
Langkah-Langkah Persiapan Observasi Kelas, RPP Tidak Wajib Diunggah
BLOGSUSANTO.COM – Setelah merencanakan kinerja dan melakukan kesepakatan dengan kepala sekolah, langkahselanjutnya adalah merencanakan observasi.
Salah satu dokumen yang diunggah guru pada pelaksanaan observasi adalah RPP atau Modu Ajar.
Sebelum observasi, guru membuat RPP/Modul Ajar. RPP atau modul ajar ini disesuaikan dengan fokus perilaku yang diamati sesuai dengan indikator yang diamati sesuai perencanaan.
RPP atau modul ajar ini menjadi dasar bagi kepala sekolah melakukan observasi kelas. Untuk dapat mengunggah RPP/Modul Ajar pada Pengelolaan Kinerja PMM, guru terlebih dahulu mengeklik Isi Dokumen.

Selanjutnya, pada bagian Dokumen Persiapan, guru dapat menentukan pilihan target perilaku serta upaya mempelajarinya.
Guru juga menentukan jadwal observasi kelas dan mendiskusikannya dengan kepala sekolah.
Berikut langkah-langkah Persiapan Observasi Kelas di PMM
Sejauh ini sebagian guru dan Kepala Sekolah masih beranggapan bahwa RPP/Modul Ajar itu harus diunggah dalam Pengelolaan Kinerja PMM.
Padahal pada bagian persiapan observasi PMM, jelas-jelas tertulis unggahan RPP/Modul Ajar ini bersifat opsional. Artinya, guru tidak wajib mengunggah RPP/Modul Ajar pada tahap persiapan observasi kelas.
Opsi ini tentu bertujuan, di antaranya tidak memberatkan guru terkait administrasi pembelajaran. Dengan demikian, guru bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran murid di kelas daripada menyiapkan RPP/Modul Ajar yang ‘tanpa cela’.
Pada tahap persiapan observasi kelas ini guru bisa mengunggah RPP yang sudah ada dan dibuat sejak awal semester. Artinya guru tidak harus membuat RPP/Modul Ajar baru lagi yang terintegrasi dengan target perilaku.
RPP/Modul Ajar dalam pelaksanaan observasi kelas adalah alat bantu bagi Kepala Sekolah bukan untuk dinilai. Lagi pula, esensi observasi adalah kemampuan guru dalam menunjukkan target perilaku yang dipilih selama proses observasi kelas.
Hasil observasi menjadi dasar Kepala Sekolah memberikan rekomendasi belajar tindak lanjut. Tentu saja perilaku ini ditunjukkan bukan hanya pada saat observasi, melainkan selama melakukan proses pembelajaran sehari-hari.
Hal urgen yang harus dilakukan adalah komunikasi dan diskusi kinerja dengan Kepala Sekolah masing-masing. Fokus diskusi kinerja dengan Kepala Sekolah adalah pada pada bagian yang akan memunculkan target perilaku yang telah dipilih.
Dengan komunikasi proses persiapan membuat guru makin mudah dalam menerapkannya pada saat observasi. Selain itu, kepala sekolah memiliki gambaran terkait fokus observasi meskipun guru tidak mengunggah RPP/Modul Ajar pada tahap persiapan.***

Excellent way of describing, and good article to obtain data regarding my presentation topic, which i am going
to convey in college.
You should take part in a contest for one of the finest sites
on the net. I’m going to recommend this site!
Terimakasih pak D pencerahannya.
Sangat bermanfaat tulisannya Pak, Terima kasih.