artikel

Sekapur Sirih, Prakata, dan Kata Pengantar

Dokumen Susanto (Dibuat dengan Canva for Edu) -Kompasiana.com

blogsusanto.com – Ketika membuka sebuah buku, kita akan menemukan sekapur sirih. Pada buku lain ditemukan Prakata dan Kata Pengantar. Jika dicermati, ternyata ketiganya ada persamaan dan perbedaanya.

Tulisan ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Sekapur Sirih dan Kata Pengantar, Bedanya Apa?”, Kreator: Susanto (author blog ini) Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/susantogombong/64f82c294addee33e4606912/sekapur-sirih-dan-kata-pengantar-bedanya-apa

Saya menyimpan ketiga kata tersebut karena awalnya saya pun tidak paham perbedaannya.

Seperti seorang teman di GWA RVL yang menanyakan:

Tidak lama kemudian, sahabat-sahabat anggota grup memunculkan jawabannya. Misalnya:

Mendapati ada ‘masalah’ dan permasalahan itu ia kuasai lantaran sudah terbiasa menulis buku, seorang teman lainnya berkomentar:

Abdullah Makhrus (Sumber Gambar: GWA RVL)

Nah, siapa yang dimaksud dengan Master tersebut pada komentar teman tadi?

Dalam komentar di atas sudah eksplisit disebutkan bahwa sang Master adalah pemberi kata pengantar buku antologi Kopdar 2 RVL. Beliau adalah Master Emcho, Dr. Much. Khoiri. Ketua sekaligus founder RVL (Rumah Virus Literasi). 

Tidak lama kemudian, sekitar sepuluh menit, sang Master pun memberikan penjelasannya.

Akhirnya, malu bertanya sesat menjawab. Jika tidak bertanya, kita belum tahu jawaban yang pasti. Jika ditanya dipastikan jawaban yang dikeluarkan boleh jadi salah dan menyesatkan.

Apabila berani bertanya dan mendapat jawaban yang benar maka jika ditanya tidak akan memberikan jawaban yang menyesatkan penanya. Frasa malu bertanya sesat menjawab pernah hadir pada sebuah majalah remaja tempo dulu.

Musi Rawas, 8 September 2023
PakDSus

Susanto

Pendidik, Ayah 4 Orang Anak, Blogger, Penikmat Musik Keroncong.