan pembelajaran. Sekolah yang memilih opsi satu, dua, dan tiga pasti menanyakan hal ini.

Menurut laman kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id, pilihan pertama IKM adalah Mandiri Belajar. Pilihan ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Berdasarkan penjelasan tersebut, perangkat yang dibuat dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka Opsi satu adalah sebagai berikut.

1. Dokumen Kurikulum

Dokumen Kurikulum yang dibuat adalah Dokumen kurikulum yang sedang berjalan (Kurikulum 2013). Akan tetapi, agar mudah dipantau, sekolah perlu membuat dokumen yang memuat prinsip-prinsip dan bagian Kurikulum Merdeka yang hendak diimplementasikan. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Dokumen ini menjadi pedoman guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Contoh Halaman Judul Dokumen IKM – Mandiri Belajar (Dok. Pribadi)

2. Prinsi-prinsip dan Bagian Kurikulum Merdeka yang Diimplementasikan

Sebelum mengimplementasikan prinsip-prinsip dan bagian kurikulum, guru dan kepala sekolah memahami tentang pembelajaran paradigma baru. Untuk mengenal pembelajaran paradigma baru, Sahabat Pembelajar dapat mengunjungi laman https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/perkenalan/.

Untuk mendukung pembelajaran paradigma baru, pemerintah melakukan pembaharuan dalam pengorganisasian pembelajaran. Satu di antaranya adalah dengan mengatur pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan satuan pendidikan.

Hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat ada empat, yaitu: 1) Struktur kurikulum, 2) Profil Pelajar Pancasila, 3) Capaian pembelajaran, dan 4) Prinsip pembelajaran dan asesmen.

Hal-hal yang menjadi kewenangan satuan pendidikan adalah: 1) Visi, misi, dan tujuan sekolah, 2) Profil pelajar di satuan pendidikan, 3) Kebijakan lokal terkait kurikulum, 4) Proses pembelajaran dan asesmen, 5) Pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan, dan 6) Pengembangan perangkat ajar.

Dalam IKM opsi Mandiri Belajar, misalnya, sekolah memutuskan ingin belajar menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen. Pada dokumen implementasi Kurikulum Merdeka diuraikan tentang prinsip pembelajaran, pelaksanaan prinsip pembelajaran, prinsip asesmen, dan pelaksanaan prinsip asesmen. Uraian tentang prinsip pembelajaran dan asesmen terdapat pada buku Panduan Pembelajaran dan Asesmen – 2022.

Demikian pula jika sekolah memutuskan ingin belajar tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam dokumen dicantumkan uraian tentang Profil Pelajar Pancasila, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan tema yang dijadikan projek penguatan profil Pelajar Pancasila. Guru dan kepala sekolah dapat mempelajari Panduan Penguatan Projek Profil Pancasila, Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, dan Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Penutup

Sahabat Pembelajar, Bapak dan Ibu Guru pelaksana IKM opsi Mandiri Belajar. Selamat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka opsi Mandiri Belajar. Manfaatkan platform Merdeka Mengajar untuk belajar mandiri. Ibu dan Bapak pun dapat memanfaatkan komunitas belajar luring atau daring yang diikuti.

Musi Rawas, 25 Juli 2022

PakDSus

Bahan Bacaan:
1. https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/detailpost/mengenal-kembali-opsi-mandiri-belajar-berubah-berbagi-di-kurikulum-merdeka

2. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/6-strategi-sukseskan-implementasi-kurikulum-merdeka-secara-mandiri

3. Platform Merdeka Mengajar

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

4 thoughts on “Implementasi Mandiri Belajar dalam Kurikulum Merdeka

  • Keren Pak D. Memilih Mandiri Belajar. Sepakati, banyak kok kurikulum merdeka yang sudah diterapkan di sekolah. Hanya saja penamaannya ya. Misalnya pembelajaran berdiferensiasi. Sebetulnya sudah ada ya sejak dulu. Hehe…

    Apapun kurikulumnya mudah-mudahan siswa betah belajar atau betah di sekolah. Aamiin

  • Mf. Pak saya baru jd kepala sekolah, sekolah kami termasuk menggunakan kurikulum merdeka. Tp saya tidak tau kepala sekolah yg lama memili ofsi yg mana.no 1,2 atau 3.
    Itu lihatnya d mana?

  • Terimakasih Pak D…
    Sama di sekolah aku menggunakan mandiri Belajar.

Comments are closed.