artikel

Kurangi Beban Administrasi, Perluas Kreativitas Pembelajaran

Sumber: prosperoteaching.com

 

 

Menjadi guru yang memerdekakan anak berimajinasi, berpikir, dan berkreasi itu tidak mudah. Namun melalui banyak tanya, mau mencoba, dan mau menerapkannya di kelas (berkarya), bukan hal yang mustahil (https://blogsusanto.com/kemerdekaan-berimajinasi-berpikir-dan-berkreasi/)

 

 

Menjadi guru yang memerdekakan anak berimajinasi, berpikir, dan berkreasi tidak mudah. Namun melalui banyak tanya, mau mencoba, dan mau menerapkannya di kelas (berkarya), bukan hal yang mustahil.

Menjadi guru kreatif bukan hal mustahil. Hal ini dibuktikan banyaknya guru-guru yang menjuarai berbagai perlombaan dalam inovasi pembelajaran. Pertanyaannya adalah, mengapa mereka mampu berinovasi? Apa motivasi para guru itu mau dan mampu berinovasi? Semata-mata dorongan dari dalam atau motivasi intrinsik saja, atau ada ekosistem di sekolah atau lingkungan kerja mereka yang memberikan kesemptan luas atau dengan kata lain mereka memiliki kemerdekaan dalam bekerja?

Mas Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, mengaku telah banyak berdialog dan melakukan ratusan pembicaraan di antaranya dengan para guru tentang konsep merdeka belajar. Ada satu hal yang beberapa kali diutarakan menteri dalam berbagai kesempatan sejak  peluncuran program merdeka belajar tahun 2019 lalu. Hal itu adalah adanya beban pekerjaan guru yang bukan core dari tugas mereka. Beban guru itu berupa administrasi pendidikan. Beliau mengambil satu contoh, misalnya RPP.

RPP yang mengandung tidak kurang dari 13 komponen, adalah persiapan mengajar yang harus dibuat guru sebelumnya. Waktu pengerjaan RPP berkejaran dengan datangnya waktu pelaksanaan proses belajar mengajar. Akibatnya, rencana pelaksanaan pembelajaran akhirnya hanya menjadi seonggok bukti administrasi yang tidak ada pengaruhnya dalam proses pembelajaran.

Kurangi Beban Administrasi

Sebagai salah satu dari empat hal yang digagas dalam program merdeka belajar ala Menteri Nadiem Makarim adalah, menjadikan RPP yang tadinya 13 komponen hanya menjadi satu halaman saja. Esensi ketiga dari empat program merdeka belajar ini didedikasikan untuk para guru.

Penyusunan RPP cukup memuat tiga komponen pokok yaitu: tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian.

RPP atau lesson plan, menurut Mas Menteri,  adalah proses refleksi guru. Berawal dari kegiatan menuliskan rencana, melaksanakan di kelas keesokan harinya, lalu kembali kepada RPP lagi untuk melakukan refleksi ketercapaian tujuan yang direncanakan, proses yang direncanakan, dan kesesuaian penilaian dengan tujuan dan proses yang dilakukan. Kemerdekaan mengajar dalam rangka mendukung kemerdekaan belajar bagi para guru dimulai dari sini.

Perluas Kreativitas Pembelajaran

Jika beban pembuatan rencana pembelajaran sudah sedemikan banyak dipangkas, sejatinya merupakan indikasi bahwa kemerdekaan guru dalam berimprovisasi dalam pembelajaran diberi keleluasaan. Beban administrasi yang jauh berkurang, diharapkan memberi keleluasaan yang cukup bagi guru untuk berani mecoba hal baru dalam interaksi instruksionalnya bersama peserta didik.

Jadi, sangat ironi jika interaksi intruksional yang diciptakan hanya menggunakan satu atau beberapa metode atau model pembelajaran yang berpusat pada guru. Interaksi pembelajaran dalam bentuk komunikasi satu arah, dan penugasan yang kaku. Lalu, pada sisi penilaian, guru lebih menyukai bentuk soal objektif saja dengan mengabaikan unsur sikap serta motorik siswa.

Semoga para guru diberi kekuatan dan kemampuan untuk banyak belajar, mau mencoba, makin kreatif dalam interaksi instruksionalnya dengan peserta didik. Harga mahal sebuah kemerdekaan dalam mengajar harus ditebus dengan satu kata, bertanggung jawab.

#MerdekaBelajar4

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.

3 thoughts on “Kurangi Beban Administrasi, Perluas Kreativitas Pembelajaran

Comments are closed.