Telat Apel (Pentigraf)

Telat Apel
Anik pegawai kantor Kecamatan yang rajin. Loyalitasnya kepada pimpinan tidak diragukan dan kesigapannya melayani masyarakat sering mendapat pujian. Ani hampir tidak pernah berangkat terlambat dan selalu masuk kerja dan pulang tepat waktu.
Pagi itu ia bertengkar kecil dengan suaminya hanya karena masalah sepele. Namun, hal sepele itu ternyata sangat membuat Anik terpukul. Sang suami yang biasanya ramah, hari ini keluar rumah sambil membanting pintu. Bulir-bulir kecil di sudut mata Anik akhirnya menetes membasahi bedak yang telah melapisi pipinya. Anik pun melihat jarum jam di tangan kirinya seketika dia terkejut keluar rumah dan mengunci pintu untuk berangkat bekerja.
Anik terburu-buru melangkah ke kantor kecamatan, napasnya terengah-engah. Jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat seperempat dan apel pagi pasti hampir usai. Rasa bersalah menjalari benaknya. Anik, yang dikenal sebagai pegawai paling rajin di kantornya, hari ini terlambat datang. Begitu tiba di halaman, Anik mendapati suasana masih ramai. Pak Camat masih berdiri di mimbar. Sorot matanya beradu dengan Anik yang menyelinap ke barisan. Tiba-tiba ia dipanggil maju. Anik gemetar. Keringat dingin mengucur. “Pertengkaran itu hal biasa. Tapi hari ini saya ingin memberi penghargaan kepada pegawai berkinerja baik bulan ini.” Anik terdiam, tidak menyangka sahabatnya yang menjadi sekcam meneruskan WA-nya kepada Camat.
Tugumulyo Musi Rawas, 5 Juni 2025
PakDSus