bahasa

Mengayuh Rindu, Pak Eko dan Bu Eni (Pentigraf)

Dokumen Pribadi

Bersepeda pagi hari pada hari libur sudah dibiasakan sejak tiga minggu terakhir oleh Pak Eko dan Bu Eni. Mereka menjalankan kebiasaan itu sejak anak bungsunya meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan di pulau Jawa. Ada sebuah sepeda ontel tua dan satu buah sepeda anak bungsunya yang bisa dipakai. 

Setelah Pak Eko pulang dari masjid selesai salat berjemaah, sang istri menunggu dan telah bersiap dengan pakaian olahraganya. Pak Eko menggunakan baju lurik khas Jawa karena ia mengendarai sepeda ontel tua. Ia tidak memakai sepatu seperti istrinya namun menyiapkan sandal agar serasi dengan pakaian yang dikenakan. Setelah memakai tutup kepalanya, Pak Eko mengunci pintu rumah dan segera berangkat bersepeda berdua bersama istri. Tidak lupa ia mengambil foto sang istri untuk dikirimkan kepada anak-anaknya yang berada di luar kota. 

Jarum jam menunjukkan pukul 05.30. Di Musi Rawas langit masih gelap, matahari masih malu-malu memunculkan wajahnya. Kedua suami istri itu segera mengayuh sepedanya keluar gang menuju jalan besar. Pasangan lansia itu sesekali berpapasan dengan beberapa tetangga yang berolahraga pagi berjalan kaki. Mendekati jalan raya, Bu Eni yang mengayuh di belakang suaminya berteriak, “Yah, sandalmu selen, beda kiri dan kanan!”. Terpaksa mereka berputar arah menukar sandal agar terlihat serasi.

Tugumulyo, Musi Rawas, 9 Juni 2025

PakDSus 

pak eko

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.